Keberadaan Home Charging Bikin Pengguna EV Tak Melulu Bergantung SPKLU

- Home Charging memberi pengguna EV fleksibilitas mengisi daya di rumah saat kendaraan terparkir, sehingga tidak selalu bergantung pada SPKLU untuk kebutuhan mobilitas harian.
- Hingga Agustus 2026, 7.125 pelanggan di Jawa Barat memakai Home Charging; secara nasional pelanggan melampaui 92 ribu pada Juni, dengan konsumsi listrik semester I naik 93,59 persen.
- SPKLU tetap dibutuhkan saat bepergian; Jawa Barat memiliki 501 unit di 289 lokasi, sementara PLN menawarkan diskon pemasangan, tambah daya, dan tarif malam hingga 31 Desember 2026.
Bandung, IDN Times - Pemilik kendaraan listrik kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengisi daya kendaraan. Tak selalu harus mencari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) saat baterai menipis, pengguna bisa mengisi daya kendaraan langsung dari rumah melalui layanan Home Charging.
Kemudahan tersebut membuat aktivitas mengisi daya dapat disesuaikan dengan rutinitas sehari-hari. Kendaraan bisa diisi ketika sedang terparkir di rumah, termasuk pada malam hari, sehingga baterai dapat dipersiapkan sebelum digunakan kembali untuk beraktivitas.
“Awareness masyarakat terhadap kendaraan listrik sudah berkembang. Sekarang yang semakin penting adalah bagaimana ekosistemnya memberikan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari, termasuk untuk pengisian daya,” ujar Business Process Manager Wuling Kumala Group, Irfansyah Erwin melalui siaran pers diterima IDN Times, Senin (5/10/2026).
1. Pengguna EV punya pilihan selain SPKLU

Penggunaan home charging untuk kendaraan listrik. Dok PLN Menurut Irfansyah, keputusan masyarakat menggunakan kendaraan listrik tidak hanya dipengaruhi teknologi yang ditawarkan kendaraan. Pengalaman setelah kendaraan dimiliki, termasuk kemudahan mendapatkan energi, juga menjadi bagian penting.
Home Charging memberikan keleluasaan karena pengguna tidak harus selalu mencari lokasi SPKLU untuk memenuhi kebutuhan perjalanan sehari-hari.
Kendaraan dapat diisi ketika sedang tidak digunakan. Dengan begitu, pemilik bisa menyiapkan kebutuhan mobilitas dari rumah tanpa harus menyempatkan waktu khusus untuk mencari tempat pengisian.
“Keputusan masyarakat membeli kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan teknologi kendaraan, tetapi juga pengalaman setelah kendaraan digunakan,” katanya.
Di Jawa Barat, pemanfaatan Home Charging menunjukkan pertumbuhan. Hingga Agustus 2026, PLN UID Jawa Barat mencatat 7.125 pelanggan telah menggunakan layanan tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 2.034 pelanggan merupakan pelanggan baru yang tercatat sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026.
2. Pelanggan Home Charging terus bertambah

Penggunaan home charging untuk kendaraan listrik. Dok PLN Pertumbuhan penggunaan Home Charging juga terlihat sepanjang Semester I 2026. PLN UID Jawa Barat mencatat penambahan 1.582 pelanggan pada Januari-Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 5,68 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 1.497 pelanggan baru.
Secara wilayah, pelanggan Home Charging terbanyak berada di Bandung dengan 1.497 pelanggan. Selanjutnya Bogor sebanyak 1.146 pelanggan dan Gunung Putri sebanyak 1.058 pelanggan.
Secara nasional, PLN mencatat pelanggan Home Charging telah mencapai lebih dari 92 ribu hingga Juni 2026. Peningkatan jumlah pengguna tersebut juga diikuti konsumsi listrik untuk pengisian kendaraan. Pada Semester I 2026, konsumsi listrik Home Charging Services mencapai 110,55 GWh, meningkat 93,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
3. SPKLU tetap jadi pilihan saat bepergian

SPKLU dikelola PLN UID Lampung. (Dok. PLN Lampung) Meski pengisian daya dari rumah semakin mudah, SPKLU tetap memiliki peran penting, terutama ketika pengguna kendaraan listrik melakukan perjalanan di luar rumah. Di Jawa Barat, PLN UID Jawa Barat telah mengoperasikan 501 SPKLU di 289 lokasi strategis hingga Desember 2025.
Kombinasi Home Charging dan SPKLU membuat pengguna EV dapat memilih lokasi pengisian sesuai kebutuhan. Home Charging dapat dimanfaatkan ketika kendaraan berada di rumah, sedangkan SPKLU menjadi pilihan ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan.
General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan PLN terus memperkuat kedua layanan tersebut agar masyarakat memiliki akses pengisian daya yang lebih fleksibel.
“Pengguna kendaraan listrik kini memiliki semakin banyak pilihan untuk mengisi daya. Di rumah, pelanggan dapat memanfaatkan Home Charging dengan lebih praktis dan fleksibel, sementara saat beraktivitas atau melakukan perjalanan tersedia SPKLU,” ujar Joharifin.
Untuk mendorong penggunaan Home Charging, PLN memberikan sejumlah insentif hingga 31 Desember 2026. Pelanggan dapat memperoleh diskon 50 persen biaya pemasangan baru dan tambah daya Home Charging, serta diskon tarif listrik 30 persen untuk pengisian kendaraan listrik pada pukul 22.00-05.00 WIB.
Seluruh pengajuan layanan Home Charging juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi PLN Mobile. Joharifin mengatakan penguatan layanan pengisian daya dari rumah hingga ruang publik diharapkan membuat masyarakat semakin mudah menggunakan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari.
“Ekosistem kendaraan listrik akan semakin kuat ketika penggunanya merasa mudah mendapatkan energi di mana pun dibutuhkan. Karena itu, kami terus memperkuat layanan dari rumah hingga ruang publik, agar masyarakat semakin nyaman beralih dan menggunakan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















