Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Disebut Calon Presiden oleh Media Inggris, KDM: Saya Banyak Kurangnya

Kota Bandung
3 min read
Disebut Calon Presiden oleh Media Inggris, KDM: Saya Banyak Kurangnya
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menunggangi kuda putih saat Kirab Budaya Tatar Sunda di Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons sorotan Financial Times yang menyebutnya populer dan calon presiden alternatif 2029 dengan berterima kasih, sambil mengakui masih memiliki banyak kekurangan.

  • Dedi menegaskan belum memikirkan Pilpres 2029 karena fokus menjalankan program serta meningkatkan layanan bagi warga Jawa Barat yang dinilainya semakin kritis dan aktif berinteraksi dengan kepala daerah.

  • Ia memanfaatkan media sosial sebagai saluran pengaduan langsung warga, agar keluhan dapat segera diteruskan kepada pihak bertanggung jawab dan ditangani, termasuk persoalan layanan kesehatan serta keamanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM merespons namanya yang disorot media inggris, Financial Times (FT) sebagai tokoh dengan popularitas tinggi dan digadang-gadang menjadi calon presiden alternatif untuk Pilpres 2029.

KDM tidak banyak berkomentar mengenai hal tersebut. Dia hanya menyampaikan terima kasih terhadap semua pihak yang sudah mengapresiasi kepemimpinannya sebagai Gubernur Jabar.

"Iya, saya sih mengucapkan terima kasih pada siapapun yang mengapresiasi saya, gitu. Tetapi saya hari ini kan pasti banyak kekurangan-kekurangan yang dimiliki," ujar KDM, Kamis (24/9/2026).

  1. 1. Masyarakat sudah semakin kritis

    Seorang pria mengenakan ikat kepala putih berbicara kepada wartawan di antara kerumunan orang saat kunjungan ke museum Batutulis.
    Dedi Mulyadi saat kunjungan ke museum penjajahan Batutulis. IDN Times / Linna Susanti

    KDM sebelumnya sudah menegaskan akan terlebih dahulu fokus bekerja sebagai Gubernur Jabar dan menjalankan semua program kerja, beberapa di antaranya sudah berjalan. Dia memastikan akan terlebih dahulu memberikan layanan terbaik untuk masyarakat Jabar.

    "Terus kemudian kami akan terus memberikan yang terbaik, layanan bagi masyarakat Jawa Barat. Karena kan masyarakat Jawa Barat ini sekarang sudah tumbuh menjadi masyarakat yang kritis. Interaksinya langsung dengan kepala daerah," katanya.

    Menurutnya, interaksi dengan masyarakat yang dilakukannya melalui media sosial setiap hari, harus diterapkan sebagai saluran aduan dari masyarakat yang memang belum terjangkau.

    "Saya misalnya hari ini ada warga yang mengadu mungkin di Kota Tasikmalaya ya, perlu uang Rp19 juta untuk bayar obat virus mata yang tidak ter-cover BPJS, kan bisa bereaksi "kok pemerintah tidak adil" gitu loh. Saya langsung respons, langsung selesaikan," tuturnya.

  2. 2. Interaksi media sosial untuk mendengar keluhan masyarakat

    IMG-20260511-WA0028.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

    Sebagai orang nomor satu di Jawa Barat, KDM mengatakan, media sosial merupakan salah satu medium yang bisa dimaksimalkan dan dimanfaatkan mendengar langsung keluhan dari warga. Karena, dia menilai ada prinsip keadilan di dalamnya.

    "Jadi memang pola interaksi langsung pemimpin dengan masyarakat melalui media sosial, hari ini memang di Jawa Barat sudah berjalan. Jadi saya setiap hari melihat apa sih yang terjadi perkembangan di lingkungan kita," kata dia.

    Melalui interaksi media sosial, KDM mengungkapkan, semua persoalan bisa langsung selesai melalui komunikasi terhadap pihak yang bertanggung jawab.

    "Sehingga ketika ketemu Pak Kapolres saya tanyakan, "gimana tuh yang di Baleendah?". Kapoltabes langsung ngomong, "sudah ditahan, Pak," ucap dia.

  3. 3. KDM mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk yang mengkritik

    IMG-20251119-WA0020.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

    Mengenai Pilpres 2029 mendatang, KDM mengklaim, belum mau memikirkan mengenai hal itu, karena saat ini masih fokus untuk memimpin Provinsi Jabar dan memberikan semua pelayanan terbaik untuk masyarakat.

    "Ya kami pahami itu setiap hari. Jadi kami memberikan yang terbaik saja deh bagi masyarakat," ucapnya.

    "Kami mengucapkan terima kasih pada yang mengapresiasi. Saya juga bukan hanya yang mengapresiasi, yang mengkritik saya tiap hari juga saya ngucapin terima kasih," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More