Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bandara Husein Tutup, Penggunaan Kereta Api Diprediksi Naik

Kota Bandung
Bandara Husein Tutup, Penggunaan Kereta Api Diprediksi Naik
Kondisi Bandara Husein yang tutup imbas paparan abu vulkanik. IDN Times/ Debbie Sutrsino
Share Article

Bandung, IDN Times - Penerbangan maskapai di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, belum beroperasi imbas aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026). Transportasi kereta api sekarang bisa jadi pilihan alternatif masyarakat untuk bepergian dari dan ke Kota Bandung,

"Penerbangan memang sampai hari ini, Senin tanggal 7 September jam 11, itu belum ada penerbangan sama sekali," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Erupsi Gunung Anak Krakatau menghasilkan abu vulkanik yang menyebar ke berbagai wilayah di pulau Jawa dan Sumatera. Hal tersebut berdampak pada penerbangan pesawat.

Farhan mengklaim sudah tidak ada lagi sebaran abu di permukaan. Meski demikian, ia menduga abu vulkanik hasil dari erupsi Gunung Anak Krakatau masih bertebaran di udara.

"Walaupun di permukaan sudah tidak ada abu vulkanik, tapi perkiraan di udara lihat langit masih abu-abu, kelihatannya masih ada, jadi belum ada penerbangan," ucapnya.

  1. 1. Belum ada kejelasan aktivitas kembali Husein

    IMG_20260906_115151.jpg
    Penumpang menunggu kepastian penerbangan di Bandara Husein Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Di Bandara Husein, terdapat rencana kedatangan pesawat yang terpaksa dibatalkan hari ini, di antaranya dari Denpasar, Balikpapan, dan Surabaya.

    Hingga saat ini Pemkot Bandung pun belum dapat memastikan kapan operasional penerbangan kembali normal. Namun, ia menyebut sejumlah maskapai telah memberikan pelayanan atur ulang jadwal atau pengembalian dana tiket.

    "Belum dapat dipastikan, tetapi para maskapai sudah memberikan layanan khusus kepada para calon penumpang yang ingin melakukan rescheduling atau melakukan refund dari tiket tersebut," bebernya.

  2. 2. Ada penambahan jadwal tambahan kereta

    IMG-20260210-WA0034.jpg
    Stasiun kereta communter line di Bandung Raya. Dok Istimewa

    Pemberhentian sementara operasional penerbangan berdampak pada aktivitas masyarakat. Farhan menyebut kini banyak masyarakat yang beralih menggunakan kereta api untuk mencapai ke kota tujuan.

    "Kalau kereta api itu berjalan dengan normal, bahkan jadwal ditambah karena untuk mengantisipasi para penumpang penerbangan yang di-cancel dan terpaksa harus berangkat menggunakan kereta api," ujarnya.

    "Alhamdulillah semuanya lancar, baik yang menggunakan Whoosh dari Jakarta maupun dari Bandung menuju ke arah timur maupun ke arah barat. Jadi kereta api aman," lanjutnya.

  3. 3. Siapkan mitigasi untuk masyarakat

    Ilustrasi penggunaan masker di area publik. (pixabay.com/useche360)
    Ilustrasi penggunaan masker di area publik. (pixabay.com/useche360)

    Di sisi lain, Pemkot tengah menyusun langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik apabila sebarannya terus memasuki wilayah Kota Bandung. Menurut Farhan, Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi yang berkaitan langsung dengan dampak aktivitas abu vulkanik, yakni Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), AirNav Indonesia, serta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

    "Kalau itu nanti kami sedang menyusun sebuah mitigasi apabila memang abu vulkaniknya sampai ke Bandung. Kami akan koordinasi yang pertama tentunya dengan BMKG, kedua dengan BPBD, ketiga dengan AirNav, dan keempat dengan KCIC," ujarnya.

    Ia menjelaskan, sebaran abu vulkanik memengaruhi berbagai aktivitas dan layanan transportasi. Karena itu, pemerintah perlu memastikan informasi mengenai perkembangan kondisi tersebut diterima masyarakat secara cepat dan akurat.

    Farhan juga menyoroti aktivitas anak-anak sekolah yang menggunakan sepeda motor. Menurutnya, apabila kondisi udara terdampak abu vulkanik, penggunaan kendaraan roda dua perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan paparan terhadap abu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More