26 Ton Kopi Java Halu Bandung Barat Diekspor ke Benua Eropa

- Kopi Java Halu dari Gunung Halu, Bandung Barat, diekspor ke Inggris sebanyak 26 ton senilai 250 ribu dolar AS, menandai daya saing kopi Jawa Barat di pasar global.
- Pemprov dan BI Jawa Barat mendorong keberlanjutan ekspor melalui penjagaan kualitas, pengembangan komoditas lokal, pendampingan UMKM, bantuan peralatan, serta business matching dengan pembeli.
- Java Halu melibatkan sekitar 20 petani dari 200 keluarga petani, dengan 80 persen aktivitas Halu Farm dikerjakan perempuan; setelah Eropa, pasar China sedang dipersiapkan.
Bandung Barat, IDN Times - Kopi asal Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, semakin melebarkan sayap ke pasar internasional. Kopi Java Halu diekspor ke Eropa khususnya Inggris dengan volume mencapai satu kontainer atau sekitar 26 ton dengan nilai mencapai 250 ribu dollar AS.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, ekspor kopi Java Halu menjadi bukti bahwa kopi dari Jawa Barat memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global. Ia berharap ekspor tersebut tidak berhenti pada satu pengiriman, tetapi terus berlanjut dan merambah negara lain.
"Kita berharap ini terus berkesinambungan, tidak berhenti di sini. Jangan merasa puas sudah ekspor ke Eropa, bagaimana menjaga kualitas itu sendiri sehingga untuk bisa diekspor ini bisa terbuka terus, baik di Amerika dan benua lainnya," ujar Erwan dalam pelepasan ekspor, Selasa (18/8/2026).
1. Kualitas kopi dari Jabar diterima di luar negeri

26 Ton Kopi Java Halu Bandung Barat Diekspor ke Benua Eropa. IDN Times/Debbie Sutrisno Erwan mengatakan hampir seluruh kabupaten di Jawa Barat memiliki potensi kopi. Komoditas tersebut tumbuh di berbagai kawasan pegunungan sehingga menjadi salah satu produk perkebunan yang dapat terus dikembangkan untuk pasar ekspor.
Menurutnya, keberhasilan Java Halu menembus pasar Eropa patut menjadi kebanggaan sekaligus pemicu bagi daerah lain untuk mengembangkan produk kopi masing-masing.
"Jawa Barat ini hampir seluruh kabupaten menghasilkan kopi, ini ada pertanaman kopi di banyak gunung. Java Halu ini tidak akan tersaingi, kita bangga sebagai pelopor yang besar ke Eropa," katanya.
Erwan juga berencana mendorong adanya kegiatan yang mempertemukan petani kopi dari berbagai daerah di Jawa Barat. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkenalkan keragaman kopi Jabar sekaligus memperluas akses pasarnya.
Tak hanya kopi, Erwan menyebut Jawa Barat memiliki sejumlah komoditas perkebunan lain yang berpeluang dikembangkan untuk pasar internasional, seperti teh.
Erwan juga menyebut nilai ekspor Jawa Barat pada semester I 2026 telah mencapai 19,6 miliar dolar AS. Namun, nilai impor masih cukup tinggi, yakni sekitar 5,8 miliar dolar AS. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Jawa Barat untuk terus memperkuat produksi lokal dan memperbesar pasar ekspor.
2. BI dorong UMKM naik kelas dan tembus ekspor

26 Ton Kopi Java Halu Bandung Barat Diekspor ke Benua Eropa. IDN Times/Debbie Sutrisno Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Junanto Herdiawan mengatakan peningkatan ekspor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Saat ini pertumbuhan ekonomi Jabar berada di level 5,7 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Menurut Junanto, terdapat empat mesin utama pertumbuhan ekonomi, yakni konsumsi, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor. Dari keempat komponen tersebut, ekspor masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan.
"Kalau ekspor bisa didorong, ini bisa naik lagi. Sekarang menarik karena kalau mesin ekspor bisa ditingkatkan maka empat mesin jalan supaya pertumbuhan ekonomi tinggi," ujar Junanto.
BI Jabar pun mendorong pelaku UMKM binaannya agar tidak hanya bertahan menjalankan usaha, tetapi mampu naik kelas hingga menembus pasar internasional.
Salah satunya melalui pendampingan terhadap Java Halu. BI memberikan dukungan berupa bantuan peralatan serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dalam berbagai kegiatan bisnis.
"UMKM yang dibina ini bukan hanya untuk survive saja, harus naik kelas dan tembus ekspor. Salah satunya ini kopi Java Halu, kita beri bantuan mesin juga dan kita bantu bukan hanya jalan ke pameran, tapi business matching dengan buyer," katanya.
Junanto menilai pengembangan UMKM juga membutuhkan ekosistem yang kuat. Karena itu, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting agar produk lokal mampu berkembang dan memiliki daya saing.
3. Java Halu siapkan pasar baru ke China

26 Ton Kopi Java Halu Bandung Barat Diekspor ke Benua Eropa. IDN Times/Debbie Sutrisno Pemilik Java Halu Rani Mayasari mengatakan, ekspor ke Eropa menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan kopi Gunung Halu. Dalam proses produksinya, Java Halu melibatkan sekitar 20 petani dari sekitar 200 kepala keluarga petani di kawasan Gunung Halu.
Produksi kopi ceri dari kawasan tersebut mencapai sekitar 5 ton setiap hari. Menariknya, sekitar 80 persen aktivitas di Halu Farm melibatkan perempuan.
"Pada hari ini kami akan ekspor ke Eropa, ini dari Gunung Halu dan lain-lain. Perjalanan ekspor ini tidak lepas dari BI Jabar, pendampingan inklusif ini hingga bantuan alat," ujar pemilik Java Halu.
Ia mengatakan dukungan Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung Barat turut membantu meningkatkan produktivitas petani. Hal tersebut penting agar Java Halu mampu memenuhi permintaan dari pasar luar negeri secara berkelanjutan.
Selain mempertahankan pasar Eropa, Java Halu kini mulai membidik pasar baru. China menjadi salah satu negara yang tengah dipersiapkan sebagai tujuan ekspor berikutnya.

















