WALHI Jabar: EIGER Nature Tindak Lanjuti Kritik dan Lengkapi Perizinan

- WALHI Jawa Barat menilai EIGER Nature telah menindaklanjuti masukan dan kritik lingkungan setelah kunjungan lapangan, dengan melibatkan akademisi serta tim pakar dalam pengelolaan kawasan.
- Hasil peninjauan WALHI menyatakan dokumen dan perizinan lingkungan EIGER Nature telah dipenuhi, mencakup tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, dan perizinan bangunan.
- WALHI menekankan komitmen lingkungan harus dibuktikan jangka panjang, sementara EIGER Nature membuka evaluasi melalui kolaborasi organisasi lingkungan, pakar, media, dan masyarakat.
Bogor, IDN Times – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat menilai EIGER Nature telah menindaklanjuti berbagai masukan dan kritik yang sebelumnya disampaikan terkait pengembangan kawasan tersebut. Penilaian itu disampaikan setelah WALHI melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung perkembangan pengelolaan kawasan serta pemenuhan aspek lingkungan yang menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat, Wahyudin Iwang, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mengonfirmasi tindak lanjut atas berbagai catatan yang pernah diberikan organisasi lingkungan tersebut kepada pengelola EIGER Nature.
Menurutnya, hasil peninjauan menunjukkan sejumlah masukan yang sebelumnya disampaikan telah dijalankan. Selain itu, WALHI juga melihat keterlibatan akademisi dan tim pakar dalam proses pengelolaan kawasan.
“Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan. Kami melihat langsung bahwa hal-hal tersebut telah ditindaklanjuti. Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini. Saya mengapresiasi itu,” ujar Iwang.
Kunjungan tersebut turut melibatkan sejumlah akademisi dan pakar yang menjadi bagian dari tim EIGER Nature, di antaranya Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc.
1. WALHI sebut dokumen dan perizinan lingkungan telah dipenuhi

Dok.Istimewa Selain meninjau berbagai program yang dijalankan di kawasan, WALHI Jawa Barat juga melakukan pengecekan terhadap aspek legalitas dan dokumen lingkungan yang menjadi bagian penting dalam pengembangan EIGER Nature.
Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, WALHI menyatakan perizinan dan dokumen lingkungan yang diperlukan telah dipenuhi oleh pengelola kawasan.
Pemenuhan tersebut mencakup sejumlah dokumen utama yang diterbitkan sejak pengembangan kawasan dimulai pada 2018, mulai dari perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan hingga perizinan bangunan.
“Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen. Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik. Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” kata Iwang.
Menurut dia, keterbukaan terhadap kritik menjadi salah satu alasan WALHI terus menjalin komunikasi dengan pengelola kawasan untuk memastikan berbagai rekomendasi lingkungan dapat dijalankan secara berkelanjutan.
2. Komitmen lingkungan dinilai masih harus dibuktikan dalam jangka panjang

Dok.Istimewa Meski memberikan apresiasi terhadap perkembangan yang terlihat di lapangan, WALHI menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak bisa dinilai hanya dalam waktu singkat.
Iwang mengatakan EIGER Nature masih berada pada fase awal pengembangan sehingga komitmen terhadap lingkungan harus terus dijalankan dan diperkuat dalam jangka panjang.
“EIGER Nature ini masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” ujarnya.
Ia berharap pendekatan yang dilakukan EIGER Nature dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain yang mengembangkan kegiatan berbasis alam tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.
“Harapannya, EIGER Nature bisa menjadi contoh baik bagi pengusaha lain. Komitmen ini perlu terus dijalankan dan diperkuat, dengan tidak mengesampingkan aspek lingkungan,” katanya.
3. EIGER Nature dorong evaluasi melalui kolaborasi berbagai pihak

Dok.Istimewa Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan keterlibatan organisasi lingkungan, akademisi, pakar, media, hingga masyarakat merupakan bagian dari pendekatan kolaboratif yang diterapkan dalam pengelolaan kawasan.
Menurutnya, EIGER Nature sengaja membuka ruang bagi berbagai pihak untuk melihat secara langsung perkembangan yang telah dilakukan sekaligus memberikan masukan untuk perbaikan ke depan.
“EIGER Nature dibangun melalui proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” ujar Imanuel.
Ia menambahkan keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen kawasan terhadap aspek lingkungan, budaya, masyarakat, dan keberlanjutan.
“Kami percaya, menjaga alam adalah perjalanan bersama. Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,” tutupnya.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















