Bupati Dony Minta Publik Tahan Diri soal Isu Pelecehan Wabup Sumedang

- Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta publik menahan diri terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap sekpri wakil bupati hingga investigasi Pemprov Jawa Barat selesai.
- Dony menyampaikan permohonan maaf atas opini yang berkembang, serta menyatakan telah mendengar penjelasan dari wakil bupati dan pihak yang dinarasikan sebagai korban.
- Ia menegaskan tidak akan menyimpulkan kasus sebelum hasil resmi keluar; pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sumedang disebut tetap berjalan normal.
Sumedang, IDN Times - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir angkat bicara mengenai dugaan pelecehan seksual dan kekerasan yang dialami Sekretaris pribadi (sekpri) wakilnya, M. Fajar Aldila. Politisi Partai Gerindra ini meminta semua pihak untuk menahan diri sampai hasil investigasi dari Pemprov Jabar, keluar.
Kendati begitu, Dony menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang tidak pasti ini. Dia mengaku telah bertemu dengan kedua pihak.
"Selaku Bupati Sumedang, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang atas opini yang berkembang di masyarakat. Saya memahami bahwa situasi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat," kata Dony, Kamis (3/9/2026).
1. Bupati harus melindungi semua pihak

Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Sukma Shakti) Mengenai hasil pertemuan dengan Wabup Sumedang dan pihak yang dinarasikan sebagai korban, Dony mengaku telah mendapatkan penjelasan yang gamblang. Artinya, tidak hanya dari sisi wakil bupati saja, melainkan Sekpri yang diduga sebagai korban.
Hal ini berkaitan dengan posisinya sebagai kepala daerah dan kepala pemerintahan yang memastikan proses mencari kebenaran tetap berjalan dengan tetap melindungi hak dan martabat setiap pihak untuk diperlakukan secara adil.
"Kedua belah pihak telah menyampaikan penjelasan," katanya.
2. Tunggu hasil investigasi Pemprov Jabar

Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times/Aditya Pratama) Kendati begitu, Dony tidak bisa menyimpulkan secara langsung, karena saat ini ada proses investigasi yang tengah berjalan dari Pemprov Jabar. Dia mengajak semua pihak untuk tidak berasumsi sendiri sebelum hasil investigasi muncul.
"Saya memahami masyarakat membutuhkan penjelasan, tapi penjelasan yang bertanggung jawab dan tidak membuat kesimpulan," ucapnya.
"Sebagaimana arahan Gubernur bahwa semua pihak untuk menahan diri dan tidak berasumsi sendiri atau ber-statement sendiri sebelum adanya hasil resmi dari tim investigasi yang telah dibentuk oleh Gubernur Jawa Barat," katanya.
3. Roda pemerintahan tetap berjalan dan pelayanan tidak terhenti

Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times/Aditya Pratama) Di tengah isu yang menerpa ini, Dony memastikan bahwa pemerintahan di Kabupaten Sumedang tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat juga normal.
"Sebelumnya Bagian Humas Pemkab Sumedang sudah menyampaikan tanggapan soal isu tersebut," katanya.
Dony memastikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sumedang tetap berjalan sebagaimana mestinya.
"Masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan kepada masyarakat akan terus kami prioritaskan," katanya.





















