Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kawasan Industri Kreatif Didorong Maksimalkan Qris untuk Transaksi

Kota Bandung
Kawasan Industri Kreatif Didorong Maksimalkan Qris untuk Transaksi
Kepala BI Jabar Junanto Kawasan Industri Kreatif Didorong Maksimalkan Qris untuk Transaksi. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • BI Jawa Barat mendorong kawasan industri kreatif, termasuk The Hallway Space Pasar Kosambi, memaksimalkan QRIS untuk mendukung transaksi dan pemberdayaan UMKM yang digerakkan anak muda.
  • Pada triwulan II 2026, transaksi QRIS Jabar mencapai 1,46 miliar atau tumbuh 187,06 persen tahunan, dengan nilai Rp125,35 triliun dan 14,49 juta pengguna.
  • Melalui Pekan QRIS Nasional 2026, BI Jabar memperluas edukasi dan penggunaan QRIS di pasar, kampus, pariwisata, UMKM, serta ruang kreatif dengan fokus keamanan dan perlindungan konsumen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Bank Indonesia Jawa Barat mendorong kawasan industri kreatif seperti The Hallway Space di Pasar Kosambi untuk memaksimalkan penggunaan pembayaran digital (Qris) dalam setiap transaksinya. Saat ini industri kreatif di sejumlah daerah termasuk Bandung sedang mengalami peningkatan sehingga perputaran uangnya tidak sedikit,.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan industri kreatif yang dihuni anak muda menunjukkan dampak positif dalam pertumbuhan perekonomian di daerah.

"Industri kreatif ini juga bagian dari memberdayakan UMKM dan ini digerakkan oleh anak muda makanya kita mencari pertumbuhan ekonomi baru, sumber ekonomi baru di Jawa Barat ini," kata Junanto ditemui di Pasar Kosambi, Senin (17/8/2026).

  1. 1. Pengguna Qris terus meningkat

    IMG_20260817_152315.jpg
    Kawasan Industri Kreatif Didorong Maksimalkan Qris untuk Transaksi. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Menurutnya, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Jawa Barat terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga triwulan II 2026, volume transaksi QRIS di Jawa Barat mencapai 1,46 miliar transaksi, tumbuh 187,06 persen secara tahunan (year on year/yoy).

    Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan nilai transaksi dan jumlah pengguna. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan mengatakan jumlah pengguna QRIS di Jabar mencapai 14,49 juta atau 22,99 persen dari total pengguna secara nasional. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.

    "Pada triwulan II 2026, volume transaksi QRIS di Jawa Barat mencapai 1,46 miliar transaksi, tumbuh 187,06 persen (yoy), dengan nominal sebesar Rp125,35 triliun atau tumbuh 135,73 persen (yoy)," ujar Junanto.

  2. 2. Jabar Capai 14,49 Juta

    IMG_20260817_152058.jpg
    Kawasan Industri Kreatif Didorong Maksimalkan Qris untuk Transaksi. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Junanto mengatakan, perkembangan transaksi QRIS di Jawa Barat menunjukkan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas masyarakat. QRIS kini tidak hanya digunakan untuk transaksi perdagangan, tetapi mulai masuk ke berbagai sektor kehidupan.

    Jumlah pengguna QRIS di Jawa Barat mencapai 14,49 juta orang. Angka tersebut setara dengan 22,99 persen dari total pengguna QRIS secara nasional dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.

    Selain pengguna, jumlah merchant QRIS di Jawa Barat juga cukup besar. Hingga triwulan II 2026, tercatat sebanyak 9,87 juta merchant yang telah menggunakan QRIS. Jumlah tersebut memiliki pangsa 22,01 persen dari total merchant QRIS secara nasional.

    "Perkembangan ini menunjukkan bahwa QRIS semakin diterima dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Jawa Barat," kata Junanto.

  3. 3. QRIS mulai masuk pasar hingga pariwisata

    IMG_20260817_155628.jpg
    Kepala BI Jabar Junanto Kawasan Industri Kreatif Didorong Maksimalkan Qris untuk Transaksi. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Bank Indonesia Jawa Barat terus memperluas penggunaan QRIS melalui berbagai kegiatan di sejumlah sektor. Rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 di Jabar menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan pembayaran digital dengan aktivitas masyarakat.

    Rangkaian tersebut diawali dengan QRISKeun Pasar Parahyangan melalui program Pasar PAKAI atau Praktis, Aman, Kekinian, Andal, dan Inklusif QRIS. Program kemudian diperluas ke Pasar Modern Batununggal untuk mendorong transaksi digital di sektor perdagangan.

    Edukasi juga menyasar generasi muda melalui QRISKeun Universitas Padjadjaran dan QRISKeun STIE Pasundan. Kegiatan tersebut memberikan edukasi mengenai QRIS dan pelindungan konsumen kepada lebih dari 9.000 mahasiswa.

    Sementara di sektor pariwisata, Bank Indonesia memberikan edukasi kepada pengemudi dan pemandu Bandros mengenai QRIS serta PeKA atau Peduli, Kenali, dan Adukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan transaksi digital.

    Penggunaan QRIS kemudian diterapkan dalam program QRISKeun Bandros pada 16-17 Agustus 2026 dengan tarif khusus bagi masyarakat yang melakukan pembayaran menggunakan QRIS.

    Pada puncak PQN 2026 di Jawa Barat digelar melalui QRISKeun The Hallway Space di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut memadukan transaksi digital dengan ruang kreatif dan aktivitas ekonomi masyarakat.

    Junanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa QRIS dapat memberikan manfaat di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, UMKM, pendidikan, pariwisata hingga ruang kreatif.

    "Pekan QRIS Nasional menjadi momentum untuk semakin mendekatkan QRIS kepada masyarakat. Melalui semangat QRIS-na Hiji, Mangpaatna Réa, Bank Indonesia ingin menunjukkan bahwa satu standar pembayaran dapat memberikan banyak manfaat dan hadir di berbagai aktivitas masyarakat," ujarnya.

    Menurutnya, penggunaan QRIS akan terus didorong dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan pelindungan konsumen. BI Jabar juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, media, dan berbagai mitra untuk memperluas ekosistem pembayaran digital.

    "Setelah rangkaian Pekan QRIS Nasional berakhir, semangat QRISKeun Jabar tentu tidak berhenti di sini. Kami berharap penggunaan QRIS terus menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari dengan tetap mengedepankan keamanan dan pelindungan konsumen," kata Junanto.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More