Pawai Kendaraan Hias HJKB 2026 Batal, Farhan: Perayaan Lebih Sederhana

- Pemkot Bandung membatalkan pawai kendaraan hias HJKB ke-216 atas amanat Presiden agar perayaan sederhana dan beranggaran kecil.
- Sebagai pengganti, Pemkot merancang pawai kreatif warga, termasuk gagasan Jampana, dengan anggaran diperkirakan tidak sampai Rp1 miliar.
- Rangkaian HJKB mencakup peluncuran buku pada 25 September serta tarif Bandros dan TMB Rp216 per perjalanan, 25–27 September 2026, via QRIS.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung membatalkan rencana pawai kendaraan hias dalam rangka Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB). Sebagai gantinya, Pemkot Bandung menyiapkan konsep perayaan yang lebih sederhana dengan tetap mengedepankan kreativitas masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pembatalan pawai kendaraan hias tersebut dilakukan mengikuti amanat Presiden agar perayaan digelar secara sederhana dan tidak menggunakan anggaran besar.
"Persiapan HJKB, kami yang tadinya akan melakukan pawai kendaraan hias itu dibatalkan, sesuai dengan amanat yang disampaikan oleh Presiden agar melakukan perayaan dengan cara sederhana," kata Farhan di Mal Pelayanan Publik, Rabu (23/9/2026).
1. Tetap tampilkan kreativitas warga Bandung

Gedung Merdeka Bandung. kemenparekraf.go.id Farhan mengatakan Pemkot Bandung saat ini tengah merancang konsep pawai pengganti kendaraan hias. Pawai tersebut nantinya lebih banyak menampilkan karya kreatif masyarakat.
Salah satu gagasan yang disiapkan yakni Jampana. Konsep tersebut diharapkan tetap membuat perayaan HJKB berlangsung meriah tanpa membutuhkan anggaran besar.
"Insyaallah kami sedang merancang sebuah pawai yang sifatnya lebih sederhana, lebih menampilkan karya-karya kreatif yang tidak perlu menggunakan anggaran yang besar. Insya Allah itu rame-rame," ujarnya.
Farhan mengatakan anggaran untuk konsep perayaan baru tersebut akan jauh lebih kecil dibandingkan rencana sebelumnya.
"Sekarang mah kecil, nggak sampai Rp1 miliar kayaknya," ucapnya.
2. Ada peluncuran buku pada 25 September

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Dok Humas Bandung) Selain agenda pawai, Pemkot Bandung juga menyiapkan peluncuran sejumlah buku dalam rangkaian HJKB. Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada 25 September 2026.
Agenda tersebut akan digelar setelah upacara dan sebelum rombongan menuju Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung. Salah satu buku yang akan diluncurkan yakni Bandung Above. Buku tersebut memuat perbandingan foto udara Kota Bandung pada masa lalu dengan kondisi terkini.
"Ini adalah sebuah buku foto udara yang membandingkan foto udara di masa lalu dan foto udara di masa kini. Itu sangat menarik bukunya," tutur Farhan.
3. Naik bandros hanya Rp216

Bandros (Dok.Humas Pemkot Bandung) Di sisi lain, Pemkot Bandung menyiapkan tarif spesial untuk transportasi publik selama perayaan Hari Jadi ke-216 tersebut. Selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 September 2026, masyarakat dapat menggunakan layanan Bandros maupun Trans Metro Bandung (TMB) hanya dengan membayar Rp216 per perjalanan melalui sistem pembayaran non-tunai.
Program ini menjadi salah satu upaya Pemkot Bandung untuk mendorong warga memanfaatkan angkutan umum saat menikmati berbagai agenda HJKB. Menariknya, tarif tersebut tidak hanya berlaku bagi warga Kota Bandung, tetapi juga dapat dinikmati wisatawan dari luar daerah yang datang meramaikan perayaan ulang tahun Kota Kembang.
Kepala Subbagian Tata Usaha BLUD Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bandung, Ade Surya, mengatakan tarif Rp216 merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus bagian dari upaya memperkenalkan transportasi publik sebagai pilihan mobilitas selama rangkaian kegiatan HJKB berlangsung.
"Tarif khusus ini berlaku selama tiga hari, yaitu 25 sampai 27 September 2026. Pembayarannya melalui QRIS dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Bandung maupun masyarakat dari luar Kota Bandung," kata Ade.
Namun, Ade mengingatkan bahwa untuk layanan Bandros, tarif khusus tersebut hanya berlaku bagi armada yang dikelola Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan. Masyarakat perlu memperhatikan armada yang digunakan karena tidak seluruh kendaraan wisata Bandros yang beroperasi di Kota Bandung berada di bawah pengelolaan pemerintah.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















