BRT Bandung Masih Dikritik Warga, Farhan: Kami Akan Beberes

- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui pembangunan BRT dipersepsikan negatif akibat kemacetan dan kondisi proyek, serta meminta maaf sambil menjanjikan pengerjaan cepat, rapi, dan aman.
- Dishub Bandung membenahi trotoar serta median jalan yang memicu kemacetan. Warga diminta melaporkan masalah melalui 112, media sosial, atau wartawan untuk membantu pengawasan proyek.
- BRT ditargetkan rampung dan beroperasi penuh pada September 2027 dengan jalur khusus yang menghubungkan kawasan penting Bandung. Pemerintah juga merencanakan LRT sebagai pengembangan transportasi massal berikutnya.
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui pembangunan BRT dipersepsikan negatif karena kemacetan dan kondisi proyek, serta meminta maaf sambil menjanjikan pengerjaan cepat, rapi, dan aman.
- Dishub Kota Bandung membenahi trotoar serta median jalan yang berpotensi memicu macet. Warga diminta melaporkan masalah pembangunan melalui 112, media sosial, atau wartawan.
- BRT ditargetkan rampung dan beroperasi penuh pada September 2027 dengan jalur khusus menghubungkan kawasan penting. Pemkot juga merencanakan LRT sebagai pengembangan transportasi massal berikutnya.
Bandung, IDN Times - Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung masih menimbulkan persoalan di sejumlah ruas jalan. Selain membuat lalu lintas tersendat akibat pengerjaan jalur, kondisi sejumlah area pembangunan juga mendapat sorotan warga.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui keberadaan BRT saat ini masih mendapat persepsi negatif dari sebagian warga. Karena itu, ia memastikan Pemkot Bandung akan mengawasi proses pembangunan agar moda transportasi tersebut nantinya benar-benar memberikan manfaat.
"Terus terang, mohon maaf pisan, BRT ini masih terpersepsikan dengan sangat negatif di mata warga Bandung," ujar Farhan, Jumat (21/8/2026).
1. Pembangunan BRT bikin macet di sejumlah titik

Walkot Farhan Hentikan Sementara Izin Pembangunan BRT. Dok Diskominfo Farhan mengatakan Pemkot Bandung telah mendeteksi persoalan dalam pembangunan BRT sejak 14 Agustus 2026. Salah satunya setelah muncul konten yang memperlihatkan kondisi pembangunan yang dinilai berantakan.
Kontraktor, kata Farhan, sempat menyebut kerangka besi di lokasi dicuri sebagai salah satu penyebab. Namun, alasan tersebut menurutnya tidak bisa menjadi pembenaran.
Saat ini, Dinas Perhubungan Kota Bandung sebagai leading sector tengah melakukan pembenahan di sejumlah jalur trotoar dan median jalan. Pengerjaan median inilah yang dinilai paling berpotensi menimbulkan kemacetan.
"Ya, saya mohon maaf sekali menimbulkan kemacetan, tapi saya akan pastikan bahwa pengerjaannya akan cepat, rapi, dan tidak menimbulkan kecelakaan," katanya.
Farhan meminta masyarakat ikut melaporkan jika menemukan kemacetan maupun persoalan selama pembangunan berlangsung. Laporan bisa disampaikan melalui layanan 112, media sosial, maupun melalui wartawan.
2. BRT ditargetkan selesai dan beroperasi penuh 2027

Walkot Farhan Hentikan Sementara Izin Pembangunan BRT Pembangunan BRT Bandung secara keseluruhan ditargetkan rampung pada 2027. Farhan menyebut operasional penuh tanpa konstruksi tambahan ditargetkan dimulai September 2027.
BRT tersebut nantinya memiliki dedicated lane atau jalur khusus bus dengan separator. Jalurnya akan membentuk jaringan yang menghubungkan sejumlah kawasan penting di Kota Bandung.
Untuk jalur barat-selatan, rute dimulai dari Alun-alun Bandung menuju Sudirman, Rajawali, Stasiun Bandung, Otista, hingga Tegalega, kemudian kembali menuju Alun-alun.
Sementara jalur lainnya menghubungkan Alun-alun, Banceuy, Suniaraja, Ahmad Yani, Kiaracondong, Jalan Jakarta, Simpang Lima, hingga Asia Afrika.
Farhan berharap masyarakat ikut mengawasi pembangunan tersebut. Menurutnya, Pemkot Bandung membutuhkan warga sebagai "mata-mata" untuk memastikan pembangunan BRT berjalan sesuai tujuan.
"Kita akan bersama-sama merespons terhadap berbagai macam kekurangan yang ada," ujarnya.
3. Setelah BRT, Farhan punya mimpi bangun LRT

Ilustrasi LRT. (IDN Times/Anjani Asra) BRT bukan menjadi tujuan akhir pengembangan transportasi massal di Kota Bandung. Farhan menyebut pemerintah memiliki rencana lanjutan untuk menghadirkan moda transportasi berbasis rel ringan atau LRT. Ia mengibaratkan BRT Bandung seperti sistem Busway di Jakarta, tetapi dengan ukuran bus yang lebih kecil.
"Mimpi berikutnya adalah LRT," kata Farhan.
Menurutnya, LRT nantinya akan memiliki konsep yang berbeda dengan BRT. Moda tersebut disebut akan memiliki bentuk yang menyerupai kereta gantung.
Di sisi lain, Farhan juga memberikan perkembangan terkait 14 pohon di Jalan Pahlawan yang sebelumnya dikuliti. Dari jumlah tersebut, dua pohon dinyatakan tidak tertolong, sedangkan 12 lainnya masih dalam upaya penyelamatan.
Pemkot Bandung akan memulihkan bagian kambium pohon dengan membungkusnya menggunakan media tertentu serta memberikan obat khusus. Farhan memperkirakan kulit pohon yang rusak dapat kembali tumbuh dalam waktu sekitar tiga bulan.
"Yang 12 pohon lagi masih tertolong, kita akan perbaiki kambiumnya dengan cara membungkus dengan menggunakan medium dan juga diberi obat-obat khusus untuk mengembalikan si kulitnya supaya tumbuh kembali," katanya.
Terkait motif pengulitan pohon tersebut, Farhan mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. Pemkot Bandung untuk sementara lebih memprioritaskan penyelamatan pohon sebelum mengungkap motif pelaku.

















