Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Marak Begal dan Kejahatan Jalanan, Polda Jabar Masifkan Patroli Dini Hari

Marak Begal dan Kejahatan Jalanan, Polda Jabar Masifkan Patroli Dini Hari
Ilustrasi senjata tajam. (Pixabay/Niek Verlaan)
Intinya Sih
  • Polda Jabar menambah patroli dini hari di wilayah rawan begal, terutama akhir pekan dan masa libur, untuk memperkuat keamanan serta mempercepat penanganan laporan masyarakat.
  • Kepolisian mengapresiasi peran aktif warga yang melapor dan membagikan informasi kejahatan di media sosial, karena membantu penyelidikan sekaligus memperingatkan agar masyarakat tetap utamakan keselamatan.
  • Sepanjang Juli 2026, Polda Jabar berhasil mengungkap 24 kasus begal dari total 19 kasus yang viral di media sosial tanpa adanya korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Maraknya aksi begal di sejumlah wilayah Jawa Barat menjadi perhatian serius Polda Jabar. Kepolisian memastikan akan memperkuat patroli pada jam-jam rawan, terutama dini hari, sekaligus mempercepat penanganan setiap laporan yang masuk dari masyarakat.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan berbagai video dan laporan yang beredar di media sosial justru membantu polisi memetakan lokasi serta pola kejahatan jalanan. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pengungkapan kasus.

"Terima kasih sekali kepada teman-teman yang peduli terkait situasi kamtibmas di Jawa Barat. Banyak pengguna media sosial yang memposting bagaimana perilaku pelaku curat, curas, dan curanmor. Dengan postingan tersebut kami bisa menelusuri berbagai kejadian yang menonjol dan viral yang mudah dipahami masyarakat sebagai begal," kata Hendra.

1. Tingkatkan aparat pada jam rawan

( Ilustrasi senjata tajam) IDN Times/Istimewa
( Ilustrasi senjata tajam) IDN Times/Istimewa

Polda Jabar telah memetakan waktu-waktu yang paling sering dimanfaatkan pelaku untuk beraksi. Berdasarkan evaluasi kepolisian, dini hari hingga menjelang pagi masih menjadi periode yang paling rawan terjadinya pembegalan.

Karena itu, Kapolda Jabar menginstruksikan seluruh jajaran untuk menambah kekuatan personel patroli, khususnya pada akhir pekan dan masa libur ketika aktivitas masyarakat masih cukup tinggi pada malam hingga dini hari.

"Jam-jam dini hari mulai pukul 00.00 sampai menjelang pagi akan kami perbanyak personelnya. Utamanya pada hari-hari libur karena menjadi jam-jam yang rawan," ujar Hendra.

Selain meningkatkan patroli, Kapolda dan Wakapolda juga telah memberikan arahan kepada seluruh kapolres di Jawa Barat agar setiap laporan kejahatan jalanan ditangani secara cepat dan pelaku segera ditangkap.

2. Polisi minta masyarakat aktif melapor, pelaku akan ditindak tegas

Ilustrasi Senjata Tajam Gangster (IDN Times/ Bambang Suhandoko)
Ilustrasi Senjata Tajam Gangster (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Polda Jabar mengapresiasi masyarakat yang aktif melaporkan maupun mengunggah kejadian kriminal di media sosial. Informasi tersebut dinilai membantu penyidik menelusuri identitas pelaku maupun lokasi kejadian.

Namun demikian, Hendra mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan saat menghadapi pelaku kejahatan. Penindakan terhadap pelaku sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

"Perintah Pak Kapolda untuk tindak tegas terukur sudah jelas. Kami juga mengingatkan kepada para pelaku, sekecil apa pun yang memberikan teror kepada masyarakat akan kami tindak tegas," katanya.

Menurut Hendra, kolaborasi antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Jawa Barat agar tetap kondusif.

3. Puluhan kasus berhasil diungkap jajaran

( Ilustrasi senjata tajam) IDN Times/Istimewa
( Ilustrasi senjata tajam) IDN Times/Istimewa

Polda Jabar mencatat terdapat sekitar 19 kasus begal yang sempat viral di media sosial sepanjang Juli 2026. Namun jumlah kasus yang berhasil diungkap polisi justru lebih banyak dibandingkan yang menjadi perhatian publik.

"Dari data yang kami dapatkan ada sekitar 19 kasus yang viral di media sosial se-Jawa Barat. Dari jumlah itu, sekitar 24 kasus sudah berhasil kami ungkap," ujar Hendra.

Mayoritas pelaku mengincar sepeda motor karena dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan relatif mudah dijual kembali. Meski demikian, hingga saat ini kepolisian memastikan belum ada korban meninggal dunia dari rangkaian kasus yang ditangani sepanjang Juli.

"Rata-rata sasaran mereka memang sepeda motor. Sampai saat ini tidak ada korban jiwa, hanya korban mengalami ketakutan dan ada yang mengalami luka," kata Hendra.

Sebelumnya, kepolisian berhasil mengungkap sejumlah kasus begal yang sempat meresahkan masyarakat, seperti pembegalan di Flyover Kopo yang pelakunya ditangkap dalam waktu sekitar tiga jam, begal beruntun di kawasan Cikawao-Melong Kaler yang berhasil diungkap kurang dari satu jam setelah laporan diterima, hingga penangkapan komplotan remaja bersenjata tajam di Kabupaten Cianjur pada awal Juli 2026.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Barat

See More