KDM Diisukan Nyeberang ke PSI, Gerindra Jabar Ungkap Fakta Sebenarnya

- Gerindra Jawa Barat membantah rumor Dedi Mulyadi atau KDM pindah ke PSI setelah Wakil Ketua Buky Wibawa mengonfirmasi langsung kepada KDM.
- Menurut Buky, KDM mengaku heran dan tidak pernah berpikir pindah partai; ia masih menjadi anggota serta Dewan Pembina DPP Gerindra.
- Mantan Ketua DPW PSI Jabar Marshall Chandra menyatakan PSI terbuka bagi siapa pun, sementara komunikasi dengan KDM disebut baik sejak dukungan Pilgub Jabar 2024.
Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM digadang-gadang berpindah partai dari Gerindra ke PSI. Kabar menyebrangnya KDM ke partai berlambang kepala gajah merah tersebut pun saat ini tengah ramai dibahas oleh warganet di media sosial.
Wakil Ketua Gerindra Jabar Buky Wibawa Karya Guna mengatakan, kabar tersebut baru sebatas dugaan. Dia juga sudah berkomunikasi langsung dengan KDM melalui sambungan telfon untuk memastikan kabar rumor itu.
"Kalau berdasarkan apa ya artinya dugaan-dugaan gitu kan ya itu kan cara mereka memberi pandangan ya gitu. Yang jelas pertama-tama saya konfirmasi ke KDM," ujar Buky saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (24/8/2026).
1. KDM terheran-heran dengan rumor tersebut

Gubernur Dedi Mulyadi (Humas/Pemprov Jabar) Selama berkomunikasi melalui sambungan telfon dengan KDM, Buky mengatakan, gubernur mengaku heran dengan informasi tersebut, dan memastikan tidak pernah ada dalam pikirannya untuk untuk berpindah ke partai PSI.
Buky mengku, perlu langsung berkomunikasi dengan KDM untuk memastikan apakah berita tersebut benar adanya. Sebab, sampai saat ini KDM masih menjadi anggota Partai Gerindra.
"Saya sudah konfirmasi ke KDM bahkan beliau itu terheran-heran gitu. Jadi nggak ada dalam pikirannya, katanya kan gitu. Ya cuma itu saja, gitu. Dan kalau saya ditanya kan saya harus konfirmasi ke yang bersangkutan," ujarnya.
2. Sempat kaget dan tersenyum dengan kabar ini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut banyak pembelajaran yang didapat dari agenda retreat di Akmil Magelang, Jawa Tengah. (IDNTimes/Herlabang Jati) Buky menegaskan, rumor yang beredar soal KDM pindah ke PSI tidak benar adanya, di mana saat ini mantan Bupati Purwakarta itu masih menjadi anggota dan menjabat sebagai Dewan Pembina DPP Gerindra.
"Tadi saya telepon beliau malah terkaget-kaget tapi sambil senyum-senyum gitu kan. Maksudnya dia sendiri gak ada dalam pikirannya, gak ada gitu," ucapnya.
"Beliau itu salah satu anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra gitu ya. Kalau kalau pembina kan harus punya integritas yang tinggi gitu ya," katanya.
3. PSI pastikan terbuka untuk siapapun yang akan bergabung termasuk KDM

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat diwawancara di lokasi wisata Hibisc Fantasy di Puncak, Kabupaten Bogor , Jawa Barat, Kamis (6/3/2025). (Istimewa). Ketua DPRD Provinsi Jabar ini juga menegaskan, KDM tidak pindah dari Partai Gerindra ke PSI dan saat ini masih menjabat sebagai Dewan Pembina di DPP. Hal itu juga dipastikan sudah berdasarkan pernyataan langsung dari Dedi Mulyadi.
"Kalau saya tadi mengonfirmasi ke KDM, iya. Pak KDM juga sebagai salah satu anggota Dewan Pembina di DPP Partai Gerindra kan juga pasti berkomunikasi dengan DPP untuk hal-hal yang urgen," kata dia.
Sedangkan, Mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat, Marshall Chandra mengatakan, belum mengetahui secara jelas rumor tersebut. Hanya saja, dia memastikan PSI terbuka untuk siapapun yang mau bergabung.
"Jadi intinya kalau di PSI itu partai yang terbuka, kan partai yang super terbuka. Siapapun memungkinkan untuk bergabung di PSI, termasuk KDM. Jadi kalau KDM isu bergabung atau nggak, itu harus ditunggu, seperti biasa. Jadi masih rahasia itu," ujar Marshall.
Ketua Bidang Perumahan Rakyat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI tersebut tidak menampik adanya komunikasi dengan KDM, karena pada Pilgub Jabar 2024 PSI turut mendukung KDM-Erwan Setiawan.
"Ya pasti ada dong, kan kami juga dukung KDM waktu itu. Komunikasi ya pasti baik. Kami kawal terus kan pemerintahannya, kalau ada yang gak bagus ya pasti kai kritik, kalau bagus ya sudah kami banyak diam gitu kan," katanya.



















