Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

SMUP Pascasarjana Unpad Dibuka, Ini 3 Hal Wajib Disiapkan Pendaftar

Kab. Sumedang
SMUP Pascasarjana Unpad Dibuka, Ini 3 Hal Wajib Disiapkan Pendaftar
UNPAD (its.ac.id)
  • Unpad membuka SMUP Pascasarjana Gelombang II 2026/2027 untuk magister, doktor, profesi, spesialis, dan subspesialis; tren pendaftar disebut terus meningkat.
  • Pendaftar wajib lolos verifikasi ijazah, transkrip, identitas, serta sertifikat TKA dan TKBI sebelum mengikuti wawancara atau ujian program studi.
  • Magister dan profesi tanpa skor minimum TKA-TKBI, sedangkan doktor hingga subspesialis membutuhkan 475–500; beberapa beasiswa dan fast track tidak tersedia di gelombang ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sumedang, IDN Times - Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali membuka Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Pascasarjana Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027.

Seleksi ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa jenjang magister, doktor, profesi, spesialis hingga subspesialis. Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan calon pendaftar, mulai dari kelengkapan dokumen, skor Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI), hingga jalur beasiswa yang tidak dibuka pada gelombang ini.

Kepala Kantor Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Unpad, Prof. Anas, mengatakan jumlah pendaftar SMUP menunjukkan tren peningkatan seiring dengan semakin beragamnya jalur penerimaan yang disediakan.

“Kalau dilihat dari tren pendaftar, terus naik dengan berbagai macam jalur yang dibuka,” ujar Prof. Anas melalui siaran pers dikutip IDN Times , Jumat (4/9/2026).

  1. 1. Dokumen harus diverifikasi sebelum mengikuti ujian

    peserta UTBK sedang berdo'a sebelum mengerjakan soal (Dok. akun X si paling unpad
    peserta UTBK sedang berdo'a sebelum mengerjakan soal (Dok. akun X si paling unpad

    Tahapan awal yang harus dilalui calon mahasiswa adalah verifikasi dokumen. Peserta perlu memastikan dokumen persyaratan telah lengkap sebelum mengikuti proses seleksi di program studi.

    Dokumen yang diverifikasi antara lain ijazah, transkrip nilai, kartu identitas, serta sertifikat TKA dan TKBI. Setelah dinyatakan memenuhi syarat atau eligible, calon mahasiswa baru dapat mengikuti tahapan seleksi yang diselenggarakan masing-masing program studi.

    Tahapan tersebut dapat berupa wawancara maupun ujian sesuai dengan ketentuan program studi yang dipilih.

    “Yang paling penting adalah verifikasi. Pertama, verifikasi dokumen resmi seperti ijazah dan transkrip. Selain itu juga kartu identitas serta sertifikat TKA dan TKBI. Setelah eligible keluar, kemudian interview atau ujian prodi lainnya, baru penentuan kelulusan,” kata Prof. Anas.

  2. 2. Perhatikan skor TKA dan TKBI sesuai jenjang

    Jelajah Unpad tawarkan pengalaman campus tour eksklusif (instagram.com/universitaspadjadjaran)
    Jelajah Unpad tawarkan pengalaman campus tour eksklusif (instagram.com/universitaspadjadjaran)

    Calon mahasiswa juga perlu memperhatikan ketentuan nilai TKA dan TKBI sebelum mendaftar. Persyaratan skor minimum berbeda berdasarkan jenjang pendidikan yang dipilih.

    Untuk jenjang magister dan profesi, Unpad tidak menetapkan skor minimum TKA dan TKBI. Sementara itu, calon mahasiswa jenjang doktor, spesialis dan subspesialis harus memenuhi skor yang berada pada rentang 475 hingga 500 sesuai ketentuan masing-masing program.

    Prof. Anas mengingatkan agar sertifikat TKA dan TKBI yang digunakan berasal dari lembaga penyelenggara resmi dan terakreditasi. Hal ini penting untuk memperlancar proses verifikasi administrasi. Terlebih bagi calon mahasiswa yang baru melengkapi persyaratan menjelang akhir masa pendaftaran.

  3. 3. Sejumlah beasiswa tidak dibuka di Gelombang II

    ilustrasi suasana Unpad (youtube.com/FTIP Unpad)
    ilustrasi suasana Unpad (youtube.com/FTIP Unpad)

    Calon mahasiswa juga perlu mencermati jalur penerimaan yang tersedia. Sebab, tidak seluruh jalur beasiswa dan skema pendidikan dibuka pada SMUP Pascasarjana Gelombang II.

    Beberapa program yang tidak tersedia pada gelombang ini yakni Beasiswa Unpad, yang mencakup BPUPP dan BPDP, Beasiswa PMDSU, serta program fast track dari jenjang S-1 ke S-2. Sementara bagi calon mahasiswa yang hendak mendaftar melalui beasiswa seperti LPDP maupun Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI), Prof. Anas menyarankan agar pendaftaran dilakukan lebih awal.

    Menurutnya, waktu yang lebih panjang akan memberikan kesempatan bagi peserta untuk melengkapi maupun memperbaiki dokumen apabila belum dinyatakan eligible.

    “Kalau di sesi ketiga sudah tidak ada waktu untuk memperbaiki,” ungkapnya.

    Adapun pendaftaran SMUP Pascasarjana Gelombang II jalur reguler berlangsung mulai 14 Agustus 2026 hingga 11 Januari 2027. Khusus program spesialis dan subspesialis, pendaftaran dibuka hingga 28 Desember 2026.

    Informasi mengenai program studi, persyaratan, jalur seleksi, jadwal penerimaan, biaya kuliah dan beasiswa dapat dilihat melalui laman resmi SMUP Unpad.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More