Muhammad Farhan Sudah Berencana Pimpin Kota Bandung Dua Priode

- Muhammad Farhan menyatakan ingin kembali maju sebagai Wali Kota Bandung pada Pilkada 2029 karena pembangunan kota dinilainya membutuhkan lebih dari satu periode.
- Farhan menegaskan tidak berniat mengejar jabatan gubernur atau daerah lain, meski mengingatkan masyarakat agar tidak sepenuhnya percaya pada ucapan politisi.
- Ia membantah hubungan retak dengan Wakil Wali Kota Erwin, menegaskan pemerintahan tetap satu tim untuk menangani tata kelola, fiskal, ekonomi, dan sampah.
Bandung, IDN Times - Muhammad Farhan tak menampik jika dia berencana untuk maju kembali menjadi orang nomor satu di Kota Bandung. Menurutnya, dalam membangun kota tidak akan cukup hanya dalam lima tahun saja.
Dia menuturkan, rencana dua periode ini juga sejalan dengan rencana Gubenur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sempat berbincang dengannya. Dalam sebuah acara Dedi berencana maju dua periode dan ini juga lah yang memantapkan langkah Farhan untuk maju lagi pada pemilu 2029.
"Saat itu Pak Dedi datang ke sebuah acara dan siap bangun Jawa Barat selama dua periode. Dia tanya Pak Wali dua periode kan? Siap (jawab Farhan). Jadi janji itu ma," papar Farhan ketika berbincang dengan IDN Times beberapa waktu lalu.
1. Tak kapok

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat berbicang dengan IDN Times. IDN Times/Debbie Sutrisno Meski banyak orang yang menghujat dia tidak terlihat kinerjanya, Farhan mematikan tidak kapok untuk menjadi Wali Kota Bandung. Namun, dia mematikan bahwa dirinya tidak akan naik ke jabatan lebih tinggi baik pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur atau daerah lainnya.
"Tapi di kota (Bandung) heula (dulu), dua periode," ungkapnya.
Meski demikian, dia pun menjelaskan bahwa ada hal yang seharusnya tidak selalu dipercaya oleh masyarakat, yaitu omongan politisi.
"Saya mah, tapi saya kasih pesan satu lagi. Jangan percaya omongan politisi," ungkapnya.
2. Belum tentu berpasangan dengan wakilnya saat ini

Wali Kota Bandung M Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin. (Dok. Humas Pemkot Bandung) Dalam pemilihan sebelumnya, Farhan berhasil memenangakan Pilwalkot Bandung bersama pasangannya, Erwin. Pasangan tersebut meraih kepemimpinan setelah diusung oleh partai koalisi, NasDem, PKB, Gelora, Buruh, dan didukung beberapa partai lainnya. Farhan-Erwin pun langsung memimpin Kota Kembang usai dilantik bersama dengan kepala daerah lainnya oleh Presiden Prabowo Subianto di Monas, Jakarta, 20 Februari 20205.
Selama satu tahun memimpin keduanya turut menggerakkan roda pemerintahan dan memenuhi sejumlah janji politik yang sempat disampaikan selama kampanye. Farhan-Erwin juga mengusung tagline Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, Agamis) sebagai fondasi pembangunan selama kepemimpinan sampai 2030 mendatang.
Meski demikian, ia mengakui duet mereka memang lahir dari proses politik yang tidak sederhana, tetapi menegaskan pemerintahan tidak boleh ikut terbelah karena dinamika politik. Menurut Farhan, persepsi mengenai hubungan yang tidak harmonis muncul karena masyarakat tidak terbiasa mendengar adanya keluhan yang disampaikan secara terbuka dari dalam pemerintahan.
"Karena orang terbiasa dengan fakta bahwa tidak pernah ada yang mengeluh. Jadi, ketika ada yang mengeluh, orang bertanya, siapa yang mengeluh? Kalau saya sendiri, tidak ada keluhan terhadap Pak Erwin. Semuanya baik-baik saja dan sesuai dengan aturan," kata dia.
3. Bantah hubungan retak dengan Erwin

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. IDN Times/Debbie Sutrisno Di sisi lain, Farhan juga membantah anggapan bahwa komunikasi dirinya dengan Erwin tidak berjalan baik. Ia memang mengakui tidak memiliki agenda rutin untuk bertemu setiap hari dengan wakil wali kota. Namun komunikasi tetap dilakukan ketika terdapat persoalan yang harus dibahas bersama.
"Saya tidak rutin. Saya memantau saja. Kalau memang ada sesuatu yang sangat rumit, baru kami berkomunikasi melalui telepon. Jadi, komunikasi atau pertemuan terjalin ketika memang ada hal yang harus dibahas," kata dia.
Ketika ditanya apakah hubungan mereka saat ini baik-baik saja, jawaban Farhan terdengar tegas.
"Aman. Tidak ada masalah. Kami masih satu tim dan akan tetap bersama sampai akhir masa jabatan. Saya juga tidak boleh mengajukan mosi kepada Menteri Dalam Negeri untuk meminta wakil saya diberhentikan. Tapi buat apa, kalau ada masalah apa pun, mari kita selesaikan bersama," ujar Farhan.
Jawaban serupa kembali ia sampaikan ketika ditanya apakah duet Farhan-Erwin akan bertahan hingga akhir masa jabatan.
"Masih. Kami tidak boleh membubarkan diri begitu saja. Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan bersama," lanjutnya.
Menjelang dua tahun masa kepemimpinan mereka, Farhan tampaknya tidak menampik bahwa dirinya dan Erwin memang memulai perjalanan dari jalur politik yang berbeda. Ia bahkan secara terbuka menyebutnya sebagai "kawin paksa".
Namun dari seluruh penjelasan yang disampaikan, satu hal yang terus ia tekankan adalah bahwa proses politik yang mempertemukan mereka tidak boleh berubah menjadi persoalan yang mengganggu jalannya pemerintahan.
Sebab bagi Farhan, tantangan yang dihadapi Kota Bandung hari ini jauh lebih besar dibandingkan perdebatan mengenai hubungan antara wali kota dan wakil wali kota. Persoalan tata kelola pemerintahan, kondisi fiskal daerah, pemulihan ekonomi, hingga sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah kota, menurutnya, membutuhkan satu hal yang sama: pemerintahan yang tetap bekerja dalam satu arah.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)

















