Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

132 Karhutla Terjadi di Jabar, KDM Minta Pendakian Gunung Dihentikan

Kota Bandung
132 Karhutla Terjadi di Jabar, KDM Minta Pendakian Gunung Dihentikan
Dedi Mulyadi saat hadir dikegiatan Jambore Satlinmas di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Cianjur, Bogor, dan daerah bergunung menunda pendakian sementara karena risiko karhutla saat kemarau dan El Nino, termasuk dari puntung rokok.
  • Hingga 24 Agustus 2026, BPBD Jabar mencatat 132 karhutla di 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan, membakar total 196,40 hektare lahan.
  • Sumedang mencatat 20 insiden terbanyak, sementara Sukabumi mengalami kerusakan terluas 49,20 hektare; pemerintah memperkuat patroli, edukasi, koordinasi, serta mitigasi kebakaran di TPA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM meminta agar Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Bogor menutup sementara kegiatan mendaki gunung, guna menghindari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam kondisi kemaru disertai dengan fenomena El Nino yang saat ini tengah berlangsung.

KDM mengatakan, para kepala daerah ada baiknya segera membuat kebijakan untuk menunda terlebih dahulu kegiatan memanjat gunung di wilayah masing-masing. Sebab potensi kebakaran saat ini tidak hanya terjadi karena faktor cuaca saja.

"Bupati Cianjur dan Bupati Bogor, serta daerah-daerah yang gunungnya digunakan untuk dilakukan apa namanya, kegiatan panjat gunung, sebaiknya ditunda dulu sementara," ujar KDM saat ditemui di Bandung, Sabtu (29/8/2026).

  1. 1. Banyak pendaki membawa rokok; ditakutkan memicu kebakaran

    IMG-20260817-WA0017.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Kebakaran hutan dan lahan, kata KDM, bisaa dipicu oleh puntung rokok yang kemudian diperparah dengan cuaca panas yang kini tengah dirasakan di seluruh wilayah Jabar. Sehingga, dia meminta agar aktivitas pendakian ditunda terlebih dahulu.

    "Karena banyak orang yang manjat gunung itu, itu bawa rokok dan bakar. Nah, sementara lah. Karena bikin bakar aja gak terkendali jadi kebakaran. Sementara ini menurut saya tunda dulu, karena tidak semua orang disiplin ya," tuturnya.

    Selain itu, KDM juga mengimbau agar pemerintah daerah se-Jawa Barat bisa mulai menerapkan mitigasi terjadinya kebakaran di area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah masing-masing.

    "Kalau TPA kan bupati-bupatinya harus segera tanggap di lingkungan TPA-nya masing-masing. Kalau menurut saya sih, hindarkan orang bawa korek api dan rokok ke tempat TPA," ujar dia.

  2. 2. Karhutla di Jabar sudah semakin massif

    Ilustrasi Karhutla (IDN Times/Arifin Al Alamudi)
    Ilustrasi Karhutla (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

    Adapun peristiwa Karhutla di Jawa Barat tercatat mengalami perluasan selama beberapa waktu kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengungkapkan, ada sebanyak 132 kejadian karhutla melanda 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 196,40 hektare, hingga 24 Agustus 2026.

    Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan frekuensi bencana terbanyak, sedangkan Kabupaten Sukabumi menelan kerusakan lahan paling parah. Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, peristiwa Karhutla tersebar di berbagai daerah dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

    "Hingga akhir Agustus ini, tercatat ada 132 kejadian karhutla di Jawa Barat. Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan insiden terbanyak yakni 20 kejadian yang membakar 21,68 hektare lahan di sebelas kecamatan dan 21 desa," ujar Hadi Rahmat saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).

  3. 3. Jabar bagian selatan paling terdampak

    Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
    Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

    Sementara itu, dampak kerusakan terluas berada di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Dampak kemarau dan kekeringan memicu titik api membesar di area perkebunan dan hutan.

    "Untuk dampak kerusakan lahan terluas terjadi di Kabupaten Sukabumi. Dari 12 kejadian yang tersebar di sebelas kecamatan dan 15 desa, total area yang terbakar mencapai 49,20 hektare," kata Hadi.

    Selain dua wilayah tersebut, BPBD Jabar mencatat sejumlah daerah rawan lain dengan tingkat kerusakan tinggi. Kabupaten Majalengka membukukan 15 kejadian dengan luas area terbakar 25,91 hektare.

    "Disusul Kabupaten Kuningan sebanyak 10 kejadian seluas 23,80 hektare, serta Kabupaten Cirebon dengan delapan kejadian seluas 20,73 hektare," ungkapnya.

    Peristiwa karhutla juga melanda wilayah lain seperti Kabupaten Bandung dengan 13 kejadian seluas 16,80 hektare, Kabupaten Subang sebelas kejadian seluas 9,53 hektare, dan Kabupaten Purwakarta sepuluh kejadian seluas 8,22 hektare.

    "Tak hanya kabupaten, pergerakan api turut merembet ke kawasan perkotaan seperti Kota Sukabumi, Kota Bandung, dan Kota Depok meski dalam skala yang lebih kecil," tuturnya.

    Sementara, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana mengatakan, jajarannya saat ini tengah menerapkan langkah pencegahan untuk menekan potensi karhutla sedini mungkin di masa puncak musim kemarau disertai El Nino.

    "Kami bersama berbagai pihak terus mengintensifkan patroli berkala di wilayah rawan, memantau kondisi tutupan hutan, menggalakkan sosialisasi edukatif, serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi meminimalkan risiko karhutla," ujar Dodit, Rabu (12/8/2026).

    Berdasarkan data BPBD Jabar per 10 Agustus 2026, terjadi 90 karhutla di 72 kecamatan di Jawa Barat. Kebakaran karhutla terbanyak terjadi di Kabupaten Sumedang sebanyak 16 kejadian, Kabupaten Majalengka sebelas kejadian dan Kabupaten Bandung delapan kejadian.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More