Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

DPRD Kritik Penyegelan 243 Kios Pasar Ciroyom Oleh Perumda Pasar Juara

Kota Bandung
3 min read
DPRD Kritik Penyegelan 243 Kios Pasar Ciroyom Oleh Perumda Pasar Juara
Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun, Pedagang Dipindah Bertahap. Dok Diskominfo Bandung
  • DPRD Kota Bandung mengkritik penyegelan 243 kios Pasar Ciroyom oleh Perumda Pasar Juara, yang dinilai mengalihkan isu keberatan pedagang terhadap harga sewa revitalisasi.

  • Pedagang mendukung revitalisasi, tetapi mempersoalkan harga sekitar Rp12,5 juta hingga Rp30 juta per meter persegi; kios rata-rata 4,8 meter persegi dan pembayaran diminta lunas Desember 2026.

  • Andri Gunawan menilai penyegelan tergesa-gesa karena menghambat penjualan stok pedagang, meminta dialog harga, serta mempertanyakan kesiapan PBG, AMDAL, dan UKL-UPL revitalisasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Penyegelan 243 kios pedagang di Pasar Ciroyom oleh Perumda Pasar Juara disebut sebagai langkah mengalihkan isu utama yang tengah dipersoalkan pedagang, yakni kenaikan harga sewa untuk rencana revitalisasi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan. Menurut Andri, para pedagang bukan menolak revitalisasi Pasar Ciroyom, mereka keberatan dengan besaran harga yang ditetapkan Perumda Pasar Juara.

Berdasarkan informasi dari pedagang, harga yang diminta Perumda Pasar Juara mencapai sekitar Rp12,5 juta per meter persegi per kios. Dengan rata-rata luas kios 4,8 meter persegi, pedagang harus membayar sekitar Rp60 juta dan diminta melunasinya pada Desember 2026.

  1. 1. Mendukung revitalisasi asal harganya masuk akal

    WhatsApp Image 2026-09-30 at 6.44.48 AM.jpeg
    Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun, Pedagang Dipindah Bertahap. Dok Diskominfo Bandung

    Hanya saja, fakta di lapangan ada yang sampai Rp30 juta per meter persegi per kios, sehingga para pedagang meminta kejelasan kepada Perumda Pasar. Andri mengatakan, pedagang yang kiosnya disegel rata-rata merupakan mereka yang meminta kejelasan soal harga dan mengadu ke DPRD Provinsi Jawa Barat.

    "Jangan dialihkan isunya jadi seolah-olah kita menolak revitalisasi. Kita mendukung revitalisasi dengan harga yang masuk akal," kata Andri, Sabtu (3/10/2026).

  2. 2. Penyegelan dilakukan secara tergesa-gesa

    WhatsApp Image 2026-09-30 at 6.48.16 AM (1).jpeg
    Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun, Pedagang Dipindah Bertahap. Dok Diskominfo Bandung

    Andri juga menyayangkan langkah penyegelan yang menurutnya dilakukan tergesa-gesa. Sebab, pedagang yang kiosnya disegel tetap harus menanggung barang dagangan yang telah dibeli sebelum kios ditutup.

    "Ya, kalau kita mah menyayangkan langkah penyegelan yang dilakukan tergesa-gesa begitu. Karena bagaimanapun harus diingat kalau pedagang mau jualan pasti belanja dulu. Artinya ketika mereka disegel, apa yang sudah mereka beli kan jadi nggak bisa dijual," katanya.

    Lebih lanjut, Andri mempertanyakan alasan Perumda Pasar Juara memilih menyegel kios, dibandingkan mengundang pedagang yang keberatan untuk berdialog mengenai besaran harga sewa.

    "Jadi saya kira ya kan tidak sulit untuk PD Pasar memanggil para pedagang yang protes, dialog bersama terkait dengan besaran harga yang akan dibebankan para pedagang," katanya.

  3. 3. Pertanyakan izin revitalisasi

    WhatsApp Image 2026-09-30 at 6.48.16 AM.jpeg
    Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun, Pedagang Dipindah Bertahap. Dok Diskominfo Bandung

    Menurutnya, Perumda Pasar Juara sebagai perusahaan milik Pemerintah Kota Bandung, tidak semestinya hanya mengedepankan kepentingan bisnis. Ia meminta pedagang tetap diposisikan sebagai masyarakat yang harus mendapat pelayanan.

    "PD Pasar ini kan bukan entitas swasta murni, dia milik pemerintah kota. Artinya di sana bukan hanya ada ruang bisnis, di sana juga ada ruang service, public service gitu," ucapnya.

    Andri juga mempertanyakan kesiapan dokumen dalam rencana revitalisasi Pasar Ciroyom. Ia meminta agar keberadaan PBG, AMDAL, dan UKL-UPL dipastikan sebelum revitalisasi dilaksanakan.

    "PBG-nya sudah ada? Apakah Amdal-nya sudah ada? UKL-UPL-nya sudah ada? Kok kelihatannya sangat tergesa-gesa sekali dengan Pasar Ciroyom ini," katanya.

    Andri menegaskan kembali bahwa dirinya mendukung revitalisasi agar kondisi Pasar Ciroyom menjadi lebih baik. Namun, ia menolak besaran harga yang dinilai terlalu tinggi bagi pedagang.

    "Saya mendukung revitalisasi supaya Pasar Ciroyom jadi bersih dan tidak becek. Tapi saya menolak harga yang diberikan kepada pedagang terlampau tinggi. Itu saja sederhana gitu," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More