Bandara Husein Targetkan Penerbangan Internasional Mulai Oktober

- Pemkot Bandung menargetkan penerbangan internasional Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi pada Oktober 2026, setelah finalisasi terminal keberangkatan dan kedatangan ditargetkan akhir September.
- Rute internasional yang disiapkan mencakup Singapura, Malaysia, dan Thailand, sementara rute domestik terus ditambah melalui variasi tujuan serta maskapai.
- Frekuensi domestik kini tiga hingga empat penerbangan dan 1.000–1.200 penumpang per hari; Pemkot menargetkan 3.000 penumpang harian akhir Oktober, didukung parkir dan transportasi feeder BRT.
Bandung, IDN Times - Bandara Husein Sastranegara Bandung terus berbenah untuk mengembalikan konektivitas penerbangan dari Kota Bandung. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini menargetkan penerbangan internasional kembali beroperasi pada Oktober 2026.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan persiapan terminal internasional, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan, tengah dimatangkan. Selain itu, penerbangan domestik juga terus dikembangkan dengan penambahan variasi tujuan dan maskapai.
“Bandara Husein sekarang ini perkembangannya semakin baik. Izin untuk tujuan-tujuan domestik semakin beragam dari berbagai macam maskapai,” kata Farhan, Jumat (4/9/2026).
1. Akan ada penerbangan ke Malaysia hingga Thailand

Pengerjaan Bandara Husein Sastranegara Bandung Dikebut Jelang Pengaktifan Kembali. IDN Times/Debbie Sutrisno Pemkot Bandung tengah mempersiapkan Bandara Husein Sastranegara untuk kembali melayani penerbangan internasional. Sejumlah fasilitas di terminal internasional kini dalam tahap pematangan.
Farhan mengatakan berdasarkan informasi dari pihak Angkasa Pura, proses finalisasi fasilitas terminal internasional ditargetkan selesai pada akhir September 2026.
“Persiapan secara fisik di terminal internasional baik keberangkatan maupun kedatangan sedang dimatangkan. Insyaallah akhir September sudah bisa difinalisasi,” ujarnya.
Jika persiapan berjalan sesuai rencana, penerbangan internasional ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026. Sejumlah negara yang disiapkan menjadi tujuan penerbangan yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand.
“Mudah-mudahan sesuai dengan target pada bulan Oktober, maskapai penerbangan yang melayani jalur internasional ke Singapura, Malaysia, dan Thailand sudah bisa beroperasi,” kata Farhan.
2. Penumpang ditargetkan naik hampir tiga kali lipat

Bandara Husein Bangkit, Kini Ada Penerbangan rutin Bandung-Yogyakarta. Dok Diskominfo Bandung Di tengah persiapan penerbangan internasional, aktivitas penerbangan domestik di Bandara Husein Sastranegara juga terus ditingkatkan.
Saat ini, frekuensi penerbangan berada di kisaran tiga hingga empat penerbangan setiap hari. Jumlah penumpangnya berkisar 1.000 hingga 1.200 orang per hari.
Pemkot Bandung menargetkan jumlah tersebut meningkat hingga 3.000 penumpang per hari pada akhir Oktober 2026.
“Target pertama kita pokoknya sampai akhir Oktober 3.000 penumpang per hari,” ungkap Farhan.
Target tersebut sejalan dengan upaya pemerintah menghidupkan kembali Bandara Husein sebagai salah satu pintu masuk dan keluar Kota Bandung. Bertambahnya rute domestik serta rencana penerbangan internasional diharapkan ikut mendongkrak mobilitas masyarakat.
3. Transportasi menuju bandara ikut disiapkan

Bandara Husein Bangkit, Kini Ada Penerbangan rutin Bandung-Yogyakarta. Dok Diskominfo Bandung Peningkatan jumlah penumpang juga perlu diikuti kesiapan fasilitas pendukung di sekitar bandara. Salah satu yang menjadi perhatian Pemkot Bandung yakni kapasitas parkir dan akses transportasi umum bagi penumpang.
Farhan mengatakan sejumlah pilihan transportasi saat ini sudah tersedia di Bandara Husein Sastranegara. Primkop AU bekerja sama dengan operator taksi daring dan taksi meter untuk memenuhi kebutuhan mobilitas penumpang.
Selain itu, terdapat komitmen dari Koperasi Angkutan Masyarakat (Kopamas) untuk mendukung layanan angkutan umum di kawasan bandara.
Menurut Farhan, Kopamas juga berkaitan dengan skema feeder yang nantinya terhubung dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.
“Kopamas itu bagian dari feeder untuk MJT yang merupakan kerangka BRT,” tuturnya.
Dengan pengembangan rute penerbangan dan transportasi pendukung tersebut, Pemkot Bandung berharap konektivitas Bandara Husein Sastranegara semakin kuat sekaligus mampu mendorong mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kota Bandung.


















