Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Korban Tak Melapor, Polisi Buru Pelaku Pelemparan Bus AMPB di Tol Karawang

Kab. Karawang
Korban Tak Melapor, Polisi Buru Pelaku Pelemparan Bus AMPB di Tol Karawang
IDN/Yosafat
  • Polisi memburu pelaku pelemparan batu ke bus rombongan AMPB di Tol Cikampek-Jakarta, Karawang, meski korban belum membuat laporan resmi.
  • Setelah menerima informasi melalui layanan 110, Satlantas Polres Karawang mengecek lokasi dan mengawal bus dari sekitar KM 51 hingga perbatasan Jakarta.
  • Batu bata diduga dilempar dari jembatan sekitar KM 50B hingga meretakkan kaca depan bus; tidak ada korban luka atau jiwa, sementara penyelidikan bersama Reskrim berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times – Polisi tetap memburu pelaku pelemparan batu yang mengenai bus rombongan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di ruas Tol Cikampek-Jakarta, Kabupaten Karawang, Senin (24/8/2026). Padahal hingga kini, rombongan yang menjadi korban belum membuat laporan polisi terkait kejadian tersebut.

Meski tanpa laporan resmi dari korban, aparat langsung merespons setelah menerima informasi melalui layanan darurat 110. Polisi bahkan melakukan pengawalan terhadap rombongan hingga keluar dari wilayah Karawang menuju perbatasan Jakarta.

Kasatlantas Polres Karawang AKP Sudirianto mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan rombongan sekaligus mengusut pelaku yang diduga melakukan pelemparan dari atas jembatan tol.

  1. 1. Polisi langsung turun setelah menerima laporan dari layanan 110

    ilustrasi call center (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
    ilustrasi call center (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Insiden itu terjadi saat bus yang membawa kurang dari 30 orang melintas di sekitar KM 51 Tol Cikampek-Jakarta. Sebuah batu bata berukuran besar diduga menghantam kaca depan bus hingga menyebabkan keretakan cukup parah.

    Mendapat informasi dari layanan 110, petugas Satlantas Polres Karawang langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.

    "Pada saat ada laporan dari 110, langsung meluncur ke TKP. Kemudian melakukan pengawalan sampai ke perbatasan Jakarta," kata Sudirianto.

    Pengawalan dilakukan dari sekitar KM 51 hingga KM 41 atau wilayah perbatasan Jakarta untuk memastikan perjalanan rombongan berlangsung aman.

  2. 2. Korban belum membuat laporan, penyelidikan tetap berjalan

    Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arif)
    Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arif)

    Meski menjadi korban pelemparan batu, rombongan AMPB disebut belum berkenan membuat laporan polisi. Namun hal itu tidak menghentikan proses penyelidikan.

    Polisi telah berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Karawang untuk memburu pelaku dan mengungkap identitas orang yang diduga melakukan pelemparan.

    Menurut Sudirianto, pelaku diduga melempar batu dari jembatan yang berada di sekitar KM 50B Tol Cikampek-Jakarta sebelum melarikan diri.

    "Pelemparan batu tersebut diduga berasal dari jembatan KM 50B Tol Cikampek-Jakarta," ujarnya.

    Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk menemukan pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

  3. 3. Tak ada korban jiwa, kerusakan hanya pada kaca bus

    Ilustrasi pelemparan. Instagram.com/laskarayamjantan_aslina
    Ilustrasi pelemparan. Instagram.com/laskarayamjantan_aslina

    Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut. Kerugian yang dialami rombongan AMPB sejauh ini hanya berupa kerusakan pada kaca depan bus akibat hantaman batu.

    "Enggak ada korban, hanya materi, kacanya pecah," ungkap Sudirianto.

    Meski tidak menimbulkan korban, aksi pelemparan benda keras ke kendaraan yang melaju di jalan tol tetap menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Benturan pada kaca depan berpotensi mengganggu konsentrasi pengemudi dan memicu kecelakaan, terutama saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.

    Karena itu, polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan meski laporan resmi dari korban belum dibuat. Aparat juga berharap pelaku dapat segera teridentifikasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di ruas tol yang sama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More