Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebakaran TPA Ciniru Kuningan Mulai Mereda, 5 Hektare Lahan Terbakar

Kota Bandung
Kebakaran TPA Ciniru Kuningan Mulai Mereda, 5 Hektare Lahan Terbakar
Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Istimewa)
  • Kebakaran TPA Ciniru di Jalaksana, Kuningan, yang berlangsung sejak 12 Agustus 2026 mulai mereda; personel BPBD Jawa Barat bertahap ditarik dan penanganan dilanjutkan tim Kabupaten Kuningan.
  • Asap tebal serta bara dan titik panas di tumpukan sampah masih berpotensi memunculkan api baru. Petugas melakukan pendinginan dengan penyiraman air, pembongkaran, dan pengurukan tanah.
  • Api membakar sekitar 5 hektare dari total 5,5 hektare TPA Ciniru. Penyebab kebakaran akan disampaikan DLH, sementara Jawa Barat berstatus siaga darurat kekeringan dan karhutla hingga 30 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat memastikan, kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciniru, Jalaksana, Kabupaten Kuningan sejak 12 Agustus 2026 kini berangsur mereda.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, personel BPBD tingkat provinsi secara bertahap mulai ditarik dari lokasi kejadian. Selanjutnya, penanganan dilanjutkan oleh tim penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran Kabupaten Kuningan.

"Sudah mereda, kami dari provinsi berangsur balik, tinggal teman-teman Kabupaten Kuningan. Mudah-mudahan tidak ada titik api yang baru," kata Teten, Sabtu (22/8/2026).

  1. 1. Kepulan asap masih muncul

    Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Sukma Shakti)

    Kendati api sudah mulai padam, Teten mengungkapkan bahwa asap tebal dan sisa bara api di dalam tumpukan sampah masih berpotensi memicu timbulnya titik api baru.

    Oleh karena itu, petugas Dinas Lingkungan Hidup mengaplikasikan teknik pendinginan khusus menggunakan penyiraman air yang dikombinasikan dengan pengurukan tanah pada area yang dibongkar.

    "Asap masih ada, terus di dalam ada beberapa titik panas yang masih ada. Kami coba pendinginan dengan menggunakan air tetap seperti biasa, kemudian menggunakan tanah, dibongkar kemudian dikubur sama tanah," ujarnya.

  2. 2. Area terbakar mencapai lima hektare

    Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Bambang Suhandoko)
    Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Bambang Suhandoko)

    Kebakaran tersebut melahap hampir seluruh area TPA Ciniru atau 5 hektare dari total luas 5,5 hektare dan hanya menyisakan lahan sekitar 500 meter persegi.

    Meski berada di lokasi dataran tinggi, suhu udara panas di sekitar TPA Ciniru disinyalir mempercepat penyebaran material yang terbakar.

    "Kurang lebih lima hektare, dari semua 5,5 (hektare) luas TPA Ciniru, tersisa sekitar 500 meteran-lah. Hampir semua terdampak kebakaran, meski itu posisinya di atas tetapi panas," ujarnya.

  3. 3. Pemprov Jabar masih terapkan siaga kekeringan dan kebakaran hutan

    ilustrasi kebakaran (IDN Times/Arief Rahmat)
    ilustrasi kebakaran (IDN Times/Arief Rahmat)

    Sementara mengenai penyebab pasti kebakaran TPA Ciniru, Teten menyebut DLH yang akan menyampaikannya. Sementara BPBD berfokus penuh pada percepatan penanganan kedaruratan di lapangan.

    "Penyebabnya nanti Lingkungan Hidup yang menyampaikan, kami hanya masalah penanganan kedaruratannya saja," ucapnya.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah Jawa Barat mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.

    Keputusan siaga darurat tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026 yang berlaku di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang diteken langsung Dedi Mulyadi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More