Perbaikan Pasar Ciroyom Ditarget Rampung 2028, Pedagang Mulai Dipindah

- Perumda Pasar Juara menargetkan revitalisasi Pasar Ciroyom Bandung rampung sekitar 2028, dengan penataan lantai dasar seluas 9.000 meter persegi dan pemindahan pedagang bertahap ke TPPS.
- Revitalisasi dilakukan setelah uji kelayakan menemukan sejumlah masalah bangunan, termasuk instalasi listrik yang hanya memiliki tingkat kelayakan sekitar 27 persen, demi keselamatan dan kualitas layanan.
- Hak pakai lantai satu telah berakhir; pedagang lama dikenai harga dasar Rp12 juta per meter persegi, sementara pedagang baru Rp23 juta. Sebanyak 743 dari 1.054 ruang telah terjual.
Bandung, IDN Times - Revitalisasi Pasar Ciroyom, Kota Bandung, terus berjalan. Perumda Pasar Juara menargetkan proses penataan pasar tersebut rampung dalam waktu sekitar dua tahun.
Selama proses pembangunan berlangsung, pedagang tidak akan langsung dipindahkan seluruhnya. Perumda Pasar Juara menyiapkan Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) di kawasan eks-terminal di sisi utara pasar agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.
“Kalau dari perencanaan teknis itu kita buat timeline-nya memang panjang. Ini hampir dua tahun. Tapi mudah-mudahan bisa lebih cepat,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Juara Kota Bandung, Pradana Aditya Wicaksana di Pasar Ciroyom, Selasa (29/9/2026).
1. Revitalisasi dilakukan setelah bangunan dinilai

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun, Pedagang Dipindah Bertahap. Dok Diskominfo Bandung Aditya mengatakan revitalisasi Pasar Ciroyom dilakukan setelah pihaknya melakukan uji kelayakan terhadap kondisi bangunan pasar. Uji tersebut mencakup struktur bangunan, instalasi mekanikal elektrikal, plumbing hingga proteksi kebakaran. Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah bagian yang membutuhkan penanganan.
Salah satunya instalasi listrik yang berdasarkan hasil uji hanya memiliki tingkat kelayakan sekitar 27 persen.
“Dari hasil uji keandalan bangunan tersebut, Perumda Pasar merencanakan revitalisasi pasar sebagai bagian untuk menjamin keandalan bangunan, menjamin keselamatan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan serta mengembalikan fungsi Pasar Ciroyom sebagai pusat perdagangan yang layak,” kata Aditya.
Pasar Ciroyom dibangun pada 2004 oleh pihak ketiga, PT Anugerah Parahyangan Jaya (APJ). Kerja sama tersebut berakhir pada 2024 dan aset serta pengelolaan pasar kemudian diserahterimakan kepada Perumda Pasar Juara.
Setelah proses serah terima, Perumda Pasar melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan sekaligus memverifikasi administrasi hak pakai ruang dagang para pedagang.
2. Hak pakai pedagang lama dan baru berbeda

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun, Pedagang Dipindah Bertahap. Dok Diskominfo Bandung Aditya mengatakan hak pakai ruang dagang bagi pedagang lantai satu telah berakhir pada 2 Oktober 2025. Pedagang lama yang masih ingin melanjutkan aktivitas perdagangan perlu membeli kembali hak pakai ruang dagang dengan masa berlaku 20 tahun.
Penetapan harga menggunakan hasil kajian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Untuk pedagang lama, harga dasar ditetapkan Rp12 juta per meter persegi, sedangkan pedagang baru dikenakan harga dasar Rp23 juta per meter persegi.
“Dalam penentuan harga itu ada koefisien. Batas bawahnya Rp12 juta namun di situ ada biaya-biaya, ada koefisien. Sehingga kita lihat tempat itu premium atau tidak,” ujarnya.
Besaran hak pakai setiap ruang dagang juga mempertimbangkan luas, jenis, zona atau lokasi hingga posisi ruang dagang. Menurut Aditya, perbedaan harga tersebut menjadi bagian dari kebijakan untuk memberikan perlindungan kepada pedagang existing sekaligus mencegah ruang dagang dikuasai sebagai objek investasi atau disewakan kembali.
Pedagang yang ingin memiliki lebih dari satu ruang dagang juga akan dikenakan skema harga progresif. “Jangan sampai terjadi ada monopoli ruang dagang. Kita harus menampung juga pedagang-pedagang yang di sini ada yang dulu statusnya hanya nyewa,” katanya.
Saat ini terdapat 1.054 ruang dagang di Pasar Ciroyom. Sebanyak 743 ruang dagang atau sekitar 70,2 persen telah terjual hak pakainya.
“Alhamdulillah kegiatan ini mendapat dukungan dari teman-teman pedagang. Karena sudah 70,2 persen pedagang yang melakukan registrasi pembelian ruang dagang,” ujar Aditya.
3. Pedagang akan dipindahkan secara bertahap

