Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kanwil Ditjenpas Jabar Dalami Dugaan Sel Mewah di Lapas Cibinong

Kota Bandung
3 min read
Kanwil Ditjenpas Jabar Dalami Dugaan Sel Mewah di Lapas Cibinong
Anggota Ombudsman sedang berkoordinasi dalam sidak di Lapas Cibinong Bogor. Istimewa
  • Kanwil Ditjenpas Jawa Barat menerjunkan tim untuk mendalami dugaan sel berfasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, menyusul temuan Ombudsman saat sidak 23 September 2026.

  • Ombudsman menemukan lebih dari 10 ruangan khusus yang diduga dihuni narapidana, dengan perabot lengkap, interior layaknya apartemen, dapur, serta beberapa mobil mewah termasuk Alphard.

  • Sidak berlangsung tegang karena petugas lapas diduga menghalangi akses ke area berpagar dan terisolir; Ombudsman belum memastikan identitas penghuni, meski melihat sekitar enam hingga tujuh narapidana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Barat tengah melakukan pendalaman dugaan adanya sel tahanan berfasilitas apartemen hingga deretan mobil mewah di area khusus, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kanwil Ditjenpas Jawa Barat turut menerjunkan tim untuk kemudian melakukan pendalaman lebih lanjut mengenai dugaan adanya fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, hasil temuan Ombudsman RI saat Sidak, Rabu (23/9/2026).

"Kami masih melakukan pendalaman, saat ini tim tengah mengumpulkan informasi mengenai temuan-tenuan tersebut" kata Kepala Kanwil Ditjenpas Jabar, Yudi Suseno saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).

  1. 1. Hasil pendalaman akan disampaikan ke publik

    Fikri Yasin dari Ombudsman menunjuk ruangan berfasilitas mewah yang ditemukan di Lapas Cibinong, Bogor.
    Fikri Yasin, Anggota Ombudsman dalam wawancara menunjuk ke arah ruangan yang didapati berfasilitas mawah dalam lapas Cibinong Bogor. Istimewa

    Yudi memastikan, informasi hasil pendalaman ini nantinya akan disampaikan secara jelas kepada publik. Namun, untuk saat ini dia meminta agar publik bersabar karena tim masih melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak terkait di Lapas Kelas IIA Cibinong.

    "Selebihnya tunggu hasil dari pendalaman" ucapnya.

    Sebelumnya, Ombudsman Republik Indonesia (RI) melakukan inspeksi mendadak alias sidak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2026).

    Dalam sidak kedua pada 2026 ini, tim Ombudsman menemukan dugaan adanya sel tahanan berfasilitas apartemen hingga deretan mobil mewah di area khusus yang sengaja ditutupi. Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, membeberkan sejumlah temuan mengejutkan di balik blok khusus narapidana tersebut.

    "Setelah kami berhasil masuk ke sana, ternyata banyak sekali rumah atau ruangan yang diduga tempat tinggal narapidana. Artinya, ada pembedaan fasilitas di sini," ujar Fikri kepada jurnalis.

  2. 2. Sempat bersitegang antara Ombudsman dan petugas pengamanan lapas

    Petugas Ombudsman melakukan inspeksi mendadak di Lapas Kelas IIIA Cibinong, Bogor, dalam rangka kegiatan pengawasan.
    Aktivitas Sidak Ombudsman di Lapas IIIA Cibinong Bogor. Istimewa

    Fikri mengungkapkan sidak tersebut diwarnai ketegangan, karena tim Ombudsman dihalang-halangi petugas lapas saat hendak memasuki kawasan khusus di bagian belakang yang dipagar dan diisolir. Pembatasan masuk ini justru memicu kecurigaan tim Ombudsman yang datang untuk sidak di area lapas.

    "Tadi sempat terjadi aksi tarik-tarikan dan dorong-dorongan dengan mereka, karena mereka tetap berupaya menghalangi petugas. Bahkan, ada kaki petugas kami yang sempat terjepit. Kenapa mereka menghalang-halangi? Ya karena mereka tidak boleh ketahuan," ungkap dia.

  3. 3. Bangunan sel standar apartemen

    Petugas Ombudsman melakukan inspeksi mendadak di Lapas Kelas IIIA Cibinong, Bogor, bersama pihak lapas.
    Sidak Ombudsman di Lapas IIIA Cibinong Bogor. Istimewa

    Setelah berhasil menerobos petugas, Fikri mengatakan, tim sidak menemukan lebih dari sepuluh ruangan yang terbagi dalam dua hingga tiga blok terpisah. Sel tahanan tersebut diduga kuat merupakan fasilitas khusus yang dilengkapi perabotan lengkap hingga terparkirnya kendaraan eksklusif di area terbatas itu.

    "Wah, bagus, bagus sekali. Standar apartemen, artinya standar apartemen! Walau pun ukurannya tidak terlalu besar, tapi kelengkapan semuanya ada. Kelengkapan alat rumah tangga ada, interiornya bagus, bahkan ada dapur sendiri. Di kawasan itu bahkan kami melihat ada beberapa mobil mewah seperti Alphard," ungkap Fikri.

    Fikri menjelaskan di area tersebut yang masih berada di kawasan lapas, tim sidak mendapati sejumlah narapidana, di mana beberapa di antaranya sempat tepergok dan berusaha melarikan diri.

    Meski demikian, Ombudsman belum bisa memastikan identitas lengkap para napi yang menikmati fasilitas mewah tersebut, akibat situasi di lapangan tidak kondusif.

    "Untuk jumlah narapidana yang kami temukan, mungkin ada sekitar enam sampai tujuh orang yang agak terpisah sendiri. Kami belum tahu pasti (pemilik kamar), karena kami belum sempat mendalami lebih jauh," kata Fikri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More