Sampah Menumpuk 32 Tahun, KDM Minta Bandung Merdeka dari Sampah

- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti tumpukan sampah yang disebut belum terangkat selama 32 tahun di saluran air sekitar Jalan Rajiman, dekat Disdik Jabar.
- Menurut Dedi, aktivitas perdagangan yang memakai saluran air dan pengabaian sampah memicu penumpukan. Ia meminta pemerintah serta masyarakat mengubah perilaku demi Bandung merdeka dari sampah.
- Dalam peringatan HUT ke-81 RI, Dedi juga menyoroti ketimpangan layanan dasar: sekitar 500 warga Jabar belum berlistrik dan infrastruktur di sejumlah daerah masih terbatas.
Bandung, IDN Times - Persoalan sampah di Kota Bandung tidak luput dari perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM. Bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Sate, KDM menyinggung adanya tumpukan sampah yang belum diangkat selama puluhan tahun di Kota Bandung.
Politikus Partai Gerindra itu mengungkapkan, ada salah satu saluran air yang tersumbat karena tumpukan sampah selama 32 tahun tak tertangani oleh pemerintah daerah.
"Saya ungkap deh di Bandung ini ada satu saluran air yang sampahnya 32 tahun baru diangkat," ujar KDM, Senin (17/8/2026).
1. Sampah menumpuk di saluran air kantor Disdik Jabar

Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung KDM mengatakan, tumpukan sampah selama puluhan tahun ini ada di sekitar Jalan Rajiman, dekat dengan kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat. Tumpukan sampah ini terjadi dari aktivitas perdagangan yang saat ini bangunnya sudah ditertibkan.
"Di depan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, di saluran airnya, 32 tahun hitungan saya. Karena itu bertumpuk-bertumpuk-bertumpuk. Nah Bandung ini kan terjadi karena itu, saluran airnya digunakan untuk berdagang, sampahnya tidak diperhatikan bertumpuk," ujar dia.
2. Masyarakat harus sadar dalam menangani sampah

Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung Menurut dia, persoalan ini menjadi hal yang harus diselesaikan tidak hanya oleh pemerintah saja, melainkan mental masyarakatnya pun harus diubah. Dia meminta dalam momentum HUT ke-81 RI ini masyarakat Kota Bandung harus bisa merdeka dari sampah.
"Coba lihat sekarang. Nah ini problemanya itu menurut saya hitung 32 tahun ada deh itu sampah di situ gitu loh. Nah artinya ini harus dimerdekakan. Artinya setiap orang harus memiliki hak dan memiliki kewajiban," tuturnya.
3. Dedi Mulyadi sebut layanan dasar di Jabar masih belum sepenuhnya terpenuhi

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Sebelumnya, KDM juga menyinggung soal layanan dasar yang masih belum merata sejak 81 tahun Indonesia merdeka. Salah satu yang disoroti nya yaitu soal masih adanya 500 warga di Jabar yang belum menerima akses listrik. Padahal, Jabar merupakan provinsi penghasil listrik terbesar. Hal itu dirasakannya merupakan sebuah ironi.
"PLTA ada di sini, geotermal ada di sini, bahkan di Cirata sekarang ada PLTS. Nah, pembangunan ini selama ini sering kali mengabaikan daerah-daerah yang menjadi sumber produksi. Sehingga daerah sumber produksi itu sering mengalami penderitaan," kata KDM dalam sambutannya.
Selain itu, masalah lainnya yang harus segera dibenahi yaitu terkait dengan infrastruktur. Menurut dia, terdapat sejumlah kabupaten dan kota di Jabar contohnya Garut, Sukabumi, dan Cianjur yang infrastrukturnya masih belum memadai.
"Kan kita masih banyak daerah yang menuju jalan besar aja harus melewati daerah yang berliku-liku ya," ucap dia.
