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun, Pedagang Dipindah Bertahap. Dok Diskominfo Bandung Revitalisasi akan berfokus pada area lantai dasar yang menjadi pusat aktivitas perdagangan. Luas keseluruhan lantai yang akan ditata mencapai sekitar 9.000 meter persegi.
Agar aktivitas perdagangan tetap berjalan selama pembangunan, Perumda Pasar menyiapkan TPPS di kawasan eks-terminal di sisi utara pasar. Setelah TPPS selesai, pedagang akan dipindahkan secara bertahap atau parsial. Dengan skema tersebut, tidak seluruh pedagang dipindahkan dalam waktu bersamaan.
“Nanti saat TPPS sudah jadi dan itu akan jadi akses baru juga ke atas nanti pedagang akan pindah ke TPPS,” jelas Aditya.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ciroyom, Haji Dadi, menyambut baik revitalisasi tersebut. Ia berharap pembangunan bisa dipercepat sehingga fasilitas pasar dapat segera kembali dimanfaatkan pedagang dan masyarakat.
“Dari dulu sudah berapa kali ganti wali kota, Ciroyom terkenalnya becek. Nah, sekarang ada pembangunan. Mudah-mudahan pembangunan itu lebih meningkatkan daya beli para pedagang. Kalau bisa Ramadan itu sudah bisa dipakai parkir lagi dan warga sudah bisa mulai belanja,” ujarnya.
4. Pedagang minta keamanan dan kenyamanan diperhatikan

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun, Pedagang Dipindah Bertahap. Dok Diskominfo Bandung Pedagang jamur, Koko Abdul Kholik, mengatakan para pedagang pada prinsipnya mendukung program Perumda Pasar Juara untuk memperbaiki dan menata Pasar Ciroyom. Ia berharap revitalisasi tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.
“Semua pedagang insyaallah mendukung dengan program-program Perumda dengan perbaikan pasar sampai semuanya dirubah, sampai diperbaiki,” ujar Koko.
Koko meminta aspek keamanan dan pengelolaan parkir menjadi perhatian selama maupun setelah proses revitalisasi. Ia juga menyoroti keberadaan bangunan permanen di sejumlah lorong yang dinilai menghambat aktivitas dan pergerakan di dalam pasar.
“Lorong-lorong yang ada bangunan-bangunan yang sifatnya permanen yang mengganggu aktivitas itu dibersihkan semua. Supaya tidak mengganggu aktivitas lalu lintas yang lain,” katanya.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Bandung, Dicky Wishnumulya Ristandi, mengatakan Pemkot Bandung menyambut baik revitalisasi Pasar Ciroyom.
Menurutnya, penataan pasar diharapkan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang digunakan pedagang sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian di sekitar kawasan.
“Kami dari Pemerintah Kota Bandung dalam hal ini sangat menyambut baik adanya revitalisasi Pasar Ciroyom karena pertama, akan meningkatkan sarana dan prasarana yang akan dinikmati oleh pedagang juga untuk meningkatkan perekonomian sekitar pasar ikut terdongkrak oleh kegiatan ini,” ujar Dicky.
Dicky mengatakan, aset Pasar Ciroyom telah dipisahkan dan diserahkan kepada Perumda Pasar Juara sebagai salah satu BUMD Kota Bandung. Pemkot Bandung kemudian menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap pengelolaan aset tersebut.
Setiap rencana revitalisasi yang dilakukan Perumda Pasar, lanjut Dicky, tetap dilaporkan kepada Wali Kota Bandung dan telah mendapat persetujuan Wali Kota selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), termasuk penetapan harga hak pakai ruang dagang yang telah melalui penilaian KJPP.
“Secara teknis itu menjadi kewenangan dari direksi,” tuturnya.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















