Wali Kota Farhan Dorong Bandung Jadi Pusat Finansial Indonesia

- Pemkot Bandung mendorong kota ini menjadi Pusat Finansial Indonesia melalui penguatan ekosistem teknologi, termasuk data center vertikal yang didukung iklim sejuk dan rencana pasokan listrik PSEL Legok Nangka.
- Bandung membuka peluang investasi di sektor pariwisata, perdagangan, pasar tradisional, dan pendidikan; target realisasi 2026 Rp11 triliun setelah semester pertama melampaui Rp6 triliun.
- Investor yang menghidupkan bangunan cagar budaya ber-SK Pemkot Bandung ditawari PBB Rp1, dengan syarat mempertahankan karakter dan nilai sejarah gedung.
Bandung, IDN Times - Bandung tak hanya ingin dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata. Pemerintah Kota Bandung kini mendorong visi yang lebih besar dengan menjadikan Kota Kembang sebagai salah satu Pusat Finansial Indonesia (PFI) sekaligus financial hub nasional.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai Bandung memiliki modal untuk mengembangkan industri berbasis teknologi dan keuangan. Gagasan tersebut disampaikan Farhan dalam Investor Day 2026 di Hotel Grandia Kota Bandung, Rabu (19/8/2026).
“Bandung itu pas banget kalau dijadikan sebagai PFI (Pusat Finansial Indonesia),” kata Farhan.
1. Bandung ingin naik kelas

Wali Kota Farhan Dorong Bandung Jadi Pusat Finansial Indonesia. Dok Diskominfo Bandung Farhan mengatakan, rencana menjadikan Bandung sebagai PFI tidak terlepas dari visi pemerintah kota untuk membangun ekosistem teknologi. Menurutnya, Bandung terlebih dahulu perlu bertransformasi menjadi financial hub agar perkembangan industri berbasis teknologi dapat semakin kuat.
Salah satu peluang yang dilirik adalah pembangunan pusat data atau data center. Farhan menilai kondisi geografis Bandung yang relatif sejuk dapat menjadi salah satu faktor pendukung efisiensi operasional pusat data.
Pemkot Bandung juga melihat peluang pembangunan data center secara vertikal di sejumlah lokasi. Rencana tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari pengembangan industri teknologi tanpa harus bergantung pada ketersediaan lahan yang luas.
“Bandung sudah sangat siap untuk menjadi salah satu PFI,” tuturnya.
Dukungan energi juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan. Farhan menyebut rencana suplai listrik dari proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka dalam beberapa tahun mendatang dapat memperkuat kebutuhan energi untuk pengembangan industri tersebut.
2. Target investasi Bandung tembus Rp11 triliun

Ilustrasi investasi dan pertumbuhan nilai aset. (Sumber: Pixabay) Gagasan menjadikan Bandung sebagai pusat finansial juga dibarengi dengan upaya Pemkot Bandung menarik investasi masuk ke berbagai sektor.
Farhan mengatakan pemerintah kota membuka peluang investasi seluas-luasnya, terlebih dengan semakin terkoneksinya Bandung dan berkembangnya sejumlah sektor strategis.
“Pada kesempatan sekarang kita membuka pintu seluas-luasnya bagi para investor untuk masuk Kota Bandung. Berbagai macam peluang itu besar sekali,” kata Farhan.
Sektor pariwisata dan perdagangan disebut masih menjadi peluang investasi yang besar. Kembali beroperasinya penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara, penataan pasar tradisional hingga pengembangan sektor pariwisata menjadi bagian dari peluang yang ditawarkan kepada investor.
Pemkot Bandung menargetkan realisasi investasi mencapai Rp11 triliun sepanjang 2026. Farhan optimistis target tersebut dapat tercapai setelah realisasi investasi hingga semester pertama telah melewati Rp6 triliun.
“Target sebetulnya Rp11 triliun, tapi insyaallah bisa tercapai karena di semester satu saja sudah tercapai lebih dari Rp6 triliun,” ujarnya.
Selain sektor ekonomi, Bandung juga ingin memanfaatkan kekuatan sebagai kota pendidikan. Banyaknya perguruan tinggi berkualitas dinilai dapat menjadi daya tarik untuk mendatangkan talenta dari berbagai daerah.
“Dengan jumlah perguruan tinggi berkualitas yang banyak di Kota Bandung kami ingin mengundang talenta-talenta terbaik di luar Kota Bandung untuk berkuliah di Kota Bandung,” kata Farhan.
3. Investor ditawari PBB Rp1 untuk hidupkan cagar budaya

Gedung Merdeka, Bandung (google.com/maps/Syafiqurrahman) Selain menawarkan proyek dan sektor strategis, Pemkot Bandung menyiapkan insentif bagi investor yang tertarik menghidupkan kembali bangunan bersejarah.
Farhan mengatakan pemerintah kota menawarkan kebijakan PBB sebesar Rp1 bagi gedung yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dan memiliki Surat Keputusan (SK) dari Pemkot Bandung.
Insentif tersebut diberikan agar investor tertarik memanfaatkan kembali bangunan bersejarah tanpa menghilangkan karakter dan nilai sejarahnya.
“Sehingga akan bisa mengundang para investor untuk bisa masuk dan membangun kembali gedung-gedung cagar budaya itu tanpa menghilangkan karakternya sama sekali,” ujarnya.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu tawaran dalam gelaran Investor Day 2026. Pemkot Bandung berharap investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga menjaga aset sejarah sekaligus memperkuat ekosistem usaha di Kota Bandung.
Dengan berbagai potensi tersebut, Farhan ingin Bandung berkembang tidak hanya sebagai kota wisata dan pendidikan. Kota ini diarahkan menjadi simpul baru teknologi, investasi, hingga keuangan di tingkat nasional.

















