Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Anggota Polda Jabar Intimidasi Satpam Bundaran HI Diproses Bid Propam

Kota Bandung
Anggota Polda Jabar Intimidasi Satpam Bundaran HI Diproses Bid Propam
Viral mobil Alphard terobos lampu merah di Bundaran HI/ dok Instagram Fakta.indo
Share Article

Bandung, IDN Times - Tiga pria yang melakukan intimidasi terhadap seorang satpam proyek MRT di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, ternyata merupakan anggota Polda Jabar. Mereka saat ini tengah diproses Bid Propam Polda Jabar.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan membenarkan bahwa tiga anggotanya ini telah melakukan tindakan intimidasi satpam proyek MRT di Jakarta Pusat. Atas hal ini, Polda Jabar turut menyampaikan permohonan maaf kepada korban.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Satpam di Bundaran HI atas perlakuan arogan dan tidak pantas oleh tiga anggota Polda Jabar," ujar Hendra, Sabtu (25/7/2026).

1. Proses kode etik berlaku meski kedua belah pihak sudah berdamai

WhatsApp Image 2026-01-06 at 8.53.32 PM.jpeg
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan. IDN Times/Istimewa

Kasus ini pun sebelumnya sudah menempuh proses secara damai, hanya saja, Hendra memastikan, penyelesaian secara damai antara kedua belah pihak, tidak menghentikan proses penegakan disiplin internal terhadap ketiga anggotanya itu.

"Perdamaian antar para pihak, tidak menghapuskan sanksi kode etik terhadap ketiga saudara Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW," katanya.

Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Barat, kata Hendra, telah memeriksa ketiga personel tersebut. Hasil pemeriksaan menyimpulkan telah ditemukan bukti yang cukup adanya dugaan pelanggaran kode etik profesi.

"Pemeriksaan sudah dilakukan oleh Bid Propam Polda Jabar terhadap ketiga anggota kami tersebut. Ditemukan cukup bukti melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri sebagaimana Perpol Nomor 7 Tahun 2022," ucapnya.

2. Polda Jabar akan tindak tegas tiga anggotanya tersebut

WhatsApp Image 2026-04-26 at 17.28.28.jpeg
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Dok. Polda Jabar

Hendra mengatakan, hasil pemeriksaan itu akan ditindaklanjuti melalui mekanisme sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri. Dia menegaskan, Polda Jawa Barat berkomitmen menindak setiap pelanggaran yang dilakukan personelnya secara tegas dan terbuka kepada publik.

"Hasilnya akan dilanjutkan melalui proses kode etik dan sidang kode etik profesi Polri. Kami Polda Jabar berkomitmen dan konsisten akan menindak tegas dan transparan terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota," katanya.

Diketahui sebuah video memperlihatkan Toyota Alphard menerobos lampu merah di penyeberangan jalan kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7/2026).

Mobil tersebut menancap gas saat kendaraan lain telah berhenti dan memberi jalan untuk pejalan kaki mulai menyeberang dari kedua arah.

3. Tiga anggota Polda Jabar tegur Satpam Proyek MRT setelah trobos lampu merah

IMG_20260724_083610.jpg
Viral mobil Alphard terobos lampu merah di Bundaran HI/ dok Instagram Fakta.indo

Sisi lain, satpam tersebut membantu menyeberangkan pejalan kaki namun sebuah mobil Alphard menerobos. Satpam pun kemudian menegur tapi diduga tidak diterima si sopir, dan beberapa orang berbaju batik turun dan menghampiri satpam kemudian digiring ke pos polisi.

Dalam video klarifikasi, sang satpam mengatakan dirinya diancam akan dilaporkan ke vendor tempatnya bekerja agar dipecat.

Dalam video klarifikasi yang diunggah di media sosial, petugas keamanan itu mengaku sempat mendapat intimidasi. Ia mengatakan, tiga orang yang menghampirinya mengaku sebagai aparat dan mengancam akan mendatangi vendor tempatnya bekerja agar dirinya dipecat.

"Tiga orang arogan bilang ini semua bilang itu semua saya juga aparat, emang kamu doang aparat, sampai dia ngambil KTA-nya tunjukin ke saya, saya juga aparat. Setelah kepala pospol datang kami duduk di dalam dan menceritakan kronologinya, dan kepala pospol menyampaikan ke sana, kamu salah, kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil."

Dia kemudian menceritakan bahwa setelah pertemuan di pos polisi, ketiga orang tersebut tetap menanyakan identitas vendor tempatnya bekerja.

"Nah setelah pospolnya bilang tersebut, orang tersebut dan tiga orang lain menanyakan vendor dan akan ke vendor saya segera untuk saya dikeluarkan atau dipecat."

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More