Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

HUT RI ke-81, Walkot Farhan Dorong Kemandirian Pelayanan Publik

Kota Bandung
HUT RI ke-81, Walkot Farhan Dorong Kemandirian Pelayanan Publik
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaknai HUT ke-81 RI sebagai dorongan membangun pelayanan publik mandiri yang memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • Pemkot Bandung memprioritaskan layanan pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, dan pelayanan umum agar dapat diakses optimal oleh seluruh warga kota.
  • Bandung menyiapkan kolaborasi dengan Kementerian Riset dan Teknologi serta Danantara untuk teknologi pengolahan sampah berkapasitas besar dan minim bau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bandung tidak hanya dimaknai melalui upacara dan berbagai kegiatan perayaan. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai semangat kemerdekaan juga harus diterjemahkan dalam bentuk pelayanan publik yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut Farhan, tema kemerdekaan tahun ini yang menekankan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur memiliki kaitan erat dengan upaya pemerintah daerah membangun kemandirian. Salah satunya dengan memastikan layanan dasar dapat diberikan secara optimal kepada masyarakat.

  1. 1. Sektor pendidikan dan kesehatan harus diutamakan

    IMG-20260713-WA0013.jpg
    Farhan Pastikan MPLS Bebas Perpeloncoan, Seluruh Anak Dapat Sekolah. Dok Pemkot Bandung

    Farhan mengatakan kata berdaulat menjadi salah satu hal yang disorot dalam peringatan HUT ke-81 RI. Ia mengaitkannya dengan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kemandirian, termasuk dalam bidang pangan dan energi. Menurutnya, semangat tersebut juga dapat diterapkan di tingkat pemerintah daerah melalui pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

    "Yang menjadi sorotan sebetulnya adalah kata berdaulat. Itu fokus dengan apa yang disampaikan dalam pidato Pak Presiden kemarin, salah satunya masalah swasembada pangan, swasembada energi, dan kemampuan kita menjadi mandiri," ujar Farhan, Senin (17/8/2026).

    Ia mengatakan Pemkot Bandung tengah menerjemahkan semangat kemandirian tersebut melalui berbagai layanan publik. Kemandirian Kota Bandung tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dan energi. Pemerintah kota juga berupaya memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar secara optimal.

    Beberapa sektor yang menjadi perhatian yakni pendidikan, kesehatan, hingga layanan administrasi kependudukan dan pelayanan umum lainnya.

    "Ini yang sedang difokuskan juga di Kota Bandung sehingga kita bisa memberikan pelayanan. Kita menerjemahkannya bahwa layanan pendidikan, layanan kesehatan, dan layanan kependudukan umum lainnya bisa kita fokuskan secara mandiri," katanya.

    Menurut Farhan, pelayanan tersebut harus dapat diberikan kepada seluruh warga yang berada di Kota Bandung.

  2. 2. Sampah juga masuk agenda kemandirian

    IMG_20260602_090932.jpg
    Sampah di TPS Cijambe Menumpuk, DLH Lakukan Pembersihan. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Persoalan sampah turut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung membangun kemandirian. Farhan mengungkapkan pemerintah kota tengah menyiapkan kolaborasi dengan Kementerian Riset dan Teknologi serta Danantara untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah.

    Teknologi tersebut ditargetkan mampu mengolah sampah dalam jumlah signifikan sekaligus mengurangi persoalan bau yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam pengolahan sampah.

    "Kalau sampah sudah pasti. Insyaallah ada kabar berita baik. Pemerintah Kota Bandung, Kementerian Riset dan Teknologi, dan Danantara bersama-sama akan mengembangkan sebuah teknologi baru pengolahan sampah yang insyaallah akan bisa mengolah sampah dengan jumlah yang cukup signifikan, tetapi juga tidak menimbulkan bau," tutur Farhan.

    Ia mengatakan kerja sama tersebut dijadwalkan mulai memasuki tahap kick off pada Jumat. Adapun lokasi yang disiapkan merupakan tempat pengolahan sampah.

  3. 3. Kemerdekaan belum selesai seluruhnya

    IMG_20250626_121744.jpg
    Pemeriksaan kesehatan deteksi dini. Dokumentasi Generali

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemerdekaan belum selesai hanya karena bendera Merah Putih telah berkibar. Menurut dia, kemerdekaan harus dirasakan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

    Prabowo menyampaikan hal itu dalam Pidato Presiden Republik Indonesia dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya.

    "Kemerdekaan belum selesai hanya karena bendera kita bendera Merah Putih telah berkibar," kata orang nomor satu di Indonesia itu.

    Dia mengatakan kemerdekaan harus terasa di meja makan rakyat, ruang kelas anak-anak, puskesmas, dan rumah sakit. Kemerdekaan juga harus terasa dalam masa depan setiap keluarga Indonesia. Menurut Prabowo, hal itu menjadi makna Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai alat perjuangan. Setiap rupiah yang dikumpulkan negara harus kembali menjadi harapan nyata bagi rakyat.

    "Setiap rupiah yang dikumpulkan oleh negara harus kembali menjadi harapan yang nyata bagi rakyat," kata Prabowo.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More