APBD Bandung Berpotensi Defisit, Farhan Pastikan Gaji Pegawai Aman

- Pemkot Bandung mengantisipasi potensi defisit APBD akibat kebutuhan belanja yang melampaui kapasitas pendapatan daerah, melalui penyusunan strategi anggaran dan pembiayaan.
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan kondisi keuangan daerah masih aman, termasuk pembayaran gaji pegawai yang tetap terjamin.
- Untuk menutup kebutuhan anggaran, Pemkot Bandung mempertimbangkan pembiayaan dari APBD Provinsi, APBN, investasi perusahaan, serta BUMN, bukan semata-mata pinjaman.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan berbagai upaya untuk menghadapi kondisi fiskal daerah yang berpotensi mengalami defisit. Meski ada potensi tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan kondisi keuangan daerah masih aman.
Farhan mengatakan, Pemkot memang harus mulai memikirkan strategi pembiayaan ketika kebutuhan anggaran tidak sebanding dengan kemampuan pendapatan daerah.
"Alhamdulillah, aman. Insyaallah. Gajian pegawai mah aman pisan (banget)," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (20/8/2026).
1. Strategi agar anggaran tidak defisit harus dilakukan

ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama) Kendati begitu, Farhan menyampaikan, kondisi fiskal harus tetap diantisipasi melalui kebijakan anggaran yang tepat. Pemkot Bandung tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan APBD apabila kebutuhan belanja pemerintah lebih besar dibandingkan kapasitas fiskal yang tersedia.
"Ya, kami memang mesti begini. Sekarang ini dalam kebijakan umum anggaran, kita memang harus memikirkan strategi defisit anggaran," ujarnya.
2. Pemkot Bandung putar otak cari pembiayaan lain

ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama) Farhan menjelaskan, defisit anggaran bukan berarti seluruh program pemerintahan harus dihentikan. Pemerintah dapat mencari sumber pembiayaan untuk menutup kebutuhan anggaran tersebut.
"Ketika kebutuhannya pasti defisit, maka pemerintah kota bersama mitra-mitra yang lain, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, harus mencari pembiayaan," katanya.
Menurut Farhan, pemerintah daerah memiliki sejumlah opsi untuk mendapatkan sumber pembiayaan. Skema tersebut tidak selalu berbentuk pinjaman, tetapi dapat berasal dari berbagai sumber sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Farhan mencontohkan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sebelumnya menyampaikan kemungkinan mencari pinjaman untuk mendukung kebutuhan pembiayaan daerah.
"Toh sudah dicontohkan, Pak Gubernur menyatakan bahwa ada kemungkinan Provinsi Jawa Barat akan mencari pinjaman Rp3,7 triliun," ujarnya.
3. Pemkot berencana menggencarkan investasi

Wali Kota Farhan Dorong Bandung Jadi Pusat Finansial Indonesia. Dok Diskominfo Bandung Untuk Kota Bandung, Farhan menegaskan istilah yang digunakan adalah pembiayaan. Sumbernya pun dapat berasal dari berbagai pihak, sehingga tidak hanya bergantung pada skema pinjaman.
"Nah, kami juga melakukan hal yang sama. Istilahnya bukan pinjaman, tetapi pembiayaan," kata Farhan.
Ia menyebut, salah satu kemungkinan sumber pembiayaan berasal dari dukungan pemerintah provinsi. Selain itu, Pemkot Bandung juga dapat mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat.
"Pembiayaan bisa dari mana saja, mungkin dari APBD Provinsi, mungkin dari APBN, mungkin dari investasi perusahaan dan BUMN," kata dia.













