Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tanpa Timnas, Apakah FIFA ASEAN Cup di Jalak Harupat Bakal Ramai?

Kota Bandung
3 min read
Tanpa Timnas, Apakah FIFA ASEAN Cup di Jalak Harupat Bakal Ramai?
Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung menjadi venue Grup B FIFA ASEAN Cup 2026, sementara seluruh laga grup Timnas Indonesia digelar di SUGBK Jakarta.

  • Penyelenggara menghadapi tantangan menjaga animo penonton di Bandung tanpa Timnas Indonesia, dengan tiket matchday 1-2 seharga Rp100 ribu dan matchday 3-4 Rp200 ribu.

  • Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai laga Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan dapat menjadi edukasi sepak bola; Bandung dipilih karena fasilitas Jawa Barat memenuhi standar internasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, bakal menjadi salah satu venue FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, Timnas Indonesia dipastikan tidak akan bermain di stadion tersebut, karena tim Garuda tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.

Adapun seluruh pertandingan fase grup Indonesia dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Sementara itu, Si Jalak Harupat menjadi arena pertandingan Grup B yang berisi Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.

Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara untuk menjaga animo penonton di Bandung. Terlebih, harga tiket pertandingan di Si Jalak Harupat mencapai Rp200 ribu. Untuk matchday satu dan dua, tiket dijual dengan harga Rp100 ribu. Sementara pada matchday tiga dan empat, harga tiket naik menjadi Rp200 ribu.

  1. 1. Animo tidak hanya ingin melihat Timnas

    IMG-20260924-WA0032.jpg
    Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Merespons hal itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap FIFA ASEAN Cup 2026 semestinya tidak hanya bergantung pada kehadiran Timnas Indonesia. Menurut dia, pertandingan di Si Jalak Harupat dapat menjadi kesempatan masyarakat, khususnya pesepakbola muda, untuk menyaksikan langsung kualitas permainan negara lain.

    "Saya lihat animonya tidak hanya buat tim nasional, tapi tadi saya dengar dari Pak Wali Kota, Pak Bupati Bandung, ingin menggiatkan masyarakat yang suka bola mesti melihat pertandingan kelas yang tinggi," kata Erick di Bandung, Kamis (24/9/2026).

  2. 2. Bisa jadi pembelajaran untuk pecinta sepak bola di Jabar

    Sesi latihan Timnas Indonesia di Jakarta pada 22 September 2026.
    Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Latihan Timnas Indonesia tersebut untuk persiapan FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Singapura di Stadion Gelora Bung Karno pada Jumat (25/9/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)

    Erick mengatakan peserta Grup B memiliki pemain berkualitas yang layak disaksikan langsung. Dia mencontohkan Filipina yang memanggil sejumlah pemainnya dari klub-klub di luar negeri.

    "Karena ini pembelajaran untuk tentu anak-anak di bawah dan sekolah sepak bola dan semua untuk melihat langsung. Karena tadi tim-tim yang bermain ini kelasnya bagus-bagus," ujarnya.

    "Filipina yang bermain di sini hampir 18 pemainnya yang main di berbagai negara di luar Filipina, diundang untuk Timnas-nya. Belum lagi ya tentu musuh bebuyutan kita ya, ada Vietnam dan Thailand," kata Erick.

  3. 3. Gelaran ini merupakan edukasi sepak bola

    Stadion Si Jalak Harupat Bandung (SJH). Dokumentasi Persib
    Stadion Si Jalak Harupat Bandung (SJH). Dokumentasi Persib

    Dengan begitu, Erick berharap, pemerintah daerah bersama masyarakat Bandung turut mendorong animo penonton selama pertandingan Grup B berlangsung di Si Jalak Harupat.

    "Jadi ini hal-hal yang menurut saya rasa bagian dari edukasi sepak bola dan tadi dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat insya Allah kita lakukan bagaimana kegiatan ini lebih baik," katanya.

    Erick mengatakan pemilihan Bandung sebagai salah satu venue FIFA ASEAN Cup 2026 bukan tanpa alasan. Jawa Barat dinilai memiliki fasilitas olahraga yang memenuhi standar untuk menggelar pertandingan internasional.

    "Investasi yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah dari Jawa Barat kepada sepak bola harus diapresiasi. Investasi pemerintah juga tentu lapangan-lapangan olahraga juga harus diapresiasi," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More