Gardu Induk Jampang Kulon, Penjaga Stabilitas Listrik Sukabumi Selatan

- Pelaku usaha cold storage di Jampang Kulon mengalami tegangan listrik sekitar 180 volt, menghambat mesin, meningkatkan biaya genset, dan mengancam kualitas ikan beku.
- PLN mengoperasikan kembali Gardu Induk Jampang Kulon 150 kV berkapasitas 60 MVA, didukung transmisi 56,96 kilometer dan empat penyulang untuk memperbaiki kualitas pasokan.
- Pemerintah daerah dan PLN menilai infrastruktur ini mendukung pemerataan listrik hingga pelosok, serta membuka peluang pertumbuhan perikanan, UMKM, industri, investasi, dan ekonomi Sukabumi Selatan.
Bandung, IDN Times - Mesin pendingin di sebuah cold storage milik Ade Fahrudin di Jampang Kulon, seharusnya bekerja pada tegangan sekitar 220 volt. Namun, selama ini listrik yang masuk ke tempat usahanya kerap hanya berada di kisaran 180 volt. Kondisi ini memaksa mesin tak bisa bekerja maksimal dan produksi ikan ikut terdampak.
Bagi pelaku usaha perikanan seperti Ade, listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan. Pasokan listrik yang stabil menjadi penentu keberlangsungan usaha, terutama bagi pemilik cold storage yang harus menjaga ikan tetap dalam kondisi beku.
“Selama ini masih banyak kendalanya, kayak kekurangan setrum. Produksinya kurang maksimal. Kadang-kadang 180, jadi mesin enggak naik. Maunya mesin itu harusnya 220-an, baru bisa normal,” kata Ade saat berbincang dengan IDN Times, Kamis (27/8/2028).
Jampang Kulon merupakan sebuah kecamatan di Sukabumi Selatan, Jawa Barat. Daerah ini terletak sekitar 61 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sukabumi. Kawasan ini juga hanya berjarak sekitar 49,6 kilometer dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Pelabuhan Ratu.
Meski jaraknya tidak jauh, tapi kondisi kelistrikan di wilayah tersebut kurang stabil. Pasokan masih terhambat sehingga tegangan listrik kerap drop seperti yang dirasakan Ade.
"Spaneng (spaning) aja kalau kita lagi pakai. Kalau lagi musim kemarau gini juga biasanya suka ga bagus tegangannya," papar Ade.

Karena listrik di Jampang Kulon sering drop, Ade yang sudah berjualan ikan selama 15 tahun tersebut harus membeli genset sebagai cadangan ketika pasokan listrik PLN mengalami gangguan. Penggunaan genset menjadi langkah antisipasi karena ikan yang tersimpan di cold storage harus tetap berada dalam kondisi beku. Namun, penggunaan genset membuat biaya operasional usaha menjadi lebih besar. Pasalnya, mesin tersebut membutuhkan bahan bakar solar.
"Kalau masalah kerugian kan saya ada genset, Pak, ya, untuk jaga-jaga. Jadi saya pakai genset sementara. Mahalan genset, soalnya kan pakainya solar," ujar Ade.
Menurutnya, listrik yang tidak stabil juga berisiko terhadap kualitas ikan. Dalam kondisi beku, ikan sebenarnya dapat disimpan selama berbulan-bulan, tetapi hal itu sangat bergantung pada kestabilan listrik yang mengoperasikan mesin pendingin.
"Kalau keadaan beku mungkin bisa tujuh bulan, enam bulan, kuat. Yang penting setrumnya bagus. Kalau setrumnya enggak bagus, jangankan lama, seminggu juga rusak," katanya.
Cold storage milik Ade memiliki tiga ruang penyimpanan dengan kapasitas total sekitar 70 ton. Keberadaan listrik yang lebih stabil pun diharapkan bisa memberi ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan produksi.
"Kalau listrik makin baik, mudah-mudahan bisa nambah lagi produksi saya," kata Ade.
1. Harapan baru lewat re-energize gardu induk

Re-energizing listrik PLN di Jampangkulo, Kabupaten Sukabumi. IDN Times/Debbie Sutrisno Mimpi belasaan tahun tersebut kemudian diwujudkan oleh perusahaan listrik negara (PLN) melalui Re-Energize Gardu Induk (GI) 150 kV berkapasitas 1x60 MVA. Pengoperasian infrastruktur ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan, khususnya di wilayah Sukabumi Selatan. Infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
GI Jampang Kulon didukung jaringan transmisi sepanjang 56,96 km, 88 titik tower, serta SUTT 150 kV PLTU Pelabuhan Ratu–Jampang Kulon. PLN juga telah menyiapkan empat jalur penyulang untuk mendukung penyaluran listrik kepada pelanggan.
Manajer PLN Unit Pelaksana Teknis Dewi Setyaharini menuturkan, keberadaan GI Jampang Kulon menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Sukabumi Selatan. Gardu induk ini berfungsi menyalurkan energi listrik dari pembangkit melalui jaringan transmisi sebelum diteruskan ke jaringan distribusi dan akhirnya sampai kepada pelanggan.
Menurutnya, posisi geografis Jampang Kulon yang berada di wilayah paling ujung menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kualitas pasokan listrik. Sebelum GI beroperasi, kondisi tersebut dapat memicu terjadinya penurunan tegangan di sisi pelanggan. Masalah tersebut bukan sekadar mengganggu aktivitas masyarakat, karena jika terjadi berulang drop tegangan juga dapat mempercepat kerusakan peralatan elektronik.
"Kalau memang itu akan berlanjut, instalasi listrik otomatis akan mengalami kerusakan. Fungsi kayak kulkas, lampu, segala yang berbau elektrik itu akan cepat rusak," ujarnya.
Karena itu, pengoperasian GI Jampang Kulon diharapkan tidak hanya membuat pasokan listrik tersedia, tetapi juga meningkatkan kualitas tegangan yang diterima masyarakat. Sistem di gardu induk tersebut juga dirancang beroperasi selama 24 jam. Pemantauan dilakukan secara digital melalui sistem pengaturan beban PLN untuk memastikan aliran listrik dari pembangkit hingga jaringan distribusi tetap berjalan.
Dewi mengatakan bahwa bahwa penguatan sistem kelistrikan melalui GI Jampang Kulon tidak hanya berdampak bagi pelanggan rumah tangga. Infrastruktur tersebut juga membuka peluang bagi berkembangnya aktivitas industri di wilayah Sukabumi Selatan. Dengan kapasitas awal satu trafo sebesar 60 MVA, PLN memiliki ruang untuk melayani kebutuhan listrik pelanggan, termasuk sektor industri yang membutuhkan daya besar sehingga bisa mendongkrak perekonomian di Kabupaten Sukabumi.
2. Perekonomian bisa makin merata

