Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wali Kota Farhan Blak-blakan Belum Temukan Jagoan Parkir di Bandung

Kota Bandung
3 min read
Wali Kota Farhan Blak-blakan Belum Temukan Jagoan Parkir di Bandung
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat berbicang dengan IDN Times. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku belum menemukan figur di Pemkot yang dipercaya mampu mengelola persoalan parkir, meski calon pengelola telah diuji.

  • Farhan menilai akar masalah bukan sekadar target setoran, melainkan perubahan perilaku juru parkir dan lemahnya kontrol pemerintah terhadap pelanggaran aturan.

  • Parkir liar masih muncul, termasuk di trotoar Jalan Asia Afrika; Farhan meminta Dinas Perhubungan mencegah pengulangan pelanggaran tanpa bergantung pada intervensi wali kota.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Persoalan penataan parkir di Kota Bandung masih menjadi pekerja rumah yang belum bisa diselesaikan oleh pemerintah kota. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pun mengakui sampai saat ini belum ada sosok yang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

Farhan bahkan mengaku frustrasi ketika persoalan parkir liar yang terus berulang meski penertiban telah dilakukan. Ia menilai masalahnya bukan semata-mata soal menaikkan setoran parkir, melainkan bagaimana pemerintah mengubah perilaku juru parkir sekaligus memastikan aturan benar-benar dikendalikan.

"Parkir sampai hari ini saya belum menemukan orang Pemkot yang saya percaya ngurus parkir," kata Farhan dalam wawancara eksklusif dengan IDN Times.

  1. 1. Sudah tes beberapa pejabat tapi tidak ada yang jago

    WhatsApp Image 2026-09-30 at 11.31.56 AM.jpeg
    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat berbicang dengan IDN Times. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Menurut Farhan, dalam proses mencari figur yang tepat, dirinya tidak membutuhkan orang yang sekadar berbicara mengenai target penerimaan parkir. Dia mengklaim sudah menguji calon pengelola parkir, namun tidak menemukan sosok yang tepat.

    "Saya tes, kalau saya parkir saya bilang, 'pokoknya beres, Pak, nanti akan naik parkirnya'. Ya kumaha (ya gimana)? Karena yang perlu kita ubah itu bukan masalah menaikkan setoran parkir, tapi bagaimana cara mengubah karakter orang," ujarnya.

  2. 2. Farhan soroti juru parkir yang melanggar aturan

    1790593077728.jpg
    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Dok. Humas Pemkot Bandung)

    Farhan menilai persoalan parkir di Kota Bandung telah masuk ke masalah yang lebih mendasar, yakni lemahnya kontrol pemerintah terhadap aturan yang dibuat sendiri. Dia mencontohkan masih adanya juru parkir yang mengambil ruang yang seharusnya tidak digunakan untuk parkir.

    "Itu menunjukkan bahwa kita tidak punya kontrol terhadap peraturan kita sendiri," katanya.

    Kemudian, Farhan mengungkap contoh lain yang menurutnya paling mengganggu, yakni kawasan Jalan Asia Afrika di depan Gedung Merdeka. Dia mengatakan, Pemkot Bandung telah meninggikan trotoar dan memasang sejumlah penghalang agar sepeda motor tidak masuk ke area pejalan kaki.

    "Saya sudah tinggikan. Saya kasih bola di halangan. Hari ini masuk lagi, parkir. Itu diangkutan motornya," ucapnya.

  3. 3. Dishub Bandung kurang berperan maksimal

    1790593077718.jpg
    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Dok. Humas Pemkot Bandung)

    Ia mengaku sudah beberapa kali datang dan menegur para pelanggar tersebut. Namun, dia tidak ingin penyelesaian masalah kota bergantung pada dirinya yang harus turun langsung setiap kali terjadi pelanggaran.

    "Kalau saya terus yang turun di situ, enggak. Saya jadi tukang parkir, terjadi di balik kota," kata dia.

    Farhan menilai persoalan tersebut seharusnya dapat dicegah oleh perangkat Pemkot Bandung, khususnya bagian parkir pada Dinas Perhubungan. Menurut dia, wali kota tidak seharusnya menjadi orang yang harus berulang kali turun tangan mengawasi titik parkir bermasalah.

    "Harusnya dari Dinas Perhubungan bagian parkir bisa mencegah itu terulang. Kumaha weh carana (gimana caranya), Itu masih gagal," jelasnya.

    Karena itu, Farhan mengaku hingga kini masih mencari figur yang benar-benar memahami bagaimana mengelola persoalan parkir di Kota Bandung.

    "Saya belum menemukan jagoan parkir yang top di Kota Bandung," katanya.

    Lebih lanjut, Farhan menyebut persoalan parkir sebagai salah satu dari sejumlah sektor yang menurutnya paling sulit dibenahi di Kota Bandung. Ia mengatakan setidaknya ada empat sektor yang masih menjadi tantangan besar, yakni parkir, penerangan jalan umum (PJU), sarana-prasarana dan keselamatan jalan, serta lingkungan hidup.

    Untuk PJU, Farhan mengaku sudah mulai menemukan sosok yang dinilai tepat. Begitu pula untuk urusan sarana-prasarana dan keselamatan jalan.

    Sementara sektor lingkungan hidup masih memiliki pekerjaan rumah mulai dari kualitas udara dan air, ruang terbuka hijau, hingga pengelolaan sampah.

    "Ini empat hal yang paling sulit yang memang kita kelola bersama," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More