Pemprov Jabar Terjunkan Tim BPBD Tangani Korban Gempa Bumi NTT

- Pemprov Jawa Barat mengirim 20 personel BPBD ke Manggarai Timur, NTT, untuk penanganan pascagempa selama sekitar 10 hari, bersama rombongan Gubernur Dedi Mulyadi.
- Gubernur memverifikasi kerusakan rumah dan menyalurkan bantuan tunai: Rp20 juta untuk rusak berat serta Rp5 juta untuk rusak ringan di Bangka Leleng dan Nggalakleleng.
- Total bantuan kemanusiaan korban gempa NTT mencapai Rp4,5 miliar, dihimpun dari Baznas Jabar, Bank BJB, gubernur, pemerintah daerah, ASN, serta sejumlah organisasi dan perusahaan.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengirimkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu menangani korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 20 orang beserta Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi telah berada di titik-titik wilayah terdampak gempa bumi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, saat ini tim beserta Gubernur KDM sudah berada di wilayah Manggarai untuk menyalurkan bantuan beserta membantu menangani pasca-gempa bumi.
"Saat ini tim beserta gubernur sudah berada di Manggarai Timur. Itu fokus di wilayah tersebut," ujar Teten saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).
1. Personel ditugaskan selama sepuluh hari

Ilustrasi gempa (IDN Times/Sukma Shakti) Teten mengungkapkan, tim dari BPBD Jabar sudah berangkat sejak Kamis kemarin dan ditargetkan akan berada di wilayah NTT selama kurang lebih sepuluh hari. Namun, tim kiriman Gubernur KDM bersama rombongannya masih belum diketahui apakah akan pulang bersama atau lebih cepat.
"Sepuluh hari, sampai tanggal 29 Agustus. Dari Kamis kemarin berangkat. Total 20 personel belum lagi dari timnya Pak Gubernur, sekitar sepuluh orang, termasuk Wali Kota Depok, Kepala BKD selaku yang menyalurkan ASN Peduli," ujarnya.
2. KDM turun langsung salurkan bantuan ke korban gempa bumi
.jpg)
Ilustrasi gempa (IDN Times/Arief Rahmat) Sebelumnya Gubernur KDM terbang meninjau permukiman warga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026).
KDM mengecek kondisi fisik sejumlah rumah warga, mulai dari bangunan dengan dinding retak parah hingga tiang penyangga yang terlepas.
"Kalau rusaknya berat, kita bantu Rp20 juta," kata KDM, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Selain memverifikasi data kerusakan, KDM juga berdialog langsung dengan warga dan petugas di tenda pengungsian. Dialog dilakukan untuk mengonfirmasi kondisi rumah serta memastikan tingkat kerusakan sesuai dengan data di lapangan.
3. Pemberian bantuan dilakukan sesuai kerusakan rumah

Ilustrasi Gempa (IDN Times/Arief Rahmat) Dalam kondisi minim penerangan, proses pendataan dan verifikasi tetap dilakukan. Bantuan perbaikan rumah kemudian dialokasikan berdasarkan tingkat kerusakan dan diserahkan langsung kepada pemilik rumah.
Di Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, bantuan dialokasikan untuk 23 unit rumah rusak berat, masing-masing sebesar Rp20 juta, serta 83 unit rumah rusak ringan, masing-masing Rp5 juta.
Sementara itu, di Kelurahan Nggalakleleng, Kecamatan Pocoranaka, bantuan diberikan untuk 20 unit rumah rusak berat, masing-masing Rp20 juta, dan 18 unit rumah rusak ringan, masing-masing Rp5 juta.
"Kami pastikan data rumah yang rusak berat, retak-retak, hingga yang roboh terdata dengan benar. Penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan tunai agar warga bisa langsung memperbaiki tempat tinggalnya," kata KDM.
Adapun bantuan kemanusiaan yang dihimpun untuk korban gempa NTT mencapai Rp4,5 miliar. Dana tersebut berasal dari sejumlah pihak di Jawa Barat.
Baznas Jawa Barat menyumbang Rp1 miliar yang bersumber dari zakat ASN dan BUMD Jabar. Kemudian Bank BJB melalui program BJB Peduli memberikan Rp1 miliar.
KDM secara pribadi menyumbang Rp600 juta, sedangkan Wali Kota Depok Supian Suri memberikan Rp500 juta.
Selanjutnya, Apindo Jawa Barat menyumbang Rp500 juta, ASN Pemprov Jabar Rp400 juta, Kadin Jawa Barat Rp200 juta, Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Rp100 juta, serta PT Buana Kasiti dan tambahan hasil rapat sebesar Rp200 juta.



















