Kecap Oishii Asal Bekasi Tembus Belanda, Ekspor Perdana Rp900 Juta

- PT Oishii Food Indonesia dari Bekasi mengekspor perdana Kecap Oishii ke Belanda senilai sekitar Rp900 juta, mengirim 2.900 boks atau 26.880 botol dalam satu kontainer.
- Ekspor terealisasi setelah business matching KKI 2025 mempertemukan perusahaan dengan buyer Belanda, InterAromat, didukung fasilitasi Bank Indonesia melalui promosi, branding, dan jejaring pasar.
- Pemprov Jawa Barat, Kementerian UMKM, dan Bank Indonesia menegaskan penguatan kolaborasi, kapasitas produksi, kualitas, pasokan, serta branding untuk meningkatkan daya saing UMKM dan akses pasar global.
Bekasi, IDN Times - Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Jawa Barat kembali menembus pasar internasional. Kali ini, Kecap Oishii produksi PT Oishii Food Indonesia berhasil melakukan ekspor perdana ke Belanda dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp900 juta.
Ekspor tersebut menjadi tindak lanjut pertemuan bisnis yang mempertemukan PT Oishii Food Indonesia dengan buyer asal Belanda, InterAromat, melalui program business matching Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025. Sebanyak satu kontainer atau 2.900 boks yang setara dengan 26.880 botol kecap dikirim ke Belanda.
"Keberhasilan ekspor UMKM membutuhkan tahapan yang berkesinambungan, dari penguatan kapasitas, perluasan akses pasar, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mempertemukan produk unggulan dengan pasar yang tepat," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan saat pelepasan ekspor PT Oishii Food Indonesia di Kabupaten Bekasi, Senin (24/8/2026).
1. Berawal dari pertemuan bisnis di KKI

ilustrasi kecap manis (pexels.com/shahubar MA) Ekspor perdana Kecap Oishii ke Belanda berawal dari program business matching KKI 2025. Dalam kegiatan tersebut, PT Oishii Food Indonesia dipertemukan dengan InterAromat yang kemudian menjadi buyer produk kecap asal Jawa Barat tersebut.
Kesepakatan bisnis yang terjalin kemudian direalisasikan melalui pengiriman satu kontainer produk Kecap Oishii. Nilai transaksi ekspor tersebut mencapai USD51.550 atau sekitar Rp900 juta.
Keberhasilan ini sekaligus menandai langkah PT Oishii Food Indonesia untuk memperluas pasar produknya ke luar negeri. Perusahaan tersebut sebelumnya bernama CV Ikapeksi Agro Industri sebelum meningkatkan status usahanya menjadi PT Oishii Food Indonesia.
2. Ekosistem sangat penting agar UMKM naik kelas

Ilustrasi ekspor. (IDN Times/Arief Rahmat) Bank Indonesia Jawa Barat turut memberikan sejumlah fasilitasi untuk mendorong PT Oishii Food Indonesia memperkuat kapasitas dan memperluas akses pasar. Salah satunya melalui Rolling Exhibition Osaka Export sebagai sarana memperkenalkan produk di pasar internasional.
PT Oishii Food Indonesia juga mengikuti Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan KKI untuk memperkuat promosi, branding, serta membangun jejaring pasar. Rangkaian fasilitasi tersebut kemudian mempertemukan perusahaan dengan calon pembeli dari Belanda.
Junanto mengatakan, keberhasilan ekspor tersebut menunjukkan pentingnya ekosistem yang mendukung UMKM untuk berkembang. Kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, Bank Indonesia, hingga mitra strategis menjadi bagian penting dalam membuka akses pasar global.
3. Harap UMKM lain bisa perluas pangsa pasar

Ilustrasi ekspor impor (IDN Times/Arief Rahmat) akil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengapresiasi berbagai pihak yang ikut mendorong PT Oishii Food Indonesia hingga mampu melakukan ekspor ke Belanda.
"Terima kasih kepada seluruh pihak, secara khusus kepada Bank Indonesia, yang secara konsisten membina dan mendorong UMKM di Jawa Barat untuk terus berkembang," ujar Erwan.
Menurutnya, Pemprov Jawa Barat akan terus memberikan dukungan agar UMKM semakin besar dan memiliki daya saing. Keberhasilan ekspor PT Oishii Food Indonesia diharapkan dapat diikuti oleh semakin banyak pelaku UMKM lainnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Bagus Rachman mengatakan pemerintah akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM.
"Sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, akan terus diperkuat untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM," kata Bagus.
Ekspor perdana Kecap Oishii diharapkan tidak berhenti pada satu pengiriman. Penguatan kapasitas produksi, kualitas, konsistensi pasokan, serta branding menjadi modal untuk membuka peluang repeat order dan memperluas pasar ke negara lainnya.
Bank Indonesia Jawa Barat menilai keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bahwa produk lokal memiliki peluang untuk diterima konsumen global apabila didukung kapasitas usaha dan ekosistem yang kuat.


