Pedagang tengah mengambil ikan di gudang milik Ade Fahrudin untuk dijual kembali di pasar tradisional. IDN Times/Debbie Sutrisno Target pertumbuhan ekonomi baru dengan listrik yang semakin andal diyakini Wakil Bupati Sukabumi, Andreas. Dia menyebut bahwa revitalisasi GI Jampang Kulon menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayahnya.
Luas wilayah Kabupaten Sukabumi memang menjadi salah satu tantangan pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan. Dia sempat berkeliling ke berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi dan melihat langsung persoalan ketimpangan pembangunan, terutama di wilayah selatan. Dengan 47 kecamatan, 381 desa, dan lima keluraha kondisi geografis tersebut membuat pembangunan infrastruktur, termasuk jaringan listrik, membutuhkan dukungan sistem yang kuat.
"Memang sangat luas wilayahnya dan waktu itu saya disampaikan bahwa Sukabumi ini wilayahnya luas, tapi investasinya belum merata. Salah satunya adalah di wilayah Selatan," kata Andreas.
Persoalan kelistrikan menjadi semakin penting karena wilayah selatan memiliki potensi ekonomi yang besar. Kabupaten Sukabumi memiliki garis pantai sepanjang sekitar 117 kilometer yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Potensi tersebut mencakup sektor perikanan tangkap, penyediaan es untuk kebutuhan nelayan, hingga budidaya tambak udang. Namun, seluruh aktivitas tersebut membutuhkan pasokan listrik yang andal.
Andreas menilai persoalan listrik tidak bisa dipisahkan dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Sukabumi Selatan. Selain sektor perikanan dan kelautan, wilayah tersebut memiliki banyak pelaku UMKM dan industri kecil yang membutuhkan energi listrik untuk meningkatkan produksi. Harapannya, dengan keandalan listrik di Sukabumi Selatan, maka pertumbuhan ekonomi bisa terus meningkat
Andreas pun meyakini bahwa GI Jampang Kulon menjadi salah satu bagian penting untuk menjembatani kebutuhan tersebut. Dengan sistem kelistrikan yang semakin kuat, masyarakat di Sukabumi Selatan diharapkan tidak hanya memperoleh pasokan listrik yang lebih andal, tetapi juga memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha dan menarik investasi.
"Ini menjadi harapan baru bagi mereka yang hari ini sebetulnya menanti-nanti. Mudah-mudahan kehadiran gardu induk ini bisa manfaatnya secara luas dirasakan oleh masyarakat kami," ujar Andreas.
3. Penyaluran listrik kian merata hingga pelosok desa

Perbaikan jaringan jelang Re-energizing listrik PLN di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi. IDN Times/Debbie Sutrisno Keberadaan GI Jampang Kulon tak sekedar menjawab tantangan keandalan listrik yang kerap drop di kawasan tersebut. Infrastruktur ini juga diharap bisa membuat listrik bisa semakin mudah didapat masyarakat hingga ke pelosok desa yang selama ini sulit terjangkau.
Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan penguatan infrastruktur tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan kebutuhan listrik berjalan seiring dengan kesiapan jaringan. PLN ingin memastikan pertumbuhan kebutuhan listrik berjalan beriringan dengan kesiapan infrastrukturnya.
Dengan sistem yang semakin kuat dan andal, PLN dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai potensi usaha di wilayah Selatan Jawa Barat.
Joharifin menambahkan, karakter geografis Jawa Barat yang luas dan beragam membutuhkan perencanaan serta investasi infrastruktur yang berkelanjutan, termasuk untuk wilayah dengan tantangan geografis seperti Selatan Sukabumi.
“Jawa Barat memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik yang beragam. Karena itu, membangun sistem kelistrikan yang andal membutuhkan perencanaan, investasi infrastruktur, dan kolaborasi dengan banyak pihak. Kami terus memperkuat jaringan agar kebutuhan listrik masyarakat dapat dilayani, termasuk hingga wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis,” kata dia.
Menurutnya, jumlah pelanggan bisnis PT PLN UID Jawa Barat tumbuh 11,32 persen secara tahunan (yoy) pada semester I/2026 menjadi 1.054.347 pelanggan dari 947.135 pelanggan pada periode yang sama. pertumbuhan pelanggan bisnis dan industri menunjukkan aktivitas sektor produktif di Jawa Barat terus berkembang. Ke depan, PLN UID Jawa Barat akan memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan produktivitas daerah.
Dengan beroperasinya GI Jampang Kulon, PLN berharap penguatan sistem kelistrikan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan pelanggan, pengembangan usaha, dan investasi di Selatan Sukabumi. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan energi dan ikut menggerakkan potensi ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.


















