Dedi Mulyadi Klarifikasi Ucapannya yang Bikin Mahasiswi Unpad Malas Kuliah

- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah kabar bahwa mahasiswi baru Unpad jurusan Ilmu Pemerintahan sakit dan malas kuliah akibat ucapannya saat kegiatan pengenalan kampus.
- Dedi mengaku telah berkomunikasi langsung dengan mahasiswi tersebut, yang meminta video curhat pribadinya tidak terus dipotong atau diunggah ulang oleh warganet.
- Dedi menyatakan biaya kuliah mahasiswi itu telah ditanggung hingga delapan semester serta mengajak publik mendukungnya agar tetap melanjutkan pendidikan.
Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM saat ini tengah menjadi pembahasan sebab ucapannya yang dinilai merendahkan salah seorang mahasiswi baru Universitas Padjadjaran (Unpad) jurusan Ilmu Pemerintahan.
Mahasiswi ini dikabarkan dalam kondisi memburuk setelah ucapan KDM yang dianggap merendahkan keluarganya di hadapan mahasiswa lainnya. Ucapan gubernur ini pun disampaikan saat dia menjadi tamu untuk perkenalkan mahasiswa baru, belum lama ini.
1. KDM Sebut berita tersebut tidak benar

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Meski begitu, KDM turut membantah anggapan kondisi mahasiswi ini memburuk hingga malas kuliah akibat ucapannya yang dianggap merendahkan. Ia menegaskan, mahasiswi itu saat ini masih menjalani kuliah dalam kondisi baik.
Selain itu, ia juga mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan mahasiswa tersebut untuk memastikan kondisinya.
"Saya ingin menyampaikan bahwa informasi, narasi yang mengatakan (KA) mahasiswa Unpad jurusan Ilmu Pemerintahan yang bertemu dengan saya saat maba dan melakukan over-sharing dalam keadaan sakit, malas kuliah gara-gara ucapan saya yang dianggap merendahkan jurusan yang dia tekuni, itu adalah berita yang tidak benar," ujar KDM, dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
2. Warganet kerap memotong video ucapannya

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Menurut Dedi, mahasiswi ini memang sempat bercerita secara terbuka mengenai kondisi dan persoalan pribadi yang dialaminya saat bertemu dengannya ketika menjadi mahasiswa baru.
Dedi mengatakan, mahasiswa baru tersebut juga meminta agar video yang berisi dirinya melakukan over-sharing, tidak lagi dipotong maupun diunggah ulang oleh warganet.
"Dia meminta agar warganet tidak terus-menerus memotong video, baik yang di-upload sendiri maupun yang diambil dari potongan-potongan video orang lain," katanya.
3. KDM menjamin semua biaya pendidikan mahasiswi tersebut

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Menurut dia, mahasiswi itu terlalu polos ketika menceritakan kondisi pribadinya sehingga video tersebut tidak semestinya terus disebarluaskan. Dia juga menyampaikan, yang bersangkutan sempat menyampaikan satu permintaan lain kepadanya, yakni terkait biaya kuliah apabila suatu saat dirinya memiliki pasangan.
"Yang kedua, dia minta pada saya agar nanti apabila suatu saat dia jatuh cinta, uang kuliahnya jangan dicabut," katanya.
Dedi memastikan permintaan tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, biaya pendidikannya telah ditanggung hingga selesai.
"Saya sampaikan uang kuliahnya kan enggak mungkin dicabut, karena sudah dibayarin untuk lima semester, bahkan sudah saya genapkan menjadi delapan semester. Sehingga dia biaya kuliahnya sudah selesai," ucapnya.
Dedi pun meminta KA tetap melanjutkan pendidikannya, dan tidak terpengaruh dengan berbagai narasi yang beredar di media sosial. Dia juga mengajak warganet memberikan dukungan kepada Keisha yang menurutnya masih berada dalam usia muda.
"Pada seluruh warganet, kita pahami ini namanya juga masih muda, punya mental yang labil, dan harus kita support dia untuk terus bisa berkuliah dengan baik," ucapnya.















