Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cirebon Jadi Raja Angkutan Barang Kereta di Jawa Barat

Kota Cirebon
Cirebon Jadi Raja Angkutan Barang Kereta di Jawa Barat
Bongkar muat logistik kereta barang di Stasiun Prujakan Cirebon. (Dok. Humas Daop 3 Cirebon)
  • Pada Juli 2026, Daop 2 Bandung memberangkatkan 2.267.976 penumpang, setara 92,37 persen dari total Jawa Barat, sedangkan Daop 3 Cirebon mencatat 187.416 penumpang.
  • Total penumpang kereta Jawa Barat naik 1,01 persen secara bulanan; Bandung tumbuh 1,41 persen, sementara Cirebon turun 3,58 persen dibandingkan Juni 2026.
  • Daop 3 Cirebon mengangkut 24,24 ribu ton barang atau 90,58 persen total Jawa Barat, hampir sepuluh kali volume Bandung yang mencapai 2,52 ribu ton.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cirebon, IDN Times - Kereta api di Jawa Barat menunjukkan dua wajah berbeda antara Bandung dan Cirebon. Jika Bandung menjadi pusat keberangkatan penumpang, Cirebon justru mendominasi angkutan barang dengan selisih hampir sepuluh kali lipat pada Juli 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah penumpang yang berangkat dari wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencapai 2.267.976 orang pada Juli 2026. Sementara itu, penumpang dari Daop 3 Cirebon hanya 187.416 orang.

Dalam catatan itu menunjukkan, jumlah penumpang Daop 2 Bandung sekitar 12 kali lebih banyak dibandingkan Daop 3 Cirebon. Dari total 2.455.392 penumpang kereta api di Jawa Barat, Bandung menyumbang 92,37 persen, sedangkan Cirebon 7,63 persen.

  1. 1. Bandung dominasi penumpang

    Kereta barang PT Kereta Api Indonesia (Persero). (dok. KAI)
    Kereta barang PT Kereta Api Indonesia (Persero). (dok. KAI)

    Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, jumlah penumpang kereta api di Jawa Barat pada Juli 2026 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

    “Pada transportasi kereta api konvensional di wilayah operasional Daop 2 Bandung dan Daop 3 Cirebon, total volume penumpang mencapai 2,46 juta orang,” kata Ari dikutip pada Minggu (6/9/2026).

    Secara bulanan, jumlah penumpang kereta api Jawa Barat meningkat 1,01 persen. Namun, pertumbuhan tersebut tidak terjadi secara seragam di kedua wilayah operasi.

    Daop 2 Bandung mencatat kenaikan jumlah penumpang 1,41 persen dibandingkan Juni 2026. Sebaliknya, Daop 3 Cirebon mengalami penurunan 3,58 persen.

    Kondisi tersebut membuat kesenjangan volume penumpang antara kedua daerah operasi tetap lebar.

  2. 2. Cirebon berbalik unggul

    Ilustrasi kereta barang. (unsplash.com/Laurent Jollet)
    Ilustrasi kereta barang. (unsplash.com/Laurent Jollet)

    Margaretha mengatakan, kontras terlihat ketika indikator yang dibandingkan adalah angkutan barang. Pada Juli 2026, Daop 3 Cirebon mengangkut 24,24 ribu ton barang.

    Angka tersebut jauh di atas volume angkutan barang Daop 2 Bandung yang hanya mencapai 2,52 ribu ton.

    "Dari total 26,76 ribu ton barang yang diangkut melalui jalur kereta api di Jawa Barat, kontribusi Daop 3 Cirebon mencapai 90,58 persen. Sementara Daop 2 Bandung hanya menyumbang 9,42 persen," katanya.

    Selain itu, data tersebut menunjukkan perbedaan fungsi kedua wilayah dalam layanan kereta api.

    Bandung sangat dominan dalam layanan penumpang, sedangkan Cirebon menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar terhadap angkutan barang di Jawa Barat.

    Volume angkutan barang Jawa Barat pada Juli 2026 tercatat naik 12,84 persen dibandingkan Juni. Kenaikan terjadi baik di Daop 2 Bandung maupun Daop 3 Cirebon.

    Daop 3 Cirebon mencatat pertumbuhan 12,99 persen secara bulanan, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Daop 2 Bandung yang mencapai 11,43 persen.

  3. 3. Dua fungsi ekonomi kereta

    Bongkar muat logistik kereta barang di Stasiun Prujakan Cirebon. (Dok. Humas Daop 3 Cirebon)
    Bongkar muat logistik kereta barang di Stasiun Prujakan Cirebon. (Dok. Humas Daop 3 Cirebon)

    Margaretha mengatakan perkembangan angkutan penumpang dan barang menunjukkan semakin kuatnya konektivitas transportasi di Jawa Barat dalam menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

    Menurutnya, perbandingan Bandung dan Cirebon memperlihatkan besarnya jumlah penumpang tidak otomatis sejalan dengan dominasi angkutan logistik.

    "Bandung menjadi simpul utama penumpang, sedangkan Cirebon memiliki posisi yang jauh lebih kuat dalam angkutan barang," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More