Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Skill Kini Jadi Penentu Lulusan Dilirik Industri, Bukan Sekedar Ijazah

Kota Bandung
Skill Kini Jadi Penentu Lulusan Dilirik Industri, Bukan Sekedar Ijazah
Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan program ITB Continuing Education (ICE) Microcredential. IDN Times/Debbie Sutrisno
Share Article

Bandung, IDN Times – Perubahan kebutuhan dunia kerja membuat lulusan perguruan tinggi tak lagi cukup hanya mengandalkan ijazah. Industri kini semakin mencari talenta yang memiliki keterampilan spesifik dan bukti kompetensi yang terverifikasi, terutama di bidang digital dan teknologi yang terus berkembang.

Melihat kondisi tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan program ITB Continuing Education (ICE) Microcredential sebagai wadah pembelajaran berbasis sertifikasi. Program ini ditujukan bagi mahasiswa, profesional, hingga masyarakat umum agar dapat meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri yang terus berubah.

"Data menunjukkan kebutuhan akan skill baru semakin meningkat. Banyak perusahaan sekarang lebih fokus pada skill dan bukti kompetensi yang terverifikasi, bukan hanya sekadar gelar. Gelar itu hanya menjadi entry level," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano dalam diskusi, Jumat (24/7/2026).

1. Kemampuan digital jadi standar baru

IMG_20260724_093402.jpg
Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan program ITB Continuing Education (ICE) Microcredential. IDN Times/Debbie Sutrisno

Irwan mengatakan, perubahan dunia kerja menjadi tantangan terbesar yang dihadapi perguruan tinggi saat ini. Berdasarkan berbagai data, hampir 40 persen kebutuhan dunia kerja kini mengarah pada keterampilan baru yang tidak selalu diperoleh melalui pendidikan formal.

Menurut dia, kemampuan berbasis digital kini telah menjadi standar yang dibutuhkan hampir seluruh sektor industri. Kondisi tersebut membuat perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan sistem pembelajaran agar lulusannya tetap relevan dengan kebutuhan perusahaan.

"Skill ini penting, digital base ini jadi standar yang dibutuhkan oleh industri. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang luar biasa bagi kita semua," ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan keterampilan juga berbanding lurus dengan produktivitas industri sehingga kampus perlu mulai mengintegrasikan program microcredential ke dalam sistem akademik.

2. ITB siapkan microcredential yang relevan dengan kebutuhan industri

ilustrasi industri, pameran teknologi di China
ilustrasi industri, pameran teknologi di China (pexels.com/Peter Xie)

Irwan menjelaskan, microcredential bukan sekadar kursus singkat, melainkan sistem pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi yang dapat diakui industri. ITB pun membangun program tersebut berdasarkan empat pilar utama.

Pilar pertama adalah memastikan seluruh materi pembelajaran relevan dengan kebutuhan industri melalui kolaborasi langsung dengan perusahaan. Pilar kedua yakni fleksibilitas sehingga peserta dapat belajar sesuai kebutuhan.

Sementara pilar ketiga adalah menghadirkan sertifikat yang kredibel karena diterbitkan oleh ITB. Adapun pilar terakhir, sertifikat microcredential dapat diakumulasikan menjadi bagian dari proses pembelajaran sepanjang hayat.

"Ketika microcredential di ITB maka dia kredibel. Kemudian bisa diakumulasikan menjadi inovasi ketika masuk ke program akademik sehingga proses pembelajarannya berlangsung sepanjang hayat," katanya.

3. Ratusan peserta sudah mendaftar sebelum program diluncurkan

ilustrasi pelatihan kerja
ilustrasi pelatihan kerja (unsplash.com/Kubra Arslaner)

Ketua Pelaksana Program Microcredential ITB, Irwan Iskandar, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Bahkan sebelum resmi diluncurkan, jumlah pendaftar telah mencapai ratusan orang.

Menurut dia, hampir 10 fakultas di ITB terlibat dalam penyelenggaraan program tersebut. Peserta yang mendaftar juga tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga profesional, dosen, pendidik hingga masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi.

"Sebelum program ini launching sudah ratusan lebih pendaftaran. Hampir 10 fakultas ikut dan program ini tidak berdiri sendiri karena demand dari industri memang sudah ada," ujarnya.

Ke depan, ITB juga menargetkan menghadirkan sekitar 38 skema sertifikasi yang terintegrasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Langkah tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang memiliki sertifikasi kompetensi.

4. Industri nilai sertifikasi menjadi investasi penting bagi SDM

wisuda
ilustrasi wisuda (pexel.com/Emily Ranquist)

Senior Manager Human Capital Development Medco Power, Radityo Harry Wibowo, menilai pengembangan microcredential merupakan langkah yang tepat karena dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga kerja dengan berbagai kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikasi.

Menurut dia, perusahaan tidak lagi melihat pendidikan formal semata, tetapi juga kemampuan pekerja yang terus memperbarui keterampilannya melalui berbagai sertifikasi profesi.

"Kalau di Medco kita investasi pada orang misalnya 3.000 US dollar, tapi proyek yang didapat jauh lebih besar, jadi memang worth it," kata Radityo.

Ia menambahkan, pekerja yang aktif mengikuti sertifikasi umumnya memiliki peluang karier yang lebih baik. Karena itu, ia menilai langkah ITB mengembangkan microcredential sudah sesuai dengan kebutuhan industri, meski tetap perlu memperkuat strategi pemasaran dan branding agar pengakuannya semakin luas hingga tingkat regional dan global.

Hal senada disampaikan Vice Chairman of Green Economic Council Indonesia, Triharyo Seosilo. Dia menilai bahwa konsep belajar saat ini telah berubah dibanding beberapa dekade lalu. Menurut dia, pembelajaran tidak lagi berhenti setelah seseorang lulus kuliah, melainkan harus terus dilakukan sepanjang hayat mengikuti perkembangan teknologi, industri, dan kebutuhan profesi.

"Dulu kita sekali belajar, lulus sudah selesai. Sekarang dunia berubah. Tidak selesai dari kampus. Pembelajaran sepanjang hayat menjadi kebutuhan karena dunia sekarang berbeda dengan masa lampau," ujar Soesilo.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More