Kecelakaan Berulang di Soekarno-Hatta Bandung, Diduga Kurang Konsentrasi

- Dua sepeda motor bersenggolan di Putaran Metro Indah Mall, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Senin malam. Tiga orang mengalami luka ringan dan dirawat di RS Al Islam.
- Kecelakaan melibatkan Honda CBR dan Honda Vario yang melaju searah dari barat ke timur. Kedua kendaraan rusak, dengan kerugian materi diperkirakan Rp1 juta.
- Polisi menduga pengendara CBR kurang konsentrasi, namun penyelidikan masih berjalan. Insiden ini menambah catatan kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta sepanjang 2026.
Bandung, IDN Times - Jalan Soekarno-Hatta kembali menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung. Setelah beberapa insiden serius yang menimbulkan korban luka hingga meninggal dunia sepanjang 2026, kecelakaan kembali terjadi di ruas jalan tersebut pada Senin (24/8/2026) malam.
Kali ini, dua sepeda motor bersenggolan di kawasan Putaran Metro Indah Mall (MIM), Kecamatan Buahbatu. Akibatnya, tiga orang mengalami luka ringan dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kasat Lantas Polrestabes Bandung AKBP AH Hudi Arif mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dan melibatkan sepeda motor Honda CBR bernomor polisi Z-4511-CM yang dikendarai Sopian serta Honda Vario bernomor polisi D-2356-VBJ yang dikendarai Masirin dengan penumpang Sri Wahyuni.
"Akibat kecelakaan lalu lintas tersebut, tiga orang mengalami luka ringan dan dibawa ke RS Al Islam Kota Bandung untuk mendapatkan penanganan medis," kata Hudi, Selasa (25/8/2026).
1. Dua motor melaju searah sebelum bersenggolan

Ilustrasi Kecelakaan Sepeda Motor. (pexels.com/Valentin Sarte) Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kedua kendaraan melaju dari arah barat menuju timur di jalur cepat Jalan Soekarno-Hatta. Setibanya di lokasi kejadian, Honda CBR yang dikendarai Sopian diduga bersenggolan dengan Honda Vario yang dikendarai Masirin. Benturan tersebut menyebabkan ketiga orang terjatuh dan mengalami luka ringan.
Tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat dalam kejadian ini. Namun, kedua kendaraan mengalami kerusakan dengan total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1 juta.
Petugas Satlantas Polrestabes Bandung kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi, memeriksa korban, serta mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.
2. Polisi duga kecelakaan dipicu kurangnya konsentrasi pengendara

ilustrasi safety riding (Dok. IDN Times) Meski penyelidikan masih berlangsung, polisi menduga kecelakaan dipicu faktor manusia atau human error.
Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, pengendara Honda CBR diduga kurang konsentrasi saat berkendara sehingga terjadi senggolan dengan kendaraan lain yang melaju searah.
"Kami masih melakukan proses penyelidikan dan penyidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan," ujar Hudi.
Menariknya, dugaan kurang konsentrasi bukan kali pertama muncul dalam kasus kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta. Dalam sejumlah insiden yang terjadi sepanjang tahun ini, faktor kelalaian pengemudi, kurang antisipasi hingga microsleep kerap menjadi penyebab utama kecelakaan.
Saat kejadian, kondisi jalan dilaporkan dalam keadaan baik. Permukaan jalan kering, lurus, dan mendatar. Cuaca juga cerah dengan arus lalu lintas yang relatif lancar. Kendaraan yang terlibat pun dinyatakan laik jalan.
3. Soekarno-Hatta kembali disorot sebagai ruas rawan kecelakaan

ilustrasi titik rawan kecelakaan (pexels.com/Nothing Ahead) Kecelakaan di Putaran MIM menambah daftar insiden lalu lintas yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta sepanjang 2026. Beberapa hari lalu, kecelakaan juga terjadi di depan SMKN 9 Bandung. Dua siswi SMKN 9 tertabrak pengendara motor saat sedang menyebrang di jalur cepat.
Pada Juli lalu, kecelakaan beruntun melibatkan truk pengangkut LPG terjadi di kawasan Leuwipanjang. Polisi menduga pengemudi mengalami microsleep hingga kendaraan hilang kendali, menabrak sejumlah kendaraan dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Sejumlah pengamat transportasi dan komunitas keselamatan jalan juga menyoroti tingginya risiko kecelakaan di koridor Soekarno-Hatta yang menjadi salah satu jalur utama penghubung timur dan barat Kota Bandung. Faktor kecepatan kendaraan, kepadatan lalu lintas, serta rendahnya disiplin dan kewaspadaan pengguna jalan dinilai menjadi tantangan yang terus berulang.
Karena itu, kecelakaan yang kembali terjadi akibat dugaan kurang konsentrasi menjadi pengingat bahwa aspek safety riding masih menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pengguna jalan.
Polisi saat ini masih memeriksa saksi-saksi dan melakukan gelar perkara awal untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta menentukan langkah penanganan lebih lanjut.


















