Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pos Indonesia Abadikan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Pranko

Kota Bandung
Pos Indonesia Abadikan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Pranko
Pos Indonesia rilis prangko edisi anak. (Dok.Istimewa)
Intinya Sih

Memperingati Hari Anak Nasional 2026, PT Pos Indonesia (Persero) menghadirkan cara berbeda untuk mengampanyekan pendidikan karakter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, PT Pos Indonesia (Persero) menghadirkan cara berbeda untuk mengampanyekan pendidikan karakter. Perusahaan pelat merah itu menerbitkan prangko edisi khusus bertajuk "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat", yang mengangkat nilai-nilai pembiasaan positif bagi anak-anak Indonesia.

Prangko edisi khusus ini menjadi bagian dari dukungan Pos Indonesia terhadap gerakan pendidikan karakter yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

1. Tujuh kebiasaan positif diabadikan dalam prangko

IMG-20260725-WA0001.jpg
Pos Indonesia rilis prangko edisi anak. (Dok.Istimewa)

Prangko edisi Hari Anak Nasional mengangkat tujuh kebiasaan yang menjadi fondasi pembentukan karakter anak, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Seluruh kebiasaan tersebut divisualisasikan dalam tujuh desain prangko yang diterbitkan dalam bentuk Souvenir Sheet. Masing-masing prangko memiliki nominal Rp5.000 dan dilengkapi dengan First Day Cover atau Sampul Hari Pertama yang menjadi pelengkap koleksi filateli.

Executive Vice President Government and Corporate Business PT Pos Indonesia, Hendrasari, mengatakan penerbitan prangko ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap penguatan karakter generasi muda.

"Prangko bukan hanya alat pembayaran jasa pos, tetapi juga media komunikasi yang mampu menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat. Melalui penerbitan prangko Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pos Indonesia ingin turut mengampanyekan pentingnya pembentukan karakter anak sejak usia dini sebagai investasi bagi masa depan bangsa," ujarnya.

2. Prangko tak sekadar koleksi, tetapi juga media edukasi

koleksi perangko (pexels.com/Kübra Arslaner)
koleksi perangko (pexels.com/Kübra Arslaner)

Pos Indonesia menilai prangko masih memiliki fungsi sebagai media edukasi yang mampu menyampaikan pesan kepada masyarakat lintas generasi.

Karena itu, setiap desain dibuat dengan ilustrasi yang komunikatif dan mudah dipahami agar tidak hanya menarik bagi kolektor, tetapi juga dapat dimanfaatkan orang tua dan sekolah sebagai media pengenalan nilai-nilai positif kepada anak.

Menurut Hendrasari, prangko diharapkan mampu menginspirasi keluarga untuk membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami berharap prangko ini tidak hanya menjadi koleksi filateli, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk membiasakan tujuh kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

3. Pos Indonesia ingin menjaga warisan filateli di era digital

koleksi perangko di Museum Pos Indonesia (indonesiakaya.com)
koleksi perangko di Museum Pos Indonesia (indonesiakaya.com)

Di tengah transformasi layanan logistik dan perkembangan ekosistem digital, Pos Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga tradisi filateli sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Selama ini, perusahaan secara konsisten menerbitkan prangko tematik yang mengangkat berbagai momentum nasional, mulai dari tokoh bangsa, kekayaan budaya, hingga isu-isu sosial yang menjadi perhatian publik.

Penerbitan prangko Hari Anak Nasional 2026 menjadi salah satu upaya menjaga relevansi prangko sebagai media komunikasi, edukasi, sekaligus dokumentasi sejarah. Pos Indonesia berharap inisiatif ini dapat memperkuat kolaborasi keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun karakter anak menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More