KDM Salurkan Langsung Bantuan Korban Gempa di Manggarai Timur

- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau permukiman terdampak gempa di Manggarai Timur, memverifikasi kerusakan rumah dan menyerahkan bantuan tunai langsung kepada warga.
- Di Bangka Leleng dan Nggalakleleng, bantuan diberikan untuk 43 rumah rusak berat sebesar Rp20 juta per unit serta 101 rumah rusak ringan sebesar Rp5 juta.
- Total bantuan kemanusiaan bagi korban gempa NTT mencapai Rp4,5 miliar dari berbagai pihak di Jawa Barat, didukung asesmen dan koordinasi BPBD serta pemerintah setempat.
Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM meninjau langsung permukiman warga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan data yang diterima IDN Times, KDM melakukan peninjauan setelah sampai lokasi bencana hingga malam hari untuk memetakan tingkat kerusakan bangunan sekaligus memastikan bantuan perbaikan rumah disalurkan secara langsung dan tepat sasaran kepada warga terdampak.
KDM mengecek kondisi fisik sejumlah rumah warga, mulai dari bangunan dengan dinding retak parah hingga tiang penyangga yang terlepas.
"Kalau rusaknya berat, kita bantu Rp20 juta," kata KDM, dikutip Sabtu (22/8/2026).
1. KDM tinjau langsung lokasi gempa hingga malam hari

Dok. Istimewa Selain memverifikasi data kerusakan, KDM juga berdialog langsung dengan warga dan petugas di tenda pengungsian. Dialog dilakukan untuk mengonfirmasi kondisi rumah serta memastikan tingkat kerusakan sesuai dengan data di lapangan.
Dalam kondisi minim penerangan, proses pendataan dan verifikasi tetap dilakukan. Bantuan perbaikan rumah kemudian dialokasikan berdasarkan tingkat kerusakan dan diserahkan langsung kepada pemilik rumah.
Di Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, bantuan dialokasikan untuk 23 unit rumah rusak berat, masing-masing sebesar Rp20 juta, serta 83 unit rumah rusak ringan, masing-masing Rp5 juta.
Sementara itu, di Kelurahan Nggalakleleng, Kecamatan Pocoranaka, bantuan diberikan untuk 20 unit rumah rusak berat, masing-masing Rp20 juta, dan 18 unit rumah rusak ringan, masing-masing Rp5 juta.
"Kami pastikan data rumah yang rusak berat, retak-retak, hingga yang roboh terdata dengan benar. Penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan tunai agar warga bisa langsung memperbaiki tempat tinggalnya," kata KDM.
2. Bantuan diberikan berdasarkan koordinasi tim aju APBD

Ilustrasi gempa (IDN Times/Arief Rahmat) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar mengonfirmasi adanya penambahan data penerima bantuan setelah dilakukan verifikasi di lapangan.
Menurut Adi, penyaluran bantuan dilakukan langsung di lokasi agar warga dapat segera memulai perbaikan tempat tinggal dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Penyaluran tersebut juga telah dikoordinasikan Tim Aju BPBD Jabar, alias tim pendahulu dan gerak cepat, bersama BPBD setempat, pemerintah daerah, serta unsur terkait dalam penanganan darurat bencana.
Koordinasi mencakup pendataan kondisi wilayah, kebutuhan prioritas masyarakat, lokasi penerimaan dan penyimpanan bantuan, hingga mekanisme distribusi ke wilayah terdampak. Langkah ini menjadi dasar dalam penyusunan operasi penyaluran bantuan dari Jawa Barat.
3. Baznas Jabar juga sumbang Rp1 miliar

Ilustrasi Gempa (IDN Times/Arief Rahmat) Bantuan kemanusiaan yang dihimpun untuk korban gempa NTT mencapai Rp4,5 miliar. Dana tersebut berasal dari sejumlah pihak di Jawa Barat.
Baznas Jawa Barat menyumbang Rp1 miliar yang bersumber dari zakat ASN dan BUMD Jabar. Kemudian Bank BJB melalui program BJB Peduli memberikan Rp1 miliar.
KDM secara pribadi menyumbang Rp600 juta, sedangkan Wali Kota Depok Supian Suri memberikan Rp500 juta.
Selanjutnya, Apindo Jawa Barat menyumbang Rp500 juta, ASN Pemprov Jabar Rp400 juta, Kadin Jawa Barat Rp200 juta, Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Rp100 juta, serta PT Buana Kasiti dan tambahan hasil rapat sebesar Rp200 juta.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung penanganan warga terdampak, termasuk bantuan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakannya.
Sebelumnya, BPBD Jabar telah memberangkatkan 20 personel Tim Aju yang terdiri dari personel BPBD dan unsur relawan untuk melakukan asesmen awal serta mempersiapkan operasi distribusi bantuan di wilayah terdampak.





















