Gerakan Ekonomi Kreatif Tasikmalaya Dorong Adanya Perda Ekraf

- DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya mendorong Perda ekonomi kreatif sebagai payung hukum dan siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk membangun ekosistem yang lebih baik.
- Setelah mengukuhkan 38 pengurus, Gekrafs menyiapkan kolaborasi hukum, business matching, dan festival untuk melindungi pelaku usaha, memperkuat branding, serta menarik kunjungan ke Tasikmalaya.
- Gekrafs akan mendata dan mengakomodasi pelaku dari 21 subsektor ekonomi kreatif; data dinas mencatat sekitar 1.850 pelaku, meski jumlah itu belum sepenuhnya menggambarkan kondisi lapangan.
Tasikmalaya, IDN Times - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Tasikmalaya mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang ekonomi kreatif. Regulasi itu dinilai penting sebagai payung hukum pelaku ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya.
"Harapannya, kami bisa membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya lebih baik lagi. Tentunya kami siap menjadi mitra strategis pemerintah," ujar Ketua DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya Deden Khairul setelah dilantik, dikutip Sabtu (5/9/2026).
"Kami akan terus mendorong agar Perda ekonomi kreatif bisa hadir di Kota Tasikmalaya sebagai payung hukum bagi para pelaku ekonomi kreatif," kata Deden.
1. Pelaku industri kreatif harus nyaman dan terlindungi

ilustrasi industri kreatif (unsplash.com/ Matthieu Comoy) Dalam pelantikan, ada sebanyak 38 pengurus DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya yang telah resmi dikukuhkan. Sementara itu, lebih dari seratus calon anggota telah mendaftarkan diri. Sebanyak 35 sukarelawan juga terlibat dalam kepanitiaan pelantikan.
Deden mengatakan, Gekrafs Kota Tasikmalaya telah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat perlindungan sekaligus mendorong pengembangan pelaku ekonomi kreatif.
Program pertama menyasar aspek hukum. Gekrafs akan mendorong kolaborasi dengan pemangku kepentingan di bidang hukum agar pelaku ekonomi kreatif memperoleh pemahaman dan perlindungan hukum dalam menjalankan usahanya.
"Kami ingin para pelaku ekonomi kreatif merasa nyaman dan terlindungi secara hukum dalam menjalankan usahanya," katanya.
2. Berharap banyak wisatawan datang ke Tasikmalaya

ilustrasi industri kreatif (unsplash.com/ Bench Accounting) Program berikutnya berupa business matching untuk mendorong pelaku ekonomi kreatif naik kelas. Menurut Deden, Kota Tasikmalaya memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan dan dipasarkan lebih luas melalui penguatan merek (branding) serta pertemuan bisnis.
Selain itu, Gekrafs akan menggelar festival sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi Kota Tasikmalaya kepada masyarakat luas. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Target kami nasional dan internasional. Mudah-mudahan semakin banyak orang berkunjung ke Tasikmalaya sehingga perputaran ekonomi di Kota Tasikmalaya semakin meningkat," kata Deden.
3. Berupaya mengakomodir 21 subsektor ekonomi kreatif

Ilustrasi industri kreatif (unsplash.com/Tyler casey) Gekrafs Kota Tasikmalaya juga akan terlibat dalam berbagai momentum yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, termasuk peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober mendatang.
Terkait jumlah pelaku ekonomi kreatif, Deden mengatakan mereka masih melakukan pendataan. Berdasarkan data dari dinas terkait, terdapat sekitar 1.850 pelaku ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya.
Namun, angka tersebut dinilai belum sepenuhnya menggambarkan jumlah pelaku ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai subsektor.
Gekrafs menaungi 21 subsektor ekonomi kreatif, di antaranya kuliner, fesyen, kriya, musik, film, fotografi, dan pengembangan permainan.
Deden mengatakan, Gekrafs Kota Tasikmalaya akan berupaya mengakomodasi pelaku ekonomi kreatif dari berbagai kelompok usia sekaligus membangun kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha, pemerintah, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak perekonomian Kota Tasikmalaya, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku kreatif lokal," ujarnya.






















