Rhenald Kasali Ingatkan KDM soal Data Center BDx: Jangan Terburu-buru

Proyek data center AI BDx di Jatiluhur memicu pro dan kontra karena kebutuhan air besar serta potensi dampak lingkungan, meski dinilai dapat membuka banyak lapangan kerja.
Rhenald Kasali mengingatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar tidak terburu-buru menyetujui proyek investasi dan menghitung pembangunan serta perlindungan lingkungan sejak awal.
Dedi Mulyadi menegaskan investasi tetap diperlukan untuk ekonomi Jawa Barat, tetapi pelanggaran lingkungan harus dikenai sanksi dan pembangunan tidak boleh merusak alam.
Bandung, IDN Times - Proyek data center AI BDx di Jatiluhur saat ini masih menjadi pro dan kontra. Keberadaan proyek ini dinilai akan berdampak langsung ke lingkungan karena memerlukan air yang banyak. Namun, di sisi lain keberadaan proyek tersebut juga akan menambah banyak lowongan kerja.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias (KDM) pun turut menemui langsung Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali di Rumah Perubahan, Minggu (4/10/2026). Pertemuan itu pun diunggah di media sosial KDM.
Dalam pertemuan itu, Rhenald mengingatkan KDM agar tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena sebuah proyek membawa nama besar investasi dan teknologi.
"Jadi pemerintah daerah waspada deh ya. Jangan sekadar drama untuk kemudian kita melakukan apa itu, peletakan batu pertama lalu seakan-akan itu lapangan pekerjaan. Kita butuh kok AI, tetapi kita juga harus menjaga kehidupan ini," kata Rhenald, dikutip Senin (5/10/2026).
1. Jangan terburu-buru menerima proyek data center AI

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Rhenald melihat kebutuhan pembangunan dan perlindungan lingkungan seharusnya tidak dipertentangkan. Keduanya justru harus dihitung sejak awal. Sebab, ketika investor sudah mengeluarkan modal dan pemerintah telanjur memberikan komitmen, ruang untuk mengoreksi keputusan menjadi jauh lebih sulit.
"Jangan sampai menyelesaikan satu persoalan menciptakan persoalan-persoalan baru. Seorang pemimpin rendahnya bisa melihat itu secara utuh, terintegrasi. Jangan terburu-buru," ucapnya.
2. Investasi boleh asal tidak merusak alam

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Rhenald kemudian kembali menyinggung persoalan lingkungan. Menurut dia, investasi tetap dibutuhkan untuk mendorong ekonomi Jawa Barat. Namun, ada batas yang tidak boleh dilewati ketika proyek tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap alam.
"Kita doakan KDM sukses memajukan Jawa Barat dan angka kemiskinan terus ditekan, pendidikan semakin maju, infrastruktur juga semakin bagus, dan tentu saja investasinya makin bagus," kata Rhenald.
"Tapi tetap tidak boleh merusak alam," katanya
3. KDM minta diingatkan jika berbuat salah

Dedi Mulyadi saat hadir dikegiatan Jambore Satlinmas di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal) Rhenald juga mendorong agar pemerintah berani memberikan sanksi apabila sebuah investasi terbukti melanggar ketentuan. Termasuk dalam konteks data center AI dari BDx di Jatiluhur, Purwakarta.
"Gak boleh merusak lingkungan. Itu sebabnya tadi kita bicara soal data center dan Kang Dedi mengatakan dan berjanji akan mengatakan, kalau itu melanggar, tentu akan ada sanksinya," kata Rhenald.
KDM pun tidak membantah pentingnya investasi. Dia justru menegaskan Jawa Barat tetap membutuhkan masuknya modal untuk menggerakkan ekonomi, namun pemerintah tidak boleh menukar investasi dengan kerusakan lingkungan.
"Iya, kami tegas saja. Investasi harus datang, tapi lingkungan harus dijaga. Tidak boleh rusak. Tidak boleh rusak," ujar KDM.
KDM juga meminta Rhenald tidak berhenti memberikan masukan terhadap kebijakan pembangunan Jawa Barat.
"Terima kasih, Prof. Ditunggu sarannya. Ingatkan saya kalau salah," kata KDM.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















