Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

B2W Soroti Jalur Sepeda Bandung, Minta Ada Pembatas Beton

Kota Bandung
B2W Soroti Jalur Sepeda Bandung, Minta Ada Pembatas Beton
Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Banyak pelajar Bandung bersepeda ke sekolah, tetapi jalur terproteksi belum memadai dan pemahaman keselamatan di jalan raya masih perlu diperkuat.
  • Gerakan Nyapeda-Nyakola mengedukasi siswa melalui praktik lapangan; B2W akan mendampingi SMPN 55, 17, 13, dan 36 dengan modul keselamatan bersepeda.
  • B2W mendesak Pemkot Bandung menyediakan jalur sepeda berpenghalang fisik agar pesepeda terpisah dari kendaraan bermotor dan risiko kecelakaan berkurang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Bersepeda menjadi salah satu pilihan transportasi bagi sejumlah pelajar di Kota Bandung untuk berangkat ke sekolah. Namun, keselamatan mereka masih menjadi perhatian karena jalur sepeda yang terproteksi dari kendaraan bermotor dinilai belum memadai.

Guru SMPN 36 Bandung, Endang Mujiyatiningsih, mengatakan cukup banyak siswa di sekolahnya yang menggunakan sepeda untuk berangkat dan pulang sekolah. Sayangnya, sebagian dari mereka belum memahami cara bersepeda yang aman di jalan raya.

"Banyak anak-anak yang ternyata ke sekolah pakai sepeda, hanya mereka tuh belum tahu secara edukasinya bagaimana cara menggunakan sepeda ke sekolah," kata Endang usai Peresmian Gerakan Nyapeda-Nyakola di Balai Kota Bandung, Sabtu (22/8/2026).

  1. 1. Edukasi keselamatan dilakukan guna meminimalisir kejadian

    IMG-20260822-WA0022.jpg
    Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Endang mengatakan dirinya mengikuti Gerakan Nyapeda-Nyakola untuk memberikan edukasi langsung kepada pelajar mengenai keamanan dan keselamatan saat bersepeda. Ia juga mendirikan komunitas sepeda di SMPN 36 Bandung bersama Bike To Work, Bike Street, dan Polsku. Menurutnya, edukasi di lapangan lebih efektif karena siswa dapat langsung memahami kondisi jalan yang sebenarnya.

    "Kalau kita misalnya di sekolah aja kemudian memberikan edukasi tertib lalu lintas nggak bisa ya, abstrak. Tapi kalau misalnya dengan jalan turun ke jalan jadi mereka sedikit-sedikitnya tahu," ujarnya.

    Endang menilai kondisi jalan di sekitar SMPN 36 Bandung relatif aman karena tidak terlalu padat kendaraan. Namun, kondisi tersebut justru membuat sejumlah pengendara melaju dengan kecepatan tinggi.

    Karena itu, pihak sekolah terus mengingatkan siswa agar selalu berada di sisi kiri jalan ketika bersepeda. "Anak-anak itu karena sudah kami edukasi jadi selalu di pinggir, selalu di pinggir. Karena daerahnya itu daerah Pasar Induk Caringin," katanya.

    Komunitas sepeda di sekolahnya pun mendapat respons positif dari para pelajar hingga kepala sekolah. Meski begitu, masih ada orang tua yang melarang anaknya bersepeda ke sekolah karena khawatir terhadap keselamatan mereka.

  2. 2. Minta Pemkot Bandung memperhatikan keselamatan pesepeda

    IMG-20260822-WA0017.jpg
    Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Ketua B2W Bandung, Mochamad Andi Nurfauzi, mengatakan Gerakan Nyapeda-Nyakola juga menjadi upaya untuk mendorong terciptanya lingkungan bersepeda yang lebih aman bagi pelajar.

    Menurutnya, jangan sampai kembali terjadi kecelakaan yang melibatkan pesepeda, khususnya anak-anak sekolah. "Jangan sampai ada korban lagi yang ada di Bandung, khususnya pada anak-anak sekolah," kata Andi.

    B2W Bandung berencana mendatangi sejumlah sekolah untuk menyosialisasikan modul keselamatan bersepeda yang telah mereka susun. Untuk tahap awal, pendampingan akan dilakukan di beberapa sekolah, di antaranya SMPN 55, SMPN 17, SMPN 13, dan SMPN 36 Bandung.

    "Memang kami belum bisa menjangkau seluruh SMP, tapi hanya beberapa SMP dulu. SMP 55, SMP 17, SMP 13, SMP 36 kurang lebih itu yang mau kita approach untuk program pendampingannya," ujarnya. Modul tersebut memuat berbagai materi mengenai tata cara bersepeda di jalan raya. Pelajar akan diajarkan hal-hal teknis, mulai dari cara berpindah lajur hingga mengecek kondisi sepeda sebelum digunakan.

    Selain itu, siswa juga akan diberikan pemahaman mengenai perlengkapan keselamatan seperti helm serta pakaian atau jaket berwarna terang agar lebih mudah terlihat pengguna jalan lainnya.

  3. 3. Keselamatan pesepeda sangat penting

    Ilustrasi pesepeda (IDN Times/Aji)
    Ilustrasi pesepeda (IDN Times/Aji)

    Andi menilai persoalan keselamatan pesepeda tidak cukup hanya diselesaikan melalui edukasi. Infrastruktur berupa jalur sepeda yang terproteksi juga diperlukan untuk memisahkan pesepeda dari kendaraan bermotor.

    Menurutnya, jalur sepeda yang terproteksi penting untuk mencegah kecelakaan seperti yang pernah terjadi terhadap pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.

    "Bukan hanya lajur sepeda, tapi jalur sepeda yang terproteksi sebetulnya yang kita harapkan ada agar nggak terjadi lagi kejadian dengan tipe kecelakaan yang kemarin Bu Wenti itu yang di lajur Soekarno-Hatta," katanya.

    Ia menilai kecelakaan tersebut sebenarnya dapat diminimalisasi apabila terdapat jalur khusus pesepeda yang benar-benar terlindungi dari kendaraan bermotor.

    "Itu kan sebetulnya bisa banget dipasang dengan jalur terproteksi khusus untuk pesepeda, agar juga mencegah kendaraan-kendaraan roda empat parkir di ruas jalan sebelah kiri," ujarnya.

  4. 4. Jakarta sudah menerapkan jalur khusus

    ilustrasi pesepeda (pexels.com/Team EVELO)
    ilustrasi pesepeda (pexels.com/Team EVELO)

    B2W Bandung mengaku terus mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk memperbaiki fasilitas pesepeda. Pihaknya juga mendapat sejumlah pembaruan dari Dinas Perhubungan Kota Bandung terkait perbaikan jalur sepeda.

    Namun, menurut Andi, jalur sepeda yang ideal bukan sekadar marka di badan jalan. Pesepeda harus benar-benar dipisahkan dari kendaraan bermotor.

    Ia mencontohkan penerapan jalur sepeda terproteksi di Jakarta yang menggunakan pembatas fisik.

    "Kita bisa ambil contoh seperti di Jakarta. Memang ada jalur yang steril dari kendaraan bermotor dengan dibatasi oleh beton, stick cone, beton," tuturnya.

    Dengan pembatas tersebut, kendaraan bermotor tidak dapat masuk ke jalur khusus pesepeda. Menurut Andi, konsep semacam itu dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan keamanan pelajar maupun masyarakat umum yang menggunakan sepeda di Kota Bandung.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More