Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Saat Dunia Cemas Mikroplastik, Dua Pelajar SMP Bandung Tawarkan Solusi

Kota Bandung
Saat Dunia Cemas Mikroplastik, Dua Pelajar SMP Bandung Tawarkan Solusi
Fitrisina Azzahra N dan Aquilani Nafisa N berhasil meraih Medali Emas dalam ajang 12th World Innovation Invention Contest (WIC) 2026 di Seoul, Korea Selatan. (Dok.Istimewa)
  • Dua pelajar SMP Taruna Bakti Bandung, Fitrisina Azzahra N dan Aquilani Nafisa N, meraih Medali Emas WIC 2026 di Seoul lewat inovasi penyaring mikroplastik air minum.
  • Karya mereka memakai gelombang ultrasonik untuk memisahkan dan mengumpulkan mikroplastik tanpa mengandalkan filter konvensional, sehingga berpotensi mengurangi risiko penyumbatan.
  • Selain emas kategori Creative Idea Innovation, keduanya menerima Special Award dari KIA Korea Selatan atas nilai kebaruan dan potensi manfaat inovasi bagi masyarakat.
  • Dua siswi SMP Taruna Bakti Bandung, Fitrisina Azzahra N dan Aquilani Nafisa N, meraih Medali Emas WIC 2026 di Seoul lewat inovasi pemisahan mikroplastik dari air minum.
  • Karya mereka memakai gelombang ultrasonik melalui metode acoustic standing-wave separation untuk mengarahkan dan memisahkan mikroplastik, sebagai alternatif filtrasi fisik yang rentan tersumbat.
  • Selain emas kategori Creative Idea Innovation, keduanya menerima Special Award dari KIA atas nilai inovasi dan potensi manfaat karya yang menjawab isu mikroplastik global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times – Air minum yang terlihat jernih belum tentu bebas dari mikroplastik. Dalam beberapa tahun terakhir, partikel plastik berukuran sangat kecil itu ditemukan di laut, sungai, udara, bahkan sumber air yang dikonsumsi manusia setiap hari. Ketika para peneliti di berbagai negara masih berupaya mencari cara mengurangi ancaman tersebut, dua pelajar SMP asal Bandung justru datang membawa sebuah ide yang menarik perhatian dunia.

Fitrisina Azzahra N dan Aquilani Nafisa N, siswa SMP Taruna Bakti Bandung, berhasil meraih Medali Emas dalam ajang 12th World Innovation Invention Contest (WIC) 2026 di Seoul, Korea Selatan. Mereka tidak memenangkan kompetisi itu lewat aplikasi digital atau robot canggih, melainkan melalui gagasan tentang cara memisahkan mikroplastik dari air minum menggunakan gelombang suara.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap dampak mikroplastik bagi lingkungan dan kesehatan manusia, ide yang dibawa dua pelajar Bandung tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat. Tak heran jika selain meraih medali emas, keduanya juga mendapat Special Award dari KIA, lembaga inovasi yang berbasis di Korea Selatan.

Berikut tiga hal yang membuat inovasi mereka menarik perhatian juri internasional.

  1. 1. Berangkat dari persoalan yang sedang menjadi perhatian dunia

    WhatsApp Image 2026-08-23 at 17.20.09.jpeg
    Fitrisina Azzahra N dan Aquilani Nafisa N berhasil meraih Medali Emas dalam ajang 12th World Innovation Invention Contest (WIC) 2026 di Seoul, Korea Selatan. (Dok.Istimewa)

    Mikroplastik bukan lagi sekadar isu lingkungan yang dibahas di ruang akademik. Berbagai penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter itu dapat ditemukan di hampir seluruh ekosistem, mulai dari perairan hingga rantai makanan manusia.

    Kondisi tersebut membuat banyak negara mulai mencari cara untuk mengurangi keberadaan mikroplastik sebelum masuk ke sistem konsumsi. Di tengah tantangan itu, Fitrisina dan Aquilani memilih menjadikan persoalan tersebut sebagai fokus inovasi mereka.

