Beragam Vitur AI Hadir pada Laptop, Permudah Kerja UMKM Sampai Kreator

- AI kini ditanam langsung di laptop untuk menangani transkripsi, terjemahan, dan tugas rutin secara lokal, sehingga mendukung multitasking pekerja, UMKM, serta kreator tanpa selalu bergantung pada cloud.
- ASUS memperkenalkan ExpertBook Ultra di Bandung dengan NPU hingga 50 TOPS, fitur AI ExpertMeet, serta Zenni Claw untuk menjalankan agentic AI secara lokal maupun melalui cloud.
- Selain AI, ExpertBook Ultra menonjolkan keamanan data, bobot mulai 0,99 kg, ketahanan MIL-STD-810H, layar hingga 1.400 nits, dan baterai yang diklaim bertahan hingga 26 jam.
Bandung, IDN Times - Kecerdasan buatan (AI) kini tak lagi hanya bekerja melalui layanan berbasis internet. Teknologi tersebut mulai ditanam langsung ke perangkat laptop sehingga sejumlah pekerjaan seperti membuat transkrip rapat, menerjemahkan percakapan hingga menjalankan tugas AI dapat dilakukan di perangkat tanpa selalu mengandalkan komputasi cloud.
Perubahan ini membuat kemampuan AI pada laptop bukan sekadar soal menambah fitur baru. Bagi pekerja yang sehari-hari mengolah dokumen, mengikuti rapat daring atau membawa data perusahaan, pemrosesan AI secara lokal juga dapat membantu mempercepat pekerjaan sekaligus memberi lapisan privasi tambahan. Bahkan para pelaku konten kreator higga UMKM yang sudah menggunakan AI pun kini bisa lebih mudah menjalankan bisnisnya.
Hal tersebut menjadi salah satu arah pengembangan laptop bisnis terbaru, termasuk ASUS ExpertBook Ultra yang diperkenalkan di Bandung pada 19 Agustus 2026. Laptop ini membawa Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS) untuk menangani sejumlah beban kerja AI.
1. AI di laptop bisa bantu rapat tanpa membebani prosesor utama

Beragama Vitur AI Kini Hadir pada Laptop, Permudah Kerja Pebisnis Hingga Konten Kreator dengan ASUS ExpertBook Ultra. IDN Times/Debbie Sutrisno Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven mengatakan bahwa salah satu penggunaan AI yang semakin dekat dengan aktivitas pekerja adalah saat rapat. Ketika seseorang mengikuti pertemuan daring sambil mengerjakan dokumen atau mengolah data, laptop harus menangani beberapa pekerjaan sekaligus.
Kemampuan NPU memungkinkan sejumlah pekerjaan AI berjalan secara khusus di bagian tersebut. Salah satunya melalui fitur ASUS AI ExpertMeet yang dapat menangani transkripsi, penerjemahan bahasa dan optimasi kamera secara langsung.
"Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah," kata Eric dalam diskusi di Bandung beberapa waktu lalu.
Menurut dia, pemrosesan tersebut juga membuat pekerjaan seperti notulen otomatis lebih efisien karena tugas AI dapat ditangani NPU tanpa sepenuhnya membebani prosesor utama.
Kemampuan ini menjadi penting karena kebutuhan pekerja terhadap AI mulai bergeser. AI bukan lagi hanya digunakan untuk membuat teks atau mencari ide, tetapi juga membantu pekerjaan rutin yang sebelumnya harus dilakukan secara manual.
2. Pemrosesan AI secara lokal bantu jaga data pekerjaan

Ilustrasi teknologi Artificial Intelligence (AI). Sumber Pinterest Penggunaan AI dalam pekerjaan juga membawa persoalan lain, yakni keamanan data. Dokumen perusahaan, hasil rapat, data keuangan hingga informasi klien merupakan jenis data yang tidak selalu bisa sembarangan dikirim ke layanan eksternal.
Karena itu, kemampuan menjalankan AI secara lokal atau on-device menjadi salah satu keunggulan yang mulai ditawarkan laptop generasi baru. ASUS ExpertBook Ultra, misalnya, dibekali NPU hingga 50 TOPS dan disebut mampu menjalankan sejumlah tugas AI secara lokal.
Selain AI ExpertMeet, ASUS juga menyediakan Zenni Claw yang dapat menjalankan agentic AI secara lokal maupun melalui cloud dengan menghubungkan berbagai perangkat AI seperti Anthropic, OpenAI dan Google Gemini.
Di sisi keamanan perangkat, ExpertBook Ultra juga dilengkapi sistem ASUS ExpertGuardian, termasuk ASUS Security Processor, TPM 2.0, Microsoft Pluton, pemindai sidik jari serta kamera dengan pelindung fisik.
Dengan demikian, tren AI pada laptop bisnis bukan hanya tentang seberapa pintar perangkat menghasilkan sesuatu. Kemampuan memproses pekerjaan tertentu secara langsung di perangkat juga berkaitan dengan bagaimana perusahaan menjaga informasi yang sedang dikerjakan karyawannya.
3. AI bukan satu-satunya penentu laptop kerja masa depan

https://infodigimarket.com/industri-kreatif-indonesia-yang-menjadi-trending-topic/ Meski AI menjadi salah satu fitur yang paling banyak dibicarakan, kebutuhan pekerja terhadap laptop tetap tidak berhenti pada kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan. Mobilitas, daya tahan dan kualitas layar tetap menjadi pertimbangan penting, terutama bagi pekerja yang berpindah dari kantor, ruang rapat, kafe hingga lokasi kerja lainnya.
ASUS ExpertBook Ultra memiliki bobot mulai 0,99 kilogram untuk versi POLED dan 1,09 kilogram untuk versi Tandem OLED. Perangkat tersebut juga menggunakan sasis yang memenuhi standar ketahanan MIL-STD-810H.
Untuk kebutuhan bekerja di luar ruangan, versi Tandem OLED berukuran 14 inci menawarkan resolusi 3K, refresh rate hingga 120Hz dan tingkat kecerahan puncak 1.400 nits. ASUS menyebut layar tersebut dirancang agar konten tetap mudah dilihat ketika digunakan dalam kondisi terang.
Sementara untuk mobilitas, laptop ini membawa baterai 70 Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam serta mendukung pengisian 50 persen dalam 30 menit.
Pada akhirnya, perkembangan AI membuat laptop mulai berubah dari sekadar perangkat untuk menjalankan aplikasi menjadi alat yang ikut membantu menyelesaikan pekerjaan. Namun, manfaatnya akan paling terasa ketika kemampuan AI tersebut berjalan beriringan dengan kebutuhan dasar pekerja: performa, keamanan, mobilitas dan daya tahan perangkat.

















