Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Yudi Budiana Digadang-gadang Jadi Calon Tunggal Ketua HIPMI Bandung

Kota Bandung
Yudi Budiana Digadang-gadang Jadi Calon Tunggal Ketua HIPMI Bandung
Calon ketua HIPMI Kota Bandung, Yudi Budiana (tengah). Dok IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Yudi Budiana digadang menjadi calon tunggal Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung periode 2026-2029 setelah Okky Nugraha dan Lea Fadlan mencabut pencalonan serta mendukungnya.
  • Yudi menyebut dukungan bersama lahir dari komunikasi intensif dan kesamaan visi, misi, program, serta nilai; ia ingin melanjutkan capaian kepengurusan sebelumnya.
  • Visinya menjadikan HIPMI Bandung rumah pengusaha muda dan penggerak ekonomi, melalui program ruang temu, ruang aksi, serta ruang tumbuh untuk memperkuat bisnis anggota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Nama Yudi Budiana mulai muncul ke publik dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung periode 2026-2029. Dia digadang-gadang akan menjadi calon tunggal setelah dua nama yang sebelumnya mengambil formulir pendaftaran, Okky Nugraha dan Lea Fadlan, mengurungkan niatnya.

Keduanya pun menyatakan sepakat memberikan dukungan kepada Yudi untuk menjadi ketua baru BPC HIPMI Kota Bandung. Kesepakatan tersebut dilakukan di Tumbuh di Boemi Kafe, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (17/8/2026) malam.

  1. 1. Kedua calon lainnya melimpahkan dukungan ke Yudi

    Ilustrasi Pengusaha/Wirausahawan (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi Pengusaha/Wirausahawan (IDN Times/Aditya Pratama)

    Yudi mengatakan keputusan tersebut lahir melalui proses komunikasi dan diskusi yang dilakukan secara intensif. Menurut dia, dinamika dalam proses pemilihan merupakan bagian dari demokrasi organisasi.

    "Saya juga berdiskusi sama Kang Okky beberapa kali, saya juga berdiskusi sama Kang Lea beberapa kali. Begitu pun Kang Okky mungkin juga berdiskusi sama Kang Lea. Itu proses yang sangat lumrah dan bagian dari demokrasi," kata Yudi.

    Yudi menyebut kesamaan visi, misi, program, dan nilai menjadi titik temu yang membuat ketiganya memilih berjalan bersama.

    "Secara program, kemudian visi misi, kemudian values, itu setidaknya kita bisa berjalan barengan," ujarnya.

  2. 2. Yudi memastikan siap melanjutkan program ketua sebelumnya

    Ilustrasi Pengusaha/Wirausahawan (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi Pengusaha/Wirausahawan (IDN Times/Aditya Pratama)

    Dalam deklarasi bersama tim pemenangan Yudi, Okky dan Lea turut menyatakan sikap untuk tidak melanjutkan pencalonan dan memberikan dukungan kepada Yudi.

    Yudi sendiri membawa gagasan untuk melanjutkan capaian kepengurusan sebelumnya sekaligus meningkatkan sejumlah aspek yang dinilai masih perlu diperkuat.

    Ia menilai standar kepemimpinan HIPMI Kota Bandung di bawah arahan Ibrahim Imaduddin Islam sudah cukup tinggi karena berhasil menghimpun pengusaha-pengusaha dengan kapasitas yang kuat.

    "Ketua umum sebelumnya sudah mengkurasi pengusaha-pengusaha yang sangat terkurasi dan bagus-bagus. Contohnya Kang Lea, Kang Okky, bisnisnya mungkin lebih besar dari saya," kata Yudi.

  3. 3. HIPMI Bandung merupakan rumah para pengusaha anak muda

    Kisah pengusaha sukses di Indonesia
    ilustrasi pengusaha sukses (unsplash.com/krakenimages)

    Menurutnya, keberagaman kapasitas dan jejaring pengusaha tersebut dapat menjadi akselerator bagi HIPMI Kota Bandung ke depan. Terkait arah organisasi ke depan, Yudi memaparkan visi yang akan diusungnya, yaitu mewujudkan HIPMI Kota Bandung sebagai rumah bersama pengusaha muda yang terkoneksi, berdampak berkelanjutan, dan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi anak muda Kota Bandung.

    "Visi kamijelas, HIPMI Kota Bandung ini rumah bersama untuk pengusaha muda. Bukan cuma tempat berkumpul, tapi harus benar-benar jadi lokomotif yang menggerakkan ekonomi anak muda di kota ini," kata Yudi.

    Untuk mewujudkan visi tersebut, Yudi menawarkan konsep tiga ruang utama sebagai program kerja, yaitu ruang temu sebagai pusat interaksi dan informasi bagi seluruh anggota, ruang aksi sebagai kanal akses dan kolaborasi ke berbagai pemangku kepentingan, serta ruang tumbuh yang memastikan setiap program organisasi berdampak langsung terhadap pertumbuhan bisnis anggota.

    "Yang realistis kami capai di periode ini adalah meletakkan fondasi yang kokoh dan membuka kanal kerja sama, supaya bisa diteruskan kepengurusan berikutnya sama seperti kita hari ini melanjutkan apa yang sudah dirintis sebelum kita," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More