Bandara Husein Aktif Lagi, Bandung Bidik Wisatawan Medical Tourism

- Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diharapkan menggairahkan pariwisata Bandung, menarik wisatawan mancanegara, serta mendukung pengembangan wisata kesehatan.
- Health and Travel Wellness Fair 2026 di Paskal 23, 27–30 Agustus, menghadirkan 14 rumah sakit Indonesia-Malaysia, informasi layanan kesehatan, promo medis, dan Cek Kesehatan Gratis.
- Pemkot Bandung menyiapkan paket terpadu medis-pariwisata; dua rumah sakit telah ditetapkan Kemenkes sebagai rumah sakit wisata medis, didukung akses Whoosh dan bandara.
Bandung, IDN Times - Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diyakini dapat menggairahkan sektor pariwisata di Kota Bandung. Selain itu, bandara yang sudah melayani penerbangan ke luar negeri ini diharapkan mampu mendatangkan banyak wisatawan mancanegara.
Pemerintah Kota Bandung pun mengharapkan dengan beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara, wisata kesehatan atau medical tourism bisa menjadi destinasi baru untuk para wisatawan.
Untuk menyambut hal tersebut, pameran Health and Travel Wellness Fair (HTWF) 2026 turut hadir di Paskal 23 Shopping Centre. Gelaran tersebut mempertemukan berbagai rumah sakit ternama dari Indonesia dan Malaysia mulai 27 sampai 30 Agustus 2026.
1. Kualitas rumah sakit di luar dan dalam negeri sama baiknya

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Pameran ini memberikan informasi berimbang mengenai fasilitas kesehatan, paket wellness, hingga promo tindakan medis. Bahkan, masyarakat juga bisa mengakses Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lokasi.
Direktur Conext Maxima, Laode Syawalludin mengatakan, terdapat 14 rumah sakit dari Indonesia dan Malaysia yang turut serta dalam HTWF 2026. Rumah sakit dalam negeri yang ikut dalam HTWF 2026, beberapa di antaranya yaitu, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
"Kami ingin menyampaikan informasi yang berimbang kepada masyarakat bahwa kualitas rumah sakit di Indonesia dan luar negeri sama baiknya. Kualitas alat dan dokter di Indonesia itu baik, jadi pada akhirnya bergantung pada masyarakat untuk memilihnya," kata Syawalludin yang juga penyelenggara HTWF 2026 di Bandung, Kamis (27/8/2026).
2. Konektivitas menuju Bandung sudah sangat mudah

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Syawalludin menambahkan, masyarakat bisa memanfaatkan berbagai tawaran menarik untuk medical check up, heartology atau pemeriksaan jantung, hingga operasi lutut dengan biaya terjangkau.
Ia menilai seluruh tawaran menarik itu mendapat dukungan dari sisi aksesibilitas menuju Kota Bandung, karena ada Kereta Cepat Whoosh Dan Bandara Husein Sastranegara sudah aktif kembali.
"Masyarakat bisa mengecek kesehatan jantung atau Heartology dengan terjangkau. Konektivitas menuju Bandung sudah sangat terbuka, mau itu dari luar daerah maupun luar daerah. Jadi ini semakin memantapkan Kota Bandung sebagai kota medis dan pariwisata," ucapnya.
3. Ada rumah sakit wisata medis di Bandung

Bandara Husein Sastranegara (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kota Bandung, dr Deborah Johana Rattu menyambut baik inisiasi HTWF yang mengolaborasi lintas negara ini sebagai momentum penguatan iklim kompetisi yang sehat.
Apalagi, di Kota Bandung sudah ada rumah sakit wisata medis yakni RSUD Bandung Kiwari dan Rumah Sakit Santosa Bandung yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
"Ini jadi yang pertama kali, biasanya kan masing-masing tapi ini tidak. Kemenkes sudah menetap dua rumah sakit wisata medis di Kota Bandung, yang lainnya segera menyusul," kata Deborah.
Deborah menyebut, kehadiran HTWF 2026 ini bisa menguatkan posisi Kota Bandung sebagai kota medical tourism. Hal itu selaras dengan upaya Pemkot Bandung yang sedang merumuskan paket terpadu yang menggabungkan tindakan medis dengan fasilitas perjalanan pariwisata.
"Banyak tempat wisata dan rumah sakit yang berkualitas di Kota Bandung. Jadi Medical tourism akan memberikan dampak positif," ujarnya.
"Jadi mari berkembang bersama dan bersaing secara hormat untuk memberikan kepercayaan dan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," kata dia.


















