Jenazah dalam Kardus Dimakamkan di Lampung, Polisi Dalami Masih Motif

Jenazah SM (41), korban dugaan pembunuhan yang ditemukan dalam kardus di Bandung, telah diautopsi dan dibawa keluarga untuk disemayamkan di Lampung.
Polisi menduga SM dibunuh oleh pacarnya, SDS (31), di kamar kos. Tidak ditemukan luka luar pada tubuh korban, sehingga penyebab kematian masih didalami lewat autopsi.
Tersangka diamankan kurang dari enam jam setelah penemuan jenazah, saat menuju Palembang. Polisi masih memeriksa pelaku untuk mengungkap motif dan rangkaian kejadian.
Bandung, IDN Times – SM (41), jenazah yang terbungkus kardus dan ditemukan warga di Jalan Terusan Suryani, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung akhirnya dibawa pulang dan dimakamkan di Lampung. Proses pemakaman dilakukan setelah jasad korban diautopsi di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.
Namun, kepulangan SM ke peristirahatan terakhirnya belum diikuti jawaban atas pertanyaan terbesar dalam kasus ini. Hingga Jumat (4/9/2026), polisi masih mendalami motif di balik dugaan pembunuhan yang menewaskan perempuan asal Bandar Lampung tersebut.
Di satu sisi, penyidik telah mengamankan seorang pria berinisial SDS (31) yang diduga terlibat dalam kasus itu. Di sisi lain, rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian korban masih terus disusun oleh penyidik.
1. SM telah dimakamkan di kampung halamannya

Ilustrasi Police Line. Dok. Istimewa. Keluarga membawa jenazah SM ke Lampung setelah proses autopsi yang dilakukan untuk kepentingan penyidikan selesai. Kepastian itu dibenarkan Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah.
"Iya (dibawa ke Lampung ke keluarganya)," kata Nurindah.
SM sebelumnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kardus yang ditinggalkan di kawasan Terusan Suryani. Penemuan itu mengundang perhatian warga karena lokasi pembuangan berada di kawasan yang cukup padat aktivitas.
Belakangan, polisi mengidentifikasi korban sebagai warga Bandar Lampung. Keluarga kemudian datang ke Bandung untuk mengurus pemulangan jenazah sebelum dimakamkan di daerah asalnya.
Bagi keluarga, proses pemakaman menjadi akhir dari pencarian dan identifikasi korban. Namun bagi penyidik, kasus ini masih jauh dari selesai.
2. Polisi masih menyusun potongan peristiwa sebelum korban ditemukan

Ilustrasi kejahatan seksual (IDN Times/Sukma Shakti) Kasus ini bermula dari laporan warga yang mencurigai sebuah kardus tergeletak di pinggir jalan. Laporan itu diterima melalui layanan darurat, sebelum petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Saat kardus dibuka, petugas menemukan jasad seorang perempuan di dalamnya. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim Inafis Polrestabes Bandung yang melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari penyelidikan awal, polisi menduga korban merupakan korban pembunuhan. Namun penyidik masih menelusuri satu per satu rangkaian kejadian yang terjadi sebelum jasad korban ditemukan.
Penyidik juga masih mendalami lokasi awal kejadian. Sebab, tempat ditemukannya kardus diduga bukan lokasi utama terjadinya peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Autopsi yang telah dilakukan terhadap jenazah korban diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kematian sekaligus memperkuat konstruksi perkara yang sedang disusun penyidik.
3. Motif menjadi kunci yang masih dicari polisi

Ilustrasi kejahatan. (pixabay.com/kalhh) Meski terduga pelaku telah diamankan, polisi belum membuka motif yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan tersebut.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Suryadi mengatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap SDS untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai hubungan antara korban dan pelaku serta alasan di balik peristiwa tersebut.
"Untuk motif, akan disampaikan segera setelah pemeriksaan," kata Dedi.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa fokus penyidikan kini tidak lagi sekadar mencari pelaku. Polisi telah bergerak ke tahap berikutnya, yakni menjawab mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi.
Motif menjadi bagian penting dalam pengungkapan kasus ini karena akan membantu menjelaskan hubungan korban dan pelaku, kronologi kejadian, hingga alasan jasad korban akhirnya ditemukan terbungkus kardus di pinggir jalan.
Sejauh ini, publik telah mengetahui siapa korban dan siapa yang diamankan polisi. Namun jawaban atas pertanyaan paling mendasar dalam kasus tersebut masih belum terungkap.


















