Dari ASN hingga Sekolah, Bandung Kumpulkan Rp2 Miliar untuk NTT

- Kota Bandung menghimpun bantuan kemanusiaan Rp2.032.736.809 untuk korban gempa NTT melalui gotong royong ASN, sekolah, perusahaan, komunitas, dan warga.
- Kontribusi terbesar berasal dari CSR Bank BJB sebesar Rp1 miliar, sementara dana lainnya dikumpulkan dari perangkat daerah, swasta, sekolah, serta masyarakat.
- Bantuan disalurkan lewat Baznas RI untuk kebutuhan darurat dan pemulihan di NTT, meliputi infrastruktur, pendidikan serta beasiswa, dan layanan kesehatan.
Bandung, IDN Times – Bantuan kemanusiaan senilai Rp2,03 miliar yang dikirim Kota Bandung untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan hanya hasil kontribusi pemerintah daerah. Dana tersebut justru terkumpul dari gotong royong berbagai elemen masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), sekolah, perusahaan, hingga warga.
Total bantuan yang berhasil dihimpun mencapai Rp2.032.736.809. Dana itu kemudian disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah pascabencana, pengumpulan dana lintas sektor tersebut menjadi gambaran bagaimana solidaritas masyarakat Bandung bergerak melampaui batas wilayah.
1. Bantuan berasal dari banyak elemen masyarakat

Anak-anak korban gempa Nagekeo menonton televisi di posko pengungsian. (Dok Polda NTT( Ketua Baznas Kota Bandung Momon Ahmad Imron Sutisna mengatakan dana kemanusiaan tersebut dihimpun setelah terbit surat edaran Wali Kota Bandung sebagai tindak lanjut penggalangan bantuan untuk korban gempa NTT.
Pengumpulan dana tidak hanya melibatkan perangkat daerah. Sekolah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat umum juga ikut berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan tersebut.
"Alhamdulillah, sampai kemarin pukul 20.00 WIB terhimpun untuk dana kemanusiaan ini sebesar Rp2.032.736.809," ujar Momon.
Besarnya partisipasi dari berbagai kelompok menunjukkan bahwa bantuan untuk NTT tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga gerakan bersama warga Kota Bandung.
2. Bank BJB menyumbang Rp1 miliar

Pemkot Bandung Serahkan Bantuan Rp2,03 M untuk Korban Gempa NTT. Dok Diskominfo Bandung Dari total dana yang terkumpul, kontribusi terbesar berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank BJB senilai Rp1 miliar.
Sementara sisanya berasal dari sumbangan perangkat daerah, perusahaan swasta, sekolah, dan masyarakat yang ikut menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu korban gempa.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak yang ikut berpartisipasi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam merespons persoalan kemanusiaan.
"Ini amanah untuk diserahterimakan berupa bantuan bagi korban gempa di NTT dari warga Kota Bandung melalui Baznas Kota Bandung langsung diberikan kepada Baznas RI," kata Farhan.
3. Bantuan akan digunakan hingga tahap pemulihan

Ilustrasi Zakat Pexels.com Bantuan yang dihimpun dari Kota Bandung tidak hanya digunakan untuk kebutuhan darurat. Baznas RI menyiapkan sejumlah program pemulihan untuk masyarakat terdampak gempa di NTT.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan bantuan akan diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, kebutuhan pendidikan, beasiswa, hingga layanan kesehatan.
"Pascabencana yang akan kami lakukan adalah infrastruktur, bantuan-bantuan untuk sekolah sampai beasiswanya, dan yang ketiga adalah kesehatan," ujar Sodik.
Menurutnya, pola penggalangan dana yang melibatkan banyak unsur masyarakat seperti yang dilakukan di Bandung menjadi contoh bagaimana solidaritas sosial dapat bergerak cepat saat bencana terjadi.
Bagi masyarakat NTT, bantuan tersebut bukan hanya soal nominal miliaran rupiah. Di baliknya ada kontribusi ribuan orang dari ruang kelas, kantor pemerintahan, dunia usaha, hingga warga biasa yang memilih ikut membantu ketika bencana melanda.


