    Pilihan tema tersebut membuat karya mereka berbeda dari banyak proyek sains pelajar pada umumnya. Alih-alih mengangkat persoalan yang dekat dengan lingkungan sekolah, keduanya mencoba menjawab tantangan yang saat ini menjadi perhatian global.

    Bagi dewan juri, nilai sebuah inovasi tidak hanya terletak pada kecanggihan teknologi yang ditawarkan, tetapi juga pada relevansi masalah yang ingin diselesaikan. Di sinilah karya dua pelajar Bandung tersebut menemukan kekuatannya.

  2. 2. Memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk memisahkan mikroplastik

    WhatsApp Image 2026-08-23 at 17.20.10.jpeg
    Fitrisina Azzahra N dan Aquilani Nafisa N berhasil meraih Medali Emas dalam ajang 12th World Innovation Invention Contest (WIC) 2026 di Seoul, Korea Selatan. (Dok.Istimewa)

    Dalam kompetisi tersebut, Fitrisina dan Aquilani mempresentasikan karya berjudul A Low-Cost, Clog-Free Acoustic Standing-Wave Separator for Removing Microplastics from Drinking Water.

    Secara sederhana, inovasi tersebut menawarkan konsep pemisahan mikroplastik dari air minum menggunakan gelombang ultrasonik. Pendekatan ini berbeda dengan metode filtrasi konvensional yang umumnya mengandalkan media penyaring dan rentan mengalami penyumbatan.

    Melalui metode acoustic standing-wave separation, partikel mikroplastik diarahkan dan dipisahkan menggunakan fenomena gelombang akustik sehingga proses pemisahan tidak sepenuhnya bergantung pada filter fisik. Konsep ini dirancang sebagai alternatif yang relatif lebih sederhana sekaligus berpotensi mengurangi persoalan penyumbatan yang kerap menjadi tantangan dalam sistem penyaringan air.

    Kepala SMP Taruna Bakti Bandung, Taryono, mengatakan gagasan tersebut menunjukkan bagaimana konsep sains yang dipelajari di sekolah dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata.

    "Gagasan tersebut menunjukkan bagaimana pemanfaatan konsep fisika dan teknologi dapat diarahkan untuk menjawab persoalan lingkungan dan kualitas air," ujar Taryono.

  3. 3. Pengakuan internasional datang karena ide yang relevan dan aplikatif

    WhatsApp Image 2026-08-23 at 17.20.10 (1).jpeg
    Fitrisina Azzahra N dan Aquilani Nafisa N berhasil meraih Medali Emas dalam ajang 12th World Innovation Invention Contest (WIC) 2026 di Seoul, Korea Selatan. (Dok.Istimewa)

    Di Seoul, gagasan yang dibawa Fitrisina dan Aquilani bersaing dengan berbagai inovasi dari peserta internasional. Namun, karya mereka berhasil mencuri perhatian juri hingga meraih penghargaan tertinggi pada kategori Creative Idea Innovation.

    Prestasi tersebut semakin lengkap setelah keduanya menerima Special Award dari KIA, penghargaan khusus yang diberikan kepada karya dengan nilai inovasi dan potensi manfaat yang menonjol.

    Menurut Taryono, capaian itu menjadi bukti bahwa pembelajaran sains tidak berhenti pada pemahaman teori di ruang kelas. Pengetahuan yang dipelajari siswa dapat berkembang menjadi ide yang berorientasi pada pemecahan masalah dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

    "Alhamdulillah kedua siswa kami berhasil meraih penghargaan tertinggi pada kategori Creative Idea Innovation," katanya.

    Lebih dari sekadar medali emas, keberhasilan Fitrisina dan Aquilani memperlihatkan bahwa solusi terhadap persoalan global tidak selalu lahir dari laboratorium besar atau pusat riset ternama. Terkadang, ide itu muncul dari rasa ingin tahu, keberanian bereksperimen, dan kepedulian terhadap masalah yang sedang dihadapi dunia.

    Ketika banyak negara masih mencari cara mengatasi ancaman mikroplastik, dua pelajar SMP dari Bandung membuktikan bahwa sebuah gagasan sederhana pun bisa membawa mereka hingga ke panggung inovasi internasional.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More