Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari Solo dan Padang, Kisah Ayu dan Daffa Terima Penghargaan di Great Wall

Kota Bandung
Dari Solo dan Padang, Kisah Ayu dan Daffa Terima Penghargaan di Great Wall
Ayu dan Daffa foto bersama Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Al Busyra Basnur, didampingi jajaran pengurus organisasi di Great Wall, Tiongkok. (Dok.Istimewa)
  • Ayu Prawitasari dari Solo dan Sulthan Daffa Alzana dari Padang menjadi pemenang pertama Sayembara Menulis 2026, mengungguli 727 peserta dari seluruh Indonesia.
  • Ayu menang lewat esai “Membayangkan China dari Jawa”, sedangkan Daffa melalui “Bertanilah Sampai ke Negeri China” yang mengangkat perspektif pertanian Tiongkok.
  • Keduanya menerima penghargaan di Great Wall Badaling, mengunjungi Beijing, menghadiri perayaan HUT ke-81 RI di KBRI Beijing, dan bertemu Dubes RI Djauhari Oratmangun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Ribuan kilometer dari kampung halaman mereka, Ayu Prawitasari dan Sulthan Daffa Alzana berdiri di salah satu ikon paling terkenal di dunia, Great Wall Badaling, Tiongkok. Bukan sebagai wisatawan biasa, melainkan sebagai pemenang pertama Sayembara Menulis 2026 yang berhasil menyisihkan ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

Momen itu menjadi penutup manis dari perjalanan yang bermula dari dua kota berbeda. Ayu, seorang wartawan dan redaktur Harian Solopos di Solo, serta Daffa, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas di Padang, dipertemukan oleh sebuah kompetisi menulis yang mengangkat tema hubungan Indonesia dan Tiongkok.

Di kawasan Great Wall Badaling yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Beijing, keduanya menerima sertifikat penghargaan dari Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Al Busyra Basnur, didampingi jajaran pengurus organisasi tersebut pada Rabu (19/8/2026).

  1. 1. Menyisihkan 727 peserta dari seluruh Indonesia

    WhatsApp Image 2026-08-18 at 08.24.352.jpg
    (Dok.Istimewa)

    Perjalanan Ayu dan Daffa menuju Great Wall bermula dari Sayembara Menulis 2026 yang diselenggarakan PPIT bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, dan Indonesia-China Partnership Institution President University.

    Kompetisi tersebut diikuti oleh 727 peserta umum dari berbagai daerah. Sayembara digelar untuk memperingati 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Di tengah persaingan yang ketat, karya Ayu dan Daffa berhasil mencuri perhatian dewan juri hingga ditetapkan sebagai pemenang pertama.

  2. 2. Tulisan tentang Tiongkok membawa mereka ke Beijing

    WhatsApp Image 2026-08-18 at 08.24.351.jpeg
    (Dok.Istimewa)

    Ayu yang berprofesi sebagai wartawan dan redaktur Harian Solopos memenangkan sayembara melalui esai berjudul Membayangkan China dari Jawa. Melalui tulisannya, ia mencoba menggambarkan pandangannya mengenai Tiongkok dari sudut pandang masyarakat Indonesia.

    Menurut Ayu, kemenangan tersebut menjadi pengalaman berharga karena karya yang ditulisnya tidak hanya mendapatkan apresiasi, tetapi juga menjadi cara untuk berkontribusi dalam mempererat hubungan Indonesia dan Tiongkok.

    Sementara itu, Daffa, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas, meraih penghargaan lewat esai berjudul Bertanilah Sampai ke Negeri China. Ia mengangkat perspektif pertanian dan peluang pembelajaran yang bisa diambil dari perkembangan sektor tersebut di Tiongkok.

    Bagi Daffa, kemenangan itu menghadirkan kesempatan yang sebelumnya hanya menjadi bayangan: mengunjungi langsung negara yang menjadi inspirasi tulisannya.

  3. 3. Hadiah bukan sekadar perjalanan ke Tiongkok

    WhatsApp Image 2026-08-20 at 08.08.14.jpg
    Ayu dan Daffa foto bersama Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Al Busyra Basnur, didampingi jajaran pengurus organisasi di Great Wall, Tiongkok. (Dok.Istimewa)

    Kunjungan ke Tiongkok menjadi salah satu hadiah utama yang diterima kedua pemenang. Namun pengalaman yang mereka dapatkan tidak berhenti di sana.

    Selama berada di Beijing, Ayu dan Daffa berkesempatan menghadiri perayaan HUT ke-81 RI di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing. Mereka juga bertemu langsung dengan Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun.

    Selain perjalanan ke Tiongkok, keduanya turut menerima sejumlah hadiah lain dari penyelenggara. Namun lebih dari itu, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa sebuah tulisan mampu membuka jalan menuju pengalaman yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

    Dari Solo dan Padang, Ayu dan Daffa menunjukkan bahwa ide dan gagasan yang dituangkan lewat tulisan bisa membawa seseorang melintasi batas kota, negara, bahkan sampai ke salah satu bangunan paling bersejarah di dunia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More