Tegur Pemotor Knalpot Bising, Rumah Rois Syuriah NU Bandung Dirusak

- Rumah Uye Waryo, Rois Syuriah MWCNU di Kampung Arcamanik, Kabupaten Bandung, dirusak sejumlah pemuda pada Rabu malam, 19 Agustus 2026.
- Insiden bermula saat Uye menegur pengendara motor berknalpot bising yang melintas; pemuda tersebut diduga membuntuti korban lalu merusak rumahnya.
- Polisi menangkap tiga terduga pelaku yang kini diperiksa intensif. Kerusakan meliputi pintu, kaca, dan barang korban, dengan kerugian sekitar Rp1 juta.
Bandung, IDN Times - Peristiwa kurang mengenakan dialami oleh Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Uye Waryo. Rumahnya yang berada di Kampung Arcamanik, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dirusak sejumlah pemuda pada Rabu (19/8/2026).
Peristiwa ini juga sempat viral di media sosial di mana terlihat rekaman video menunjukkan kondisi rumah korban sudah dalam keadaan berantakan karena dirusak oleh oknum tersebut. Dugaan aksi premanisme ini pun saat ini tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.
1. Sempat ditegur secara baik-baik

Ilustrasi Kriminal (IDN Times/Etwar Hukunala) Sementara, berdasarkan informasi yang didapatkan IDN Times, peristiwa itu bermula ketika Uye dan beberapa warga sedang bersantai di halaman rumah. Tiba-tiba datang seorang pemuda yang menggunakan knalpot motor bising melintas di rumahnya.
Merasa terganggu, Uye lantas menegur pemuda tersebut secara baik-baik. Namun, diduga tak terima ditegur, pemuda tersebut membuntuti Uye hingga masuk ke dalam rumah dan langsung merusak fasilitas rumah.
2. Perusakan dilakukan di luar hingga dalam rumah

Ilustrasi kriminal (IDN Times/Arief Rahmat) Kapolsek Cimenyan, Kompol Deni Rusnandar, membenarkan adanya kejadian tersebut. Kini, polisi sudah menangkap tiga orang yang diduga terlibat melakukan perusakan.
"Betul, kejadiannya tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB di Kampung Arcamanik. Terduga pelaku merusak pintu, kaca, serta beberapa barang milik korban," kata dia saat dikonfirmasi pada Kamis (20/8/2026).
3. Polisi tengah melakukan penyelidikan

ilustrasi kriminal (pexels.com/RODNAE Productions) Deni juga menambahkan, situasi di sekitar lokasi sudah kondusif. Adapun nominal kerugian yang diderita oleh korban ditaksir senilai Rp 1 juta. Ke depan, dia berharap warga agar menahan emosi untuk tak melakukan aksi balasan.
"Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Tiga orang sedang kami lakukan pemeriksaan intensif di Mapolsek," kata dia.















