Kursi VIP Upacara HUT RI Jabar Diisi Petani hingga Tukang Sapu

- Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menempatkan petani, nelayan, pengemudi ojol, buruh bangunan, dan petugas kebersihan di kursi VIP upacara HUT ke-81 RI sebagai penghargaan atas kontribusi mereka.
- Dedi mengakui persoalan dasar belum tuntas: sekitar 80.000 warga Jabar belum mendapat akses listrik, meski jumlahnya turun dari lebih 500.000 saat ia mulai menjabat pada 2025.
- Pemprov Jabar menargetkan akses listrik tuntas pada 2027 serta menekankan perlindungan kesehatan agar warga tidak berutang setelah mendapat layanan rumah sakit.
Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM turut memberikan tempat yang berbeda terhadap tamu upacara bendera HUT ke-81 RI di Halaman Gedung Sate atau Pesanggrahan Pancarasa, Senin (17/8/2026). Dedi memberikan kursi VIP khusus petugas kebersihan, ojek online (ojol), dan petani.
Sementara itu, para pejabat dan tamu undangan dari unsur pemerintahan serta TNI-Polri berada di bagian depan area tersebut. Dedi mengatakan, penempatan warga sipil di area VIP merupakan bentuk penghargaan kepada masyarakat.
"Saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya. Kami juga menyampaikan permohonan maaf pada saat ini kita berada di luar arena tenda VIP. Karena tenda VIP hari ini diisi oleh para petani, nelayan, ojol, Grab, termasuk kuli bangunan," ujar KDM, Senin (17/8/2026).
1. Sebanyak 3.000 tukang sapu ditempatkan di kursi VIP

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Menurutnya, para tamu VIP saat ini sudah bekerja keras untuk menyelesaikan berbagai pembangunan di Jawa Barat, termasuk pembangunan halaman Gedung Sate yang kini diberi nama Pesanggrahan Pancarasa.
KDM juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas kebersihan yang mengikuti upacara tersebut. Dedi mengatakan, para tukang sapu setiap hari bekerja membersihkan jalan-jalan di wilayah Jawa Barat.
"Hari ini upacara juga diikuti oleh para tukang sapu yang setiap hari membersihkan seluruh areal jalan-jalan di Provinsi Jawa Barat, yang hampir kita rekrut lebih dari 3.000 orang," katanya.
2. KDM minta maaf karena belum bisa 'memerdekakan' Jabar

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut, Dedi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat. Dedi mengakui masih ada persoalan mendasar yang belum sepenuhnya diselesaikan pemerintah.
"Selama 81 tahun Indonesia merdeka, kami belum bisa memerdekakan seluruh rakyat Jawa Barat," ucapnya.
Dedi menyebut, saat ini masih ada sekitar 80.000 warga Jawa Barat yang belum mendapatkan akses jaringan listrik. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan persoalan tersebut dapat diselesaikan pada 2027.
Dedi menyampaikan, ketika mulai menjabat pada 2025, terdapat lebih dari 500.000 warga Jawa Barat yang belum memiliki akses listrik. Kondisi tersebut menurutnya ironis, mengingat Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan sumber energi besar, mulai dari pembangkit listrik tenaga air hingga energi panas bumi.
"Ironi itu harus kita selesaikan secara bersama, dengan upaya melakukan penataan dalam sistem keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk terarah pada aspek yang menjadi kebutuhan dasar warga," katanya.
3. KDM pastikan masyarakat bisa menikmati layanan dasar yang adil

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil) KDM menegaskan, pemerintah juga harus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan dan tidak terbebani persoalan biaya ketika membutuhkan pelayanan medis.
"Tidak boleh lagi ada rakyat Jawa Barat yang masuk ke rumah sakit, pulangnya berutang karena ketidakmampuan keuangan," katanya.
Pembangunan kesejahteraan masyarakat, kata dia, membutuhkan kerja bersama antara Pemprov Jabar, DPRD Jabar, serta seluruh instansi vertikal di Jawa Barat.
"Tujuan kita adalah satu, mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur," katanya.

















