HUT ke-81 Provinsi Jabar, KDM Ungkap Lima PR yang Belum Terselesaikan

- Pemprov Jabar tidak menggelar pesta rakyat besar pada HUT ke-81. Gubernur Dedi Mulyadi mengakui lapangan kerja belum memadai, sehingga investasi didorong agar warga bisa bekerja di daerah sendiri.
- Infrastruktur jalan kabupaten dan desa, sekolah rusak serta keterbatasan ruang SMA/SMK masih perlu dibenahi. Pemprov berkomitmen membangun sekolah baru dan berharap anggaran perbaikan jalan mencukupi.
- KDM menyoroti akses kesehatan bagi warga tanpa atau dengan BPJS yang tidak menanggung penyakitnya, masalah sampah dan pencemaran, abrasi, serta perlunya peningkatan produksi pangan.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak mengadakan pesta rakyat secara besar-besaran di hari jadi ke-81. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM juga menyampaikan beberapa hal yang masih belum maksimal di usia Jabar yang sudah matang tersebut.
KDM mengatakan, masih banyak warga Jawa Barat yang harus pergi ke luar daerah, bahkan ke luar negeri untuk mencari pekerjaan. Kondisi tersebut terjadi karena lapangan kerja yang tersedia di Jawa Barat belum mampu menampung seluruh pencari kerja.
"Saya sebagai Gubernur Jawa Barat karena belum bisa menyiapkan lapangan kerja terbuka yang sangat banyak sehingga harus pergi ke luar negeri karena keterbatasannya lapangan kerja di Jawa Barat," kata KDM, Rabu (19/8/2026).
1. Investasi belum membuahkan tingginya serapan tenaga kerja warga asli Jabar

Wajah baru Gedung Sate di era kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Menurut KDM, investasi harus terus didorong agar semakin banyak lapangan kerja tersedia di Jawa Barat. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk mencari pekerjaan dan dapat bekerja di kampung halamannya sendiri.
"Semoga ke depan kita akan terus mendorong investasi agar rakyat Jawa Barat bisa bekerja di kampung halamannya sendiri," ujarnya.
Memasuki usia 81 tahun, KDM juga mengakui pemerintah belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan dasar masyarakat.
"Kelurangannya banyak sekali, pencapaiannya belum sesuai dengan harapan. Untuk itu kami akan terus berusaha dan bekerja agar seluruh harapan itu bisa terwujud," tuturnya.
2. Pemerataan pendidikan juga belum bisa terpenuhi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis) Salah satu pekerjaan rumah yang masih harus dibenahi adalah infrastruktur jalan. Menurut KDM, kondisi jalan provinsi saat ini relatif lebih baik, tetapi masih banyak jalan kabupaten dan desa yang mengalami kerusakan.
Dia berharap pemerintah kabupaten dan desa memiliki anggaran yang cukup untuk memperbaiki infrastruktur tersebut.
"Jalan-jalan desa masih banyak yang rusak. Semoga nanti para bupati dan para kepala desanya memiliki anggaran yang cukup agar bisa membangun jalan kabupaten dan jalan desanya. Semoga juga provinsi memiliki anggaran yang cukup agar bisa membantunya," katanya.
Persoalan pendidikan juga masih menjadi perhatian. KDM menyebut masih terdapat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang mengalami kerusakan.
Sementara untuk jenjang SMA dan SMK, persoalan yang dihadapi lebih banyak terkait keterbatasan jumlah ruang dan gedung sekolah.
Karena itu, Pemprov Jabar berkomitmen terus membangun sekolah baru agar semakin banyak anak di Jawa Barat dapat melanjutkan pendidikan.
"Kita harus terus membangun sekolah-sekolah baru agar di Jawa Barat rakyatnya bisa sekolah minimal sampai SMA dan SMK," ujar KDM.
3. Pelayanan kesehatan pun masih banyak yang harus dimaksimalkan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Di sektor kesehatan, KDM mengungkapkan masih terdapat warga yang datang ke rumah sakit tanpa memiliki BPJS Kesehatan. Di sisi lain, ada pula warga yang sudah memiliki BPJS, tetapi penyakit yang diderita tidak masuk dalam layanan yang ditanggung.
Kondisi tersebut membuat warga prasejahtera yang harus menjalani pengobatan secara mandiri terbebani biaya kesehatan. Pemprov Jabar, kata KDM, akan terus membantu warga yang membutuhkan sesuai dengan kemampuan pemerintah daerah.
Ia mencontohkan bantuan kepada seorang warga yang memiliki tunggakan biaya perawatan hingga ratusan juta rupiah di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
"Tadi malam juga saya membereskan tunggakan warga Rp162 juta ke Rumah Sakit Hasan Sadikin. Dia nunggak dan dia harus operasi lagi, dia bingung. Kita akan terus memberikan bantuan, dukungan agar bisa terobati," katanya.
Persoalan lingkungan juga masih menjadi pekerjaan rumah. KDM menyoroti kondisi gunung yang gundul, sungai yang dipenuhi sampah, hingga wilayah pesisir yang mengalami abrasi. Pemprov Jabar pun berupaya mengatasi persoalan sampah melalui pembangunan fasilitas pengelolaan sampah yang dapat mengubah sampah menjadi energi listrik di sejumlah wilayah.
KDM berharap fasilitas tersebut dapat dibangun secara merata sehingga persoalan sampah di Jawa Barat dapat ditangani secara lebih menyeluruh.
Selain itu, sebagai salah satu lumbung pangan nasional, produksi pertanian, peternakan, dan perikanan di Jawa Barat masih perlu ditingkatkan. Dia juga meminta pencemaran sungai dan udara terus ditekan karena lingkungan yang bersih menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.
"Kemudian pencemaran lingkungannya harus dihindarkan. Jangan sampai mencemari sungai, udara dan merusak kualitas kehidupan masyarakat," katanya.
Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat akan ditandai dengan rapat paripurna istimewa DPRD Jawa Barat yang digelar di Pasanggrahan Pancarasa, halaman Gedung Sate, Rabu (19/8/2026) malam.
KDM berharap berbagai pekerjaan rumah tersebut dapat diselesaikan secara bersama-sama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

















