Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Farhan Turun Tangan Cek Soal Jalan Bandung Macet Imbas Proyek BRT

Kota Bandung
Farhan Turun Tangan Cek Soal Jalan Bandung Macet Imbas Proyek BRT
Farhan Ancam Segel Six Nine Padel Diduga Dalangi Pemangkasan 10 Pohon di Jalan Riau. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Proyek halte BRT di Bandung mulai memicu kemacetan, terutama di Jalan Jakarta, berdasarkan laporan yang diterima Wali Kota Muhammad Farhan.
  • Farhan akan meninjau lapangan untuk mengukur dampak proyek terhadap lalu lintas, khususnya separator bus yang mempersempit ruang kendaraan.
  • Separator BRT terpasang di sejumlah ruas, termasuk Ahmad Yani, Asia Afrika, Sudirman, Rajawali, Otista, Muhammad Toha, dan Alun-Alun Bandung; Pemkot terus berkoordinasi menangani dampaknya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Proyek pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung mulai berdampak terhadap kemacetan, salah satunya terjadi di Jalan Jakarta. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pun mendapatkan laporan mengenai kemacetan akibat proyek ini.

Farhan mengatakan, dirinya akan meninjau langsung pembangunan BRT untuk melihat sejauh mana proyek tersebut memengaruhi kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kota Bandung.

"Saya akan keliling untuk melihat efek pembangunan BRT," ujar Farhan saat ditemui wartawan di Balai Kota Bandung, Kamis (20/8/2026).

  1. 1. Dampak pembangunan sudah sangat terasa

    WhatsApp Image 2026-08-12 at 15.13.26.jpeg
    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Dok Humas Bandung)

    Menurutnya, kondisi kemacetan akibat pembangunan proyek BRT sebelumnya tidak terlalu terlihat. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, kemacetan mulai terjadi, termasuk di Jalan Jakarta.

    "Karena kemarin agak terlalu adem, kayaknya siga nu euweuh nanaon pembangunan teh (Seperti tidak ada masalah pembangunan itu). Tapi begitu semalam saya dengar ternyata menimbulkan kemacetan, nah, saya baru akan turun," katanya.

    Farhan mengatakan, dampak pembangunan BRT berpotensi semakin terasa seiring berjalannya proyek. Salah satu hal yang menjadi perhatiannya yakni keberadaan separator khusus bus yang membuat lebar jalan menjadi lebih sempit.

    "Karena nanti dampaknya akan makin lama makin bertambah, terutama dengan pembangunan pemisah atau separator. Separator khusus untuk bus. Itu kan mempersempit jalan," ucapnya.

  2. 2. Kemacetan tidak hanya terjadi di Jalan Jakarta

    WhatsApp Image 2026-07-31 at 11.36.59 AM.jpeg
    Farhan Ancam Segel Six Nine Padel Diduga Dalangi Pemangkasan 10 Pohon di Jalan Riau. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Farhan menyebut separator BRT tidak hanya berada di Jalan Jakarta. Infrastruktur tersebut juga ditempatkan di sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur pembangunan BRT. Di antaranya Jalan Ahmad Yani, Asia Afrika, Sudirman, Rajawali, Otista, Muhammad Toha hingga kawasan Alun-Alun Bandung.

    "Di Jalan Jakarta, Ahmad Yani, Asia Afrika, Sudirman, Rajawali, Otista, Muhammad Toha sampai Alun-Alun," kata Farhan.

    Ia pun mengakui keberadaan separator tersebut membuat ruang kendaraan semakin terbatas. Karena itu, Farhan mengaku masih mempelajari dampak pembangunan BRT terhadap kelancaran lalu lintas sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

    "Nah, itu makanya. Makanya ini saya sedang pelajari dulu bagaimana dampaknya," ujarnya.

  3. 3. Farhan akan berkoordinasi dengan pihak BRT

    IMG_20260707_084826.jpg
    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Di sisi lain, Farhan memastikan Pemerintah Kota Bandung terus berkomunikasi dengan pihak terkait pembangunan BRT. Dia menekankan pentingnya koordinasi agar persoalan lalu lintas yang muncul selama pembangunan dapat segera diketahui dan ditangani.

    Menurut Farhan, dirinya tidak ingin mengetahui persoalan di lapangan setelah dampaknya semakin besar. Karena itu, ia akan mengawasi langsung kondisi pembangunan BRT.

    "Kalau dengan BRT, kami melakukan komunikasi terus, ya. Jangan sampai nanti saya merasa kecolongan, saya ngamuk deui di jalanan, hoream empan," katanya.

    Farhan menegaskan, pengawasan ke lapangan akan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lalu lintas dan dampak pembangunan BRT terhadap pengguna jalan.

    "Ya, itu dia yang akan saya awasi langsung sekarang ke lapangan," ujarnya.

    Saat ditanya mengenai keberadaan separator yang sudah terpasang, Farhan mengatakan infrastruktur tersebut sebenarnya telah ditempatkan sejak awal pembangunan.

    "Sudah dari awal. Separator mah sudah ada dari awal juga. Makanya saya hafal jalannya mana saja," kata Farhan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More